Writer: Raodatul - Senin, 19 Januari 2026 08:00:00
FYPMedia.id - Indonesia bersiap menorehkan babak baru dalam diplomasi ekonomi global. Danantara Indonesia, badan pengelola investasi negara yang diluncurkan pada 2025, akan tampil perdana di World Economic Forum (WEF) 2026 yang digelar di Davos, Swiss.
Kehadiran ini bukan sekadar simbol partisipasi, melainkan bagian dari strategi besar Indonesia untuk memperkuat posisi dalam arsitektur ekonomi dunia serta menarik investasi global yang berkualitas dan berkelanjutan.
Forum Ekonomi Dunia atau World Economic Forum (WEF) dikenal sebagai ajang tahunan paling prestisius yang mempertemukan para pemimpin negara, pelaku bisnis global, investor institusional, lembaga keuangan internasional, serta pemikir strategis dunia.
Di forum inilah arah kebijakan global kerap dibahas, mulai dari ekonomi, geopolitik, hingga isu perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.
Bagi Indonesia, kehadiran Danantara di WEF 2026 menjadi momentum krusial untuk memperkenalkan wajah baru pengelolaan investasi negara di panggung internasional.
Mendampingi Presiden Prabowo di Davos
Kehadiran Danantara Indonesia di WEF 2026 juga bertepatan dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, yang akan menghadiri forum ini untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade terakhir.
Sinergi antara pemerintah dan Danantara dinilai menjadi sinyal kuat keseriusan Indonesia dalam membangun ekosistem investasi yang kredibel dan terintegrasi.
Sebagai sovereign investment platform, Danantara akan menjadi bagian dari delegasi resmi Indonesia yang membawa pesan kebijakan ekonomi, visi investasi strategis, serta agenda transformasi nasional ke hadapan dunia.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa partisipasi ini dirancang secara strategis, bukan seremonial.
"Kehadiran Danantara Indonesia di World Economic Forum ini merupakan bagian dari komitmen untuk membangun kemitraan global yang berlandaskan tata kelola yang kuat dan kualitas investasi yang tinggi. Melalui partisipasi ini, keberadaan Indonesia di WEF tahun ini mempunyai pendekatan yang lebih terpadu antara kebijakan, investasi strategis, dan dunia usaha," ujar Rosan, dikutip dari detikcom, Senin (19/1/2026).
Baca Juga: 1Danantara: Superholding BUMN yang Siap Mengubah Lanskap Ekonomi Indonesia
Bangun Kemitraan Global, Bukan Sekadar Cari Modal
Rosan menjelaskan, Danantara hadir di WEF bukan semata-mata untuk mencari pendanaan, tetapi untuk membangun kemitraan jangka panjang dengan pemangku kepentingan global. Indonesia ingin memposisikan diri sebagai mitra strategis, bukan sekadar penerima modal.
Menurutnya, Indonesia berada di garis depan berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim, tekanan demografi, hingga kebutuhan akan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
"Menurutnya, kehadiran Danantara Indonesia di WEF 2026 membawa perspektif investasi dan perekonomian dari pasar berkembang yang berada di garis depan perubahan global. Indonesia menghadapi langsung tantangan perubahan iklim, dinamika demografi, serta kebutuhan akan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif," jelas Rosan.
Dalam konteks tersebut, Danantara tidak ingin hanya dikenal sebagai investor finansial.
"Dalam konteks inilah Danantara Indonesia memposisikan diri tidak hanya sebagai investor, tetapi sebagai pemain strategis dan mitra jangka panjang dalam membangun ketahanan ekonomi dan sosial," tambahnya.
Fokus Investasi: Energi, Mineral Kritis, hingga Infrastruktur Digital
Rosan memastikan bahwa setiap kolaborasi yang dibangun Danantara harus memenuhi dua kriteria utama: menarik secara finansial dan berdampak langsung bagi transformasi ekonomi Indonesia.
Arah investasi Danantara dirancang berbasis kebutuhan riil nasional sekaligus sejalan dengan agenda global. Beberapa sektor prioritas yang akan ditawarkan di WEF 2026 antara lain:
- Penguatan mineral kritis dan keamanan rantai pasok global
- Percepatan transisi energi dan investasi hijau
- Ketahanan pangan dan kesehatan
- Pengembangan infrastruktur digital
- Penciptaan peluang ekonomi bagi populasi muda
Sektor-sektor tersebut dinilai memiliki nilai strategis tinggi, baik dari sisi pertumbuhan ekonomi nasional maupun kontribusi terhadap solusi global.
Baca Juga: Alasan Garuda Butuh Tambahan Modal Rp 30 T dari Danantara untuk Restrukturisasi
WEF Jadi Panggung Bangun Kredibilitas Danantara
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet, menilai kehadiran Danantara di WEF 2026 sebagai langkah penting untuk membangun narasi dan kredibilitas di mata investor internasional.
