Writer: Raodatul - Kamis, 15 Januari 2026 13:13:35
FYPMedia.id - Polrestabes Medan kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas praktik judi dan peredaran narkoba yang merusak sendi kehidupan masyarakat. Pada Rabu malam, 14 Januari 2026, aparat kepolisian menggelar penggerebekan besar-besaran di kawasan yang selama ini dikenal sebagai sarang judi dan narkoba, yakni Jermal 15, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Sumatera Utara.
Dalam operasi tersebut, sebanyak 41 orang berhasil diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Penggerebekan ini bukan yang pertama. Justru, operasi tersebut merupakan aksi penertiban kedelapan yang dilakukan aparat di lokasi yang sama.
Fakta ini menegaskan bahwa kawasan tersebut masih menjadi titik rawan peredaran narkotika dan praktik perjudian ilegal, meski telah berulang kali dibongkar oleh pihak berwenang.
Operasi Malam Hari Libatkan Polisi, TNI, dan Polda Sumut
Operasi dimulai sekitar pukul 21.30 WIB dan melibatkan kekuatan gabungan dari Polrestabes Medan, Polda Sumatera Utara, serta unsur TNI. Personel dibagi menjadi dua tim untuk menyasar lokasi yang dianggap sebagai pusat aktivitas ilegal.
Tim pertama bergerak menuju kawasan Jermal 15, sementara tim kedua menyisir wilayah Keramat Ujung yang diduga masih terhubung dengan jaringan narkoba dan perjudian. Strategi penyisiran ganda ini dilakukan untuk menutup celah pelarian serta memutus rantai distribusi narkotika di kawasan tersebut.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, menegaskan bahwa operasi ini bukan sekadar penindakan hukum, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral aparat terhadap masa depan generasi bangsa.
"Malam ini adalah tindakan kemanusiaan yang kedelapan, untuk misi kemanusiaan menyelamatkan anak bangsa dan generasi bangsa. Tidak ada ruang, tidak ada gerak bagi kartel narkoba dan perjudian," ujar Jean Calvijn Simanjuntak, dikutip dari detikSumut, Kamis (15/1/2026).
Baca Juga: 3 Kali Terjerat Narkoba, Fachri Albar Dituntut Rehabilitasi 6 Bulan oleh Jaksa
Barak Narkoba Kembali Berdiri, Polisi Bertindak Tegas
Dalam penggerebekan tersebut, aparat kembali menemukan barak-barak narkoba yang diduga baru saja dibangun. Padahal, pada operasi sebelumnya, barak-barak tersebut telah dihancurkan dan bahkan dibakar oleh petugas kepolisian sebagai langkah tegas memutus aktivitas ilegal.
Temuan ini mengindikasikan adanya upaya sistematis dari jaringan narkoba untuk kembali menguasai wilayah tersebut, meski sudah berulang kali ditertibkan.
Menyikapi hal itu, petugas tidak ragu mengambil tindakan keras. Barak-barak ilegal tersebut kembali dihancurkan dan dibakar di tempat.
Langkah ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa aparat tidak akan memberi ruang kompromi terhadap kejahatan narkotika dan perjudian yang merusak tatanan sosial.
41 Orang Diamankan, Peran Masih Didalami
Dalam operasi besar tersebut, sebanyak 41 orang diamankan dari berbagai titik lokasi. Mereka diduga terlibat dalam aktivitas narkoba dan perjudian, baik sebagai pengguna, pengedar, penjudi, maupun pihak yang terlibat dalam operasional barak.
Saat ini, kepolisian masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mendalami peran masing-masing individu yang diamankan. Proses hukum akan dilakukan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
"Petugas juga mengamankan total 41 orang yang diduga terlibat untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Tindakan tegas ini tidak hanya bertujuan menindak pelaku kejahatan narkoba, tetapi juga memutus mata rantai peredaran narkotika yang merusak generasi bangsa," tuturnya.
Narkoba dan Judi, Ancaman Nyata bagi Generasi Muda
Kasus ini kembali menegaskan bahwa narkoba dan perjudian bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan ancaman serius bagi masa depan generasi muda.
Kawasan barak narkoba sering kali menjadi tempat peredaran zat terlarang yang menyasar kalangan usia produktif, bahkan remaja.
Dampaknya tidak hanya merusak kesehatan fisik dan mental, tetapi juga memicu tindak kriminal lain seperti pencurian, kekerasan, hingga konflik sosial. Oleh karena itu, langkah tegas aparat dinilai krusial untuk memutus mata rantai kejahatan yang lebih luas.
Baca Juga: Ammar Zoni Tegas Bantah Jadi Bandar Narkoba: 7 Fakta Mengejutkan dari Sidang Terbaru
Komitmen Berkelanjutan Aparat Penegak Hukum
Polrestabes Medan menegaskan bahwa operasi ini bukan aksi simbolik, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk membersihkan wilayah rawan narkoba dan judi di Kota Medan.
Aparat memastikan akan terus melakukan patroli, penggerebekan, dan penindakan hukum secara berkelanjutan.
Kolaborasi dengan TNI dan Polda Sumut juga akan diperkuat untuk memastikan tidak ada ruang aman bagi jaringan narkoba dan perjudian ilegal.
Peran Masyarakat Jadi Kunci
Selain penegakan hukum, kepolisian juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam memberantas narkoba dan perjudian.
Informasi dari warga dinilai sangat penting untuk mendeteksi dini keberadaan barak-barak ilegal yang kerap dibangun secara sembunyi-sembunyi.
Sinergi antara aparat dan masyarakat diyakini menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari pengaruh narkoba serta perjudian.
Kesimpulan
Penggerebekan sarang judi dan narkoba di Jermal 15 menjadi bukti bahwa negara hadir dan tidak tinggal diam menghadapi kejahatan yang merusak masa depan bangsa.
Meski jaringan narkoba terus berupaya bangkit, aparat menunjukkan ketegasan dan konsistensi dalam menegakkan hukum.
Dengan operasi berkelanjutan, penindakan tegas, serta dukungan masyarakat, diharapkan kawasan-kawasan rawan di Medan dapat benar-benar terbebas dari praktik narkoba dan perjudian ilegal.