Writer: Raodatul - Sabtu, 17 Januari 2026 17:23:27
FYPMedia.id - Larangan keramas atau mencuci rambut saat sedang menstruasi masih menjadi mitos turun-temurun yang dipercaya banyak perempuan hingga hari ini.
Di berbagai daerah, perempuan yang sedang haid kerap diingatkan untuk tidak mandi atau mencuci rambut karena dianggap bisa membuat darah haid “berhenti”, “naik ke kepala”, atau memicu berbagai penyakit.
Padahal, anggapan tersebut tidak memiliki dasar ilmiah dan justru berpotensi menyesatkan. Dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn) menegaskan bahwa keramas maupun mandi saat menstruasi aman dilakukan dan tidak memengaruhi siklus haid.
Dokter Luruskan Mitos Keramas Saat Menstruasi
Spesialis obgyn, Dr dr Andon Hestiantoro, SpOG-KEFR, secara tegas membantah mitos yang menyebutkan bahwa keramas saat haid dapat menghentikan menstruasi atau mengganggu siklus bulanan perempuan.
"Keramas atau mandi tidak menyebabkan menstruasi berhenti secara permanen, bahkan mengganggu siklus haid," tegas dr Andon, dilansir dari detikcom, Sabtu (17/1/2026).
Ia menjelaskan bahwa menstruasi merupakan proses biologis yang sangat kompleks dan tidak bisa dipengaruhi oleh aktivitas sehari-hari seperti mandi atau mencuci rambut.
"Menstruasi adalah proses kompleks yang diatur oleh hormon (estrogen dan progesteron) dari otak (hipotalamus-hipofisis) dan indung telur (ovarium). Aktivitas seperti mandi, keramas, olahraga ringan, atau beraktivitas normal tidak mengubah kadar hormon ini secara signifikan hingga kemudian dapat menghentikan pendarahan," terangnya.
Dengan kata lain, keramas tidak ada hubungannya dengan berhenti atau terganggunya haid. Siklus menstruasi tetap berjalan sesuai mekanisme hormonal alami tubuh perempuan.
Baca Juga: 6 Mitos dan Fakta Mengenai Gangguan Bipolar, Orang Awam Jarang Ketahui
Mengapa Mitos Ini Masih Dipercaya?
Banyak perempuan mengaku pernah merasakan darah haid terlihat berkurang atau seolah berhenti setelah mandi atau keramas, terutama dengan air dingin. Pengalaman inilah yang kemudian menumbuhkan keyakinan keliru bahwa keramas dapat “menghentikan” menstruasi.
Namun menurut dr Andon, kondisi tersebut bukan disebabkan oleh perubahan hormon, melainkan reaksi fisik sementara.
"Darah haid tidak benar-benar berhenti total. Ia hanya mengurangi atau 'tertahan' sementara di dalam rