Writer: Raodatul - Kamis, 22 Januari 2026 18:33:17
FYPMedia.id - Sebuah kisah pilu yang viral di media sosial menggemparkan publik. Seorang perempuan membagikan cerita tentang kematian suaminya yang bermula dari kebiasaan memencet jerawat di wajah. Hal yang selama ini dianggap sepele dan lumrah ternyata berujung fatal akibat infeksi serius yang menyebar ke otak.
Kisah tersebut memicu kekhawatiran luas, terutama karena banyak orang masih menganggap memencet jerawat sebagai tindakan ringan yang bisa dilakukan sendiri di rumah. Padahal, secara medis, jerawat di area tertentu wajah menyimpan risiko mematikan jika ditangani secara sembarangan.
Fenomena ini bukanlah kasus tunggal. Beberapa tahun sebelumnya, seorang perempuan bernama Alisha Monaco juga mengalami kondisi darurat medis setelah memencet jerawat di wajah. Ia harus dilarikan ke rumah sakit akibat infeksi yang berkembang cepat.
"Rasa sakitnya tepat di bagian bawah kanan lubang hidung saya, menjalar ke bibir dan bahkan ke sisi wajah saya. Saya terbangun empat atau lima jam kemudian dengan rasa sakit yang luar biasa di sisi kanan wajah saya," tutur Alisha saat berbicara dengan CTV News, dikutip dari detikcom, Kamis (22/1/2026)
Kasus-kasus ini mempertegas peringatan para ahli kulit bahwa memencet jerawat, terutama di area segitiga wajah, bukan tindakan aman dan bisa berujung pada komplikasi serius hingga kematian.
Apa Itu Segitiga Kematian di Wajah?
Dalam dunia dermatologi, terdapat istilah yang dikenal sebagai “segitiga kematian” (danger triangle of the face). Area ini membentang dari kedua sudut mulut hingga ke pangkal hidung dan di antara alis.
Menurut dermatolog Dr dr I Gusti Nyoman Darmapura SpDVE, Subsp, OBK, FINSDV, FAADV, wilayah ini memiliki keterkaitan langsung dengan pembuluh darah dan struktur vital menuju otak.
"Pembuluh darah ke otak ini tidak memiliki katup, jadi aliran darah itu bisa dua arah. Bakteri dari tempat jerawat itu atau apapun infeksi di area segitiga ini bisa menyebar langsung ke otak," ucap dr Darma dilansir dari detikcom, Kamis (22/1/2026).
Di balik kulit wajah yang tampak sederhana, terdapat sinus kavernosa, sebuah rongga besar yang menampung pembuluh darah utama dan saraf penting. Ketika infeksi masuk ke area ini, bakteri dapat menyebar tanpa hambatan menuju otak.
Baca Juga: 5 Manfaat Tomat untuk Wajah Berjerawat: Bukti Ilmiah, Cara Pakai, dan Tips Aman
Mengapa Infeksi Bisa Menjadi Fatal?
Berbeda dengan pembuluh darah di bagian tubuh lain, vena di wajah tidak memiliki katup. Katup ini biasanya berfungsi mengarahkan aliran darah satu arah menuju jantung. Tanpa katup, aliran darah bisa bergerak bolak-balik.
Kondisi ini membuat bakteri dari jerawat yang terinfeksi:
- Masuk ke pembuluh darah
- Menyebar dengan cepat
- Berpotensi menyebabkan trombosis sinus kavernosa, sepsis, atau infeksi otak
Dalam skenario terburuk, infeksi ini dapat berujung kematian jika tidak ditangani secara cepat dan tepat.
"Area segitiga tadi, jangan memencet jerawat. Seringkali banyak kejadian mau ke acara penting, ada jerawat di daerah itu malah dipencet. Itu perlu dihindari," tegas dr Darma.
Bahaya Memencet Jerawat Sembarangan
Jerawat memang sering muncul di area T-zone (dahi, hidung, dan dagu). Selain nyeri, jerawat di area ini mudah terlihat dan sering mengganggu rasa percaya diri.
Tak sedikit orang berpikir bahwa memencet jerawat adalah solusi instan. Padahal, tindakan ini justru dapat memperburuk kondisi kulit.
