FYP
Media
Memuat Halaman...
0%
Banjir Jakarta Makin Meluas, 45 RT dan 22 Jalan Lumpuh Sore Ini

News

Banjir Jakarta Makin Meluas, 45 RT dan 22 Jalan Lumpuh Sore Ini

Writer: Raodatul - Kamis, 22 Januari 2026 17:29:33

Banjir Jakarta Makin Meluas, 45 RT dan 22 Jalan Lumpuh Sore Ini
Sumber gambar: Foto Ilustrasi Banjir

FYPMedia.id - Banjir kembali mengepung Ibu Kota. Hingga Kamis sore (22/1/2026), genangan air dilaporkan semakin meluas dan merendam puluhan rukun tetangga (RT) serta ruas jalan utama di Jakarta. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, sebanyak 45 RT dan 22 ruas jalan terdampak banjir, seiring tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Jakarta sejak siang hari.

Situasi ini kembali menguji ketahanan sistem drainase kota, sekaligus berdampak langsung pada aktivitas warga dan arus lalu lintas lintas wilayah.

"BPBD mencatat saat ini terdapat 45 RT dan 22 ruas jalan yang tergenang," kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohammad Yohan, dalam keterangannya, Kamis (22/1/2026).

Hujan Deras Jadi Pemicu Utama Banjir Jakarta

Menurut BPBD, banjir yang terjadi pada pukul 15.00 WIB disebabkan oleh curah hujan tinggi yang mengguyur hampir seluruh wilayah Jakarta. Genangan air tercatat terjadi di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, hingga Jakarta Timur.

Dari seluruh wilayah terdampak, Jakarta Barat menjadi kawasan dengan genangan tertinggi, khususnya di Kelurahan Sukabumi Selatan, yang mencapai 90 sentimeter di dua RT.

Kondisi ini membuat sejumlah permukiman warga terisolasi, sementara beberapa ruas jalan utama mengalami hambatan lalu lintas akibat genangan yang cukup dalam.

Baca Juga: Banjir dan Longsor di Sumbar: 30 Meninggal, Kerugian Capai Rp 226 Miliar

Jakarta Barat dan Selatan Jadi Wilayah Terparah

Berdasarkan data resmi BPBD DKI Jakarta, sebaran banjir di wilayah permukiman paling banyak terjadi di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat.

1. Jakarta Barat

Tercatat 18 RT terdampak banjir, dengan rincian sebagai berikut:

  • Kelurahan Kapuk: 1 RT (30 cm)
  • Kelurahan Kedaung Kali Angke: 8 RT (45–80 cm)
  • Kelurahan Rawa Buaya: 3 RT (35 cm)
  • Kelurahan Sukabumi Selatan: 2 RT (90 cm)
  • Kelurahan Kedoya Utara: 4 RT (15 cm)

Seluruh genangan di Jakarta Barat disebabkan oleh curah hujan tinggi, tanpa laporan limpasan sungai pada sore hari.

2. Jakarta Selatan

Wilayah ini menjadi daerah dengan jumlah RT terdampak terbanyak, yakni 27 RT, meliputi:

  • Kelurahan Petogogan: 26 RT (30 cm)
  • Kelurahan Cipulir: 1 RT (60 cm)

Banjir di Jakarta Selatan berdampak signifikan terhadap akses jalan lingkungan serta aktivitas warga menjelang jam pulang kerja.

22 Ruas Jalan Tergenang, Lalu Lintas Tersendat

Selain merendam permukiman warga, banjir juga melumpuhkan 22 ruas jalan di berbagai wilayah Jakarta. Genangan dengan ketinggian 10 hingga 50 cm menyebabkan kendaraan melambat, bahkan tidak bisa melintas di sejumlah titik.

Beberapa ruas jalan strategis yang terdampak antara lain:

  • Jalan Gaya Motor Raya dan sekitarnya (Jakarta Utara) dengan genangan hingga 50 cm
  • Jl. Daan Mogot KM 13, Jakarta Barat (25 cm)
  • Jl. Letjen Suprapto, Jakarta Pusat (40 cm)
  • Jl. Pondok Karya Komplek, Jakarta Selatan (50 cm)

Kondisi ini memicu antrean kendaraan, terutama di jam sibuk sore hari, dan memaksa pengendara mencari jalur alternatif.

Baca Juga: Banjir Besar Landa Washington, Puluhan Ribu Warga Dievakuasi

BPBD Kerahkan Personel dan Pompa Air

Merespons kondisi tersebut, BPBD DKI Jakarta langsung mengerahkan personel ke lapangan untuk memantau dan menangani genangan di setiap wilayah terdampak. BPBD juga berkoordinasi dengan berbagai dinas terkait guna mempercepat penanganan banjir.

"BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat untuk menyedot genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik," ujar Yohan.

Langkah-langkah yang dilakukan meliputi:

  • Penyedotan genangan dengan pompa air
  • Pembersihan saluran air dan tali-tali air
  • Koordinasi dengan lurah dan camat setempat
  • Pemantauan berkala hingga air surut

BPBD menargetkan genangan dapat surut dalam waktu cepat, bergantung pada intensitas hujan lanjutan.

Imbauan Waspada untuk Warga Jakarta

Di tengah kondisi cuaca ekstrem, BPBD DKI Jakarta mengimbau warga agar tetap waspada dan berhati-hati, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir.

"BPBD DKI mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop," kata Yohan.

Warga juga diminta untuk:

  • Menghindari melintasi jalan tergenang
  • Mengamankan barang berharga
  • Memantau informasi resmi dari BPBD
  • Mengikuti arahan petugas di lapangan

Baca Juga: Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar: 774 Meninggal, 551 Hilang

Banjir Jakarta dan Tantangan Musiman

Fenomena banjir yang kembali meluas di Jakarta menunjukkan bahwa curah hujan tinggi masih menjadi tantangan utama, terutama saat memasuki puncak musim hujan. 

Meski upaya normalisasi dan perbaikan drainase terus dilakukan, kondisi cuaca ekstrem kerap membuat kapasitas sistem pengendalian air teruji.

Pengamat perkotaan menilai, selain faktor hujan, banjir Jakarta juga dipengaruhi oleh:

  • Padatnya permukiman
  • Penyempitan saluran air
  • Tingginya permukaan air tanah
  • Perubahan tata guna lahan

Kondisi ini membuat penanganan banjir membutuhkan koordinasi lintas sektor serta partisipasi aktif masyarakat.

Kesimpulan

Banjir yang merendam 45 RT dan 22 ruas jalan di Jakarta pada Kamis sore menjadi peringatan serius akan kerentanan kota terhadap cuaca ekstrem. 

Dengan genangan mencapai 90 cm di Jakarta Barat, aktivitas warga dan mobilitas perkotaan kembali terganggu.

Langkah cepat BPBD DKI Jakarta dalam pengerahan personel dan pompa air diharapkan mampu mempercepat surutnya genangan. Namun, kewaspadaan masyarakat tetap menjadi kunci utama, terutama di tengah potensi hujan lanjutan.

Pemerintah daerah mengajak seluruh warga Jakarta untuk tetap siaga, mengikuti informasi resmi, dan mengutamakan keselamatan hingga kondisi kembali normal.

Mau Diskusi Project Baru?

Contact Us