"Menurut saya, kehadiran Danantara di WEF itu momentum yang sangat penting, bukan hanya soal tampil di forum internasional, tetapi soal bagaimana Indonesia mulai membangun cerita dan kredibilitas Danantara sebagai SWF (Sovereign Wealth Fund) baru di mata investor global," kata Yusuf, dikutip dari Antara, senin (19/1/2026).
Yusuf menekankan bahwa sebagai pemain baru di dunia sovereign wealth fund, Danantara perlu menunjukkan arah strategi yang jelas, tata kelola yang profesional, serta konsistensi kebijakan pemerintah.
Tawarkan Visi Manufaktur Hijau dan Hilirisasi Bernilai Tambah
Menurut Yusuf, WEF juga menjadi panggung strategis bagi Indonesia untuk menawarkan visi penguatan industri manufaktur hijau dan hilirisasi berbasis nilai tambah.
Hal ini sejalan dengan tren global yang semakin menuntut investasi berkelanjutan dan rendah karbon.
Ia menilai peran Danantara seharusnya tidak sebatas mempresentasikan proyek. "Peran Danantara dalam WEF juga seharusnya bukan hanya mempresentasikan proyek, tetapi membangun kepercayaan, menjelaskan posisi Indonesia sebagai mitra jangka panjang, serta menunjukkan hilirisasi yang dikembangkan bukan hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga keberlanjutan," ujar Yusuf.
Yusuf juga menambahkan, hasil WEF tidak selalu diukur dari nilai investasi langsung. "Secara realistis, hasil dari WEF mungkin belum langsung berupa angka investasi besar, tetapi lebih pada terbentuknya komitmen awal, jaringan strategis, dan meningkatnya kepercayaan investor," katanya.
Isu Transparansi dan Kepastian Regulasi Jadi Sorotan
Yusuf juga mengingatkan bahwa Danantara perlu menjawab berbagai isu yang selama ini sensitif bagi investor global, seperti transparansi, profesionalisme pengelolaan, dan kepastian regulasi.
Menurutnya, investor internasional sangat peka terhadap sinyal kebijakan dan konsistensi pemerintah dalam menjaga iklim investasi.
Keberadaan Danantara di WEF diharapkan dapat menjadi sarana klarifikasi sekaligus pembuktian bahwa Indonesia serius membangun sovereign wealth fund dengan standar global.
Baca Juga: KRAS Dapat Suntikan Dana Rp4,9 T dari Danantara, Rp725 M untuk PHK Sukarela
Tawarkan Kerja Sama Investasi ke Sektor Strategis
Sementara itu, Managing Director Global Relations and Governance Danantara Indonesia, Mohamad Al-Arief, mengungkapkan bahwa Danantara akan aktif menawarkan kerja sama investasi kepada investor global selama WEF 2026.
"Danantara akan menawarkan kerja sama investasi ke sektor-sektor strategis kepada para investor global di antaranya terkait dengan transisi energi, ketahanan pangan, hingga pengembangan industri yang bernilai tambah," ujar Arief.
Selain aspek keberlanjutan, Danantara juga menempatkan penciptaan lapangan kerja sebagai prioritas utama.
"Selain itu, Arief juga memastikan Danantara akan fokus melakukan kerja sama investasi ke sektor-sektor yang membuka peluang penciptaan lapangan kerja di tanah air," lanjutnya.
Pendekatan Terpadu: Kebijakan, Investasi, dan Dunia Usaha
Arief menegaskan bahwa kehadiran Indonesia di WEF 2026 dirancang dengan pendekatan yang lebih terintegrasi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Menurut dia, kehadiran Indonesia di WEF pada tahun ini akan memiliki kedekatan yang lebih terpadu antara kebijakan, investasi strategis, serta dunia usaha," tulis keterangan tersebut.
Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan pesan yang konsisten dan kuat kepada investor global bahwa Indonesia siap menjadi mitra jangka panjang yang stabil dan terpercaya.
WEF 2026: Momentum Strategis Indonesia
WEF 2026 akan berlangsung pada 19–23 Januari 2026 di Davos, Swiss, dan diproyeksikan menjadi salah satu forum global paling strategis di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.
Dengan kehadiran Presiden RI, jajaran menteri ekonomi, serta Danantara Indonesia, Indonesia membawa misi besar: menawarkan investasi berkualitas, berkelanjutan, dan berdampak nyata.
Bagi Danantara, ini adalah panggung global pertama untuk membuktikan diri. Bagi Indonesia, ini adalah langkah penting untuk memperkuat posisi sebagai kekuatan ekonomi baru yang relevan, visioner, dan bertanggung jawab.