FYP
Media
Memuat Halaman...
0%
Oposisi Venezuela Hadiahkan Nobel Perdamaian ke Trump, Komite Nobel Tegaskan Tak Bisa Dialihkan

News

Oposisi Venezuela Hadiahkan Nobel Perdamaian ke Trump, Komite Nobel Tegaskan Tak Bisa Dialihkan

Writer: Raodatul - Sabtu, 17 Januari 2026 15:24:35

Oposisi Venezuela Hadiahkan Nobel Perdamaian ke Trump, Komite Nobel Tegaskan Tak Bisa Dialihkan
Sumber gambar: Detik.com

FYPMedia.id - Langkah kontroversial dilakukan tokoh oposisi Venezuela, Maria Corina Machado, dengan menghadiahkan medali Nobel Perdamaian 2025 yang ia terima kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump. 

Aksi tersebut menuai kecaman luas dan memicu respons tegas dari Komite Nobel Norwegia, yang menegaskan bahwa gelar peraih Nobel tidak dapat dialihkan kepada siapa pun.

Machado menyerahkan medali Nobel yang dibingkai secara khusus kepada Trump saat pertemuan mereka di Gedung Putih pada Kamis (15/1). 

Trump, yang sejak lama secara terbuka menyatakan keinginannya meraih Nobel Perdamaian, terlihat menyambut hadiah tersebut dengan penuh antusias. Ia menyebut pemberian itu sebagai “isyarat luar biasa dari rasa saling menghormati”.

Namun, tindakan Machado memantik kritik tajam, terutama karena dilakukan tak lama setelah Amerika Serikat melancarkan operasi militer di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro pada awal Januari lalu. Di tengah situasi tersebut, Machado justru secara terbuka mendukung intervensi AS terhadap negaranya sendiri.

Baca juga: Penangkapan Maduro oleh AS Guncang Dunia, Krisis Venezuela Memuncak

Dalam pernyataannya kepada para pendukung, Machado menyebut bahwa ia “memberikan medali Hadiah Nobel Perdamaian kepada Presiden Amerika Serikat”. Ia bahkan membingkai tindakannya sebagai simbol sejarah, dengan membandingkannya dengan momen ketika Marquis de Lafayette memberikan medali kepada Simon Bolivar yang menampilkan sosok George Washington.

“Dua ratus tahun dalam sejarah, rakyat Bolivar memberikan medali kepada pewaris Washington,” ujar Machado, seperti dikutip dari Russia Today.

Komite Nobel: Gelar Tidak Bisa Dipindahkan

Menanggapi polemik tersebut, Komite Nobel Norwegia menegaskan bahwa Hadiah Nobel Perdamaian melekat secara permanen pada penerima resminya.

“Terlepas dari apa pun yang terjadi pada medali, diploma, atau uang hadiah, penerima asli tetap tercatat dalam sejarah sebagai peraih Hadiah Nobel Perdamaian,” tegas Komite Nobel dalam pernyataan resminya pada Jumat (16/1), dikutip AFP.

Komite menambahkan bahwa meski secara fisik medali dapat berpindah tangan, status peraih Nobel tidak dapat dicabut, dibagi, atau dialihkan. Hal tersebut merujuk pada Statuta Yayasan Nobel, yang menyatakan bahwa keputusan pemberian Nobel bersifat final dan permanen.

Pusat Perdamaian Nobel juga menegaskan sikap serupa melalui media sosial:

“Sebuah medali bisa berpindah tangan, tetapi gelar peraih Nobel Perdamaian tidak bisa diubah.”

Meski demikian, Komite Nobel menyatakan tidak akan ikut campur dalam urusan politik para penerima Nobel, serta mengakui bahwa tidak ada larangan bagi peraih Nobel untuk menjual atau menyerahkan medali mereka.

Baca juga: Rusia–China Kecam Aksi Militer AS ke Venezuela, Disebut Koboi Global

Gedung Putih Meremehkan Makna Politik

Sementara itu, Gedung Putih mengecilkan arti pertemuan tersebut. Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyebut Machado sebagai “suara yang berani”, tetapi menegaskan bahwa pertemuan itu tidak menandai perubahan sikap Trump terhadap kepemimpinan Venezuela.

Trump sebelumnya secara terbuka meragukan legitimasi Machado dan menyatakan bahwa ia “tidak memiliki dukungan maupun rasa hormat di dalam negeri”. Sebaliknya, Trump justru mengisyaratkan kesediaan bekerja sama dengan presiden sementara Delcy Rodriguez, yang disebutnya sebagai “orang yang hebat”.

Kunjungan Machado ke Washington juga bertepatan dengan upaya AS mengamankan aset minyak Venezuela, termasuk penyitaan kapal tanker yang dikenai sanksi, serta pidato kenegaraan Rodriguez di Caracas.

Hingga kini, belum ada kejelasan apakah Trump secara resmi menerima medali Nobel tersebut. Machado meninggalkan Gedung Putih tanpa menjawab pertanyaan wartawan dan melanjutkan pertemuan dengan anggota parlemen AS di Capitol Hill.

Langkah Machado pun terus menuai kecaman, termasuk dari sejumlah politisi Norwegia yang menyebut aksinya sebagai keputusan “absurd” dan mengkritik Trump sebagai sosok yang “suka mengambil kredit atas pekerjaan orang lain”.



 

Mau Diskusi Project Baru?

Contact Us