FYP
Media
Memuat Halaman...
0%
PGN LNG Siap Regasifikasi 30 Kargo di 2026, Perkuat Energi Bersih Nasional

News

PGN LNG Siap Regasifikasi 30 Kargo di 2026, Perkuat Energi Bersih Nasional

Writer: Raodatul - Senin, 19 Januari 2026 17:18:41

PGN LNG Siap Regasifikasi 30 Kargo di 2026, Perkuat Energi Bersih Nasional
Sumber gambar: PT PGN LNG Indonesia melakukan ship to ship LNG di FSRU Lampung. (Dok. PT PGN LNG Indonesia)

FYPMedia.id  — Komitmen Indonesia dalam mempercepat transisi energi bersih kembali ditegaskan melalui langkah strategis PT PGN LNG Indonesia (PLI). Mengawali tahun 2026, anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk tersebut langsung tancap gas dengan melaksanakan Ship-to-Ship Transfer (STS) di Floating Storage Regasification Unit (FSRU) Lampung, sebuah fasilitas vital dalam rantai pasok gas nasional.

Kegiatan STS ini menjadi pembuka rangkaian operasional LNG FSRU Lampung sepanjang 2026, sekaligus sinyal kuat kesiapan PGN LNG dalam menjaga keandalan pasokan gas bumi untuk pembangkit listrik dan sektor industri, khususnya di wilayah Jawa Bagian Barat dan Sumatera.

Dalam pelaksanaan STS perdana tahun ini, kargo LNG sekitar 140.500 meter kubik dikirim dari Terminal LNG Donggi Senoro, Sulawesi Tengah, menggunakan kapal pengangkut LNG. Seluruh proses berlangsung aman, tertib, dan sesuai standar operasional serta keselamatan yang berlaku di industri migas internasional.

Keberhasilan ini menandai dimulainya target ambisius PGN LNG sepanjang 2026, yakni meregasifikasi 30 kargo LNG melalui FSRU Lampung, meningkat signifikan dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Baca Juga:  Aturan Pajak Karbon Baru 2025: 3 Dampak Besar bagi Energi Fosil dan Bursa Karbon Indonesia

FSRU Lampung Jadi Tulang Punggung Pasokan Gas

Direktur Utama PGN LNG, Nofrizal, menyampaikan bahwa perusahaan menutup tahun 2025 dengan catatan positif, yakni berhasil meregasifikasi 23 kargo LNG di FSRU Lampung. Capaian tersebut menjadi fondasi penting untuk menghadapi tantangan dan target yang lebih besar di tahun ini.

"PGN LNG menutup tahun 2025 dengan capaian 23 kargo LNG yang berhasil diregasifikasi di FSRU Lampung. Memasuki tahun 2026, FSRU Lampung siap menerima 30 kargo LNG sesuai jadwal. Seluruh perwira PGN LNG bersama para mitra secara profesional menjaga keandalan operasional LNG, khususnya dalam memastikan pemenuhan pasokan gas bagi pembangkit dan sektor industri di wilayah Jawa Bagian Barat dan Sumatera," ujar Nofrizal dalam keterangannya, dikutip dari detikcom, Senin (19/1/2026).

Menurutnya, kesiapan ini tidak hanya berbicara soal kapasitas teknis, tetapi juga menyangkut kesiapan sumber daya manusia, koordinasi dengan mitra, serta penerapan standar keselamatan kerja yang ketat di setiap lini operasional.

FSRU Lampung sendiri memiliki posisi strategis dalam sistem energi nasional. Fasilitas penyimpanan LNG terapung ini memiliki kapasitas penyimpanan hingga 170.000 meter kubik dan kapasitas regasifikasi mencapai 240 MMSCFD (million standard cubic feet per day). 

Angka tersebut menjadikan FSRU Lampung sebagai salah satu penopang utama keandalan pasokan gas bumi di Indonesia bagian barat.