Beberapa risiko memencet jerawat tanpa bantuan medis antara lain:
- Infeksi jerawat yang semakin parah
- Jerawat tampak lebih meradang dan membesar
- Bekas jerawat permanen
- Nyeri dan pembengkakan
- Penyebaran bakteri ke jaringan sekitar
Ketika jerawat di area segitiga wajah pecah, bakteri lebih mudah masuk ke sistem pembuluh darah yang terhubung langsung dengan tengkorak kepala.
Bahkan, di bawah hidung dan mulut terdapat empat saraf kranial utama. Jika bakteri mencapai area ini, fungsi motorik wajah bisa terganggu, menyebabkan kelumpuhan hingga komplikasi neurologis.
Baca Juga: Rekomendasi Micellar Water untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat
Tanda Infeksi yang Tidak Boleh Diabaikan
Para ahli menekankan pentingnya mengenali tanda-tanda infeksi sejak dini. Jangan menganggap remeh jika jerawat menunjukkan gejala berikut:
- Kemerahan luas
- Pembengkakan
- Rasa hangat di area kulit
- Nyeri hebat
- Muncul nanah
- Demam
"Apabila muncul kemerahan, nyeri sampai demam, jangan tunda ke dokter," tandas dr Darma.
Penanganan medis sedini mungkin dapat mencegah penyebaran infeksi yang lebih luas dan mengancam nyawa.
Apakah Memencet Jerawat Pernah Aman?
Secara umum, memencet jerawat tidak dianjurkan, terutama tanpa pengawasan tenaga medis. Namun, dalam kondisi tertentu dan dengan teknik yang benar, risiko dapat diminimalkan—meski tetap tidak sepenuhnya aman.
Sebelum mempertimbangkan memencet jerawat, dokter menyarankan pengobatan topikal terlebih dahulu, seperti:
- Retinoid
- Benzoil peroksida
- Asam salisilat
Obat-obatan ini terbukti membantu membuka pori-pori dan mengurangi peradangan.
Cara Relatif Aman Menangani Jenis Jerawat Tertentu
Jika jerawat memang perlu ditangani secara fisik, berikut pendekatan yang lebih aman, meski tetap berisiko:
1. Komedo (Blackheads)
Komedo relatif lebih mudah ditangani karena pori-porinya terbuka. Setelah perawatan, tekanan lembut di tepi luar dapat membantu mengeluarkan sumbatan.
2. Komedo Putih (Whiteheads)
Komedo putih adalah jerawat tertutup. Penanganannya sering membutuhkan alat steril seperti jarum medis untuk membuka permukaan kulit—yang sebaiknya dilakukan oleh profesional.
3. Jerawat Pustula
Jerawat bernanah yang berada di lapisan kulit lebih dalam memerlukan teknik khusus:
- Kompres hangat agar nanah naik ke permukaan\
- Gunakan alat steril
- Jangan menekan berulang kali
Namun, semua metode ini tetap memiliki risiko infeksi dan bekas luka.
Baca Juga: Bangun Tidur Wajah Terlihat Bengkak Padahal Tidak Gemuk? Waspada Gejala Cortisol Face
Mengapa Dokter Kulit Lebih Aman?
Menurut American Academy of Dermatology, dokter kulit memiliki metode medis yang jauh lebih aman dan terkontrol, seperti:
1. Ekstraksi Jerawat
Dilakukan dengan alat steril dan teknik khusus, biasanya untuk komedo yang membandel.
2. Suntik Kortikosteroid
Digunakan pada jerawat berat seperti jerawat batu dan nodul untuk mengurangi peradangan dengan cepat.
3. Drainase Medis
Dilakukan pada jerawat besar dan nyeri dengan jarum atau pisau bedah kecil untuk mengeluarkan isi jerawat secara aman. Pendekatan ini meminimalkan risiko infeksi, jaringan parut, dan komplikasi serius.
Kesimpulan
Kisah viral kematian akibat memencet jerawat menjadi peringatan keras bahwa kebiasaan kecil bisa berujung pada konsekuensi fatal. Segitiga kematian di wajah bukan mitos, melainkan fakta medis yang telah diakui dunia kedokteran.
Alih-alih mencari solusi instan, masyarakat diimbau untuk:
- Tidak memencet jerawat, terutama di area hidung dan mulut
- Mengutamakan kebersihan kulit
- Segera ke dokter jika muncul tanda infeksi
Jerawat mungkin tampak sepele, tetapi kesalahan kecil dalam menanganinya bisa mempertaruhkan nyawa.