Komitmen Keselamatan dan Keandalan Operasi

Selain fokus pada pemenuhan pasokan energi, PGN LNG juga menempatkan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sebagai prioritas utama. 

Nofrizal menegaskan bahwa seluruh aktivitas operasional FSRU Lampung dijalankan dengan disiplin tinggi terhadap standar keselamatan internasional.

"Kami memastikan seluruh kegiatan operasional FSRU Lampung senantiasa mematuhi komitmen keselamatan dan kesehatan kerja, sehingga berjalan aman, lancar, dan tepat waktu. Komisaris, Direksi, dan Perwira PGN LNG siap bekerja keras menjaga semangat serta komitmen dalam setiap misi energi untuk negeri," sambung Nofrizal.

Pernyataan ini mencerminkan keseriusan PGN LNG dalam menjaga reputasi dan kepercayaan pemangku kepentingan, sekaligus meminimalkan risiko operasional di tengah meningkatnya volume dan intensitas kegiatan regasifikasi LNG.

Baca Juga:  7 Fakta Kinerja Dahsyat Industri Nonmigas Indonesia Selama 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Dukung Ketahanan Energi dan Industri Nasional

Keberlanjutan operasional FSRU Lampung tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga memberikan efek berantai bagi perekonomian nasional. 

Pasokan gas yang andal menjadi kunci bagi operasional pembangkit listrik, industri manufaktur, petrokimia, pupuk, hingga sektor-sektor strategis lainnya.

Melalui pengelolaan FSRU Lampung dan keberhasilan pelaksanaan kegiatan STS, PGN LNG terus memperkuat perannya dalam menjaga ketahanan energi nasional, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil yang lebih tinggi emisinya seperti batu bara dan minyak.

Gas bumi, khususnya LNG, dipandang sebagai energi transisi yang lebih bersih dan fleksibel dalam mendukung target bauran energi nasional. Penggunaan LNG dinilai mampu menurunkan emisi karbon sekaligus menjaga stabilitas pasokan energi di tengah fluktuasi permintaan.

Peran Strategis PGN LNG dalam Transisi Energi

Sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina, PGN LNG memegang peran strategis dalam mendukung agenda besar pemerintah menuju Net Zero Emission (NZE) 2060. 

Penguatan infrastruktur LNG, termasuk optimalisasi FSRU Lampung, menjadi langkah konkret dalam menyiapkan sistem energi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

PLI sebagai pengelola FSRU Lampung juga terus meningkatkan keandalan fasilitas, baik dari sisi teknologi, operasional, maupun integrasi dengan jaringan distribusi gas nasional. Hal ini penting untuk memastikan pasokan LNG dapat disalurkan secara efisien dan tepat sasaran sesuai kebutuhan pasar.

Dalam konteks global, peningkatan kapasitas dan frekuensi regasifikasi LNG di Indonesia juga memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan sistem energi yang adaptif dan siap menghadapi dinamika pasar energi internasional.

Optimisme Hadapi Tantangan Energi 2026

Tahun 2026 diproyeksikan menjadi periode yang menantang bagi sektor energi, seiring meningkatnya kebutuhan listrik, pertumbuhan industri, serta tekanan global terhadap pengurangan emisi karbon. 

Di tengah tantangan tersebut, kesiapan PGN LNG meregasifikasi 30 kargo LNG menjadi sinyal optimisme bagi keberlanjutan pasokan energi nasional.

Dengan dukungan infrastruktur FSRU Lampung, profesionalisme SDM, serta komitmen kuat terhadap keselamatan dan lingkungan, PGN LNG optimistis dapat menjalankan seluruh agenda operasionalnya secara konsisten sepanjang tahun.

Langkah ini sekaligus mempertegas posisi PGN LNG sebagai salah satu pilar utama dalam transformasi energi Indonesia, menjembatani kebutuhan energi saat ini dengan visi masa depan yang lebih hijau, berkelanjutan, dan berdaulat.

Mau Diskusi Project Baru?

Contact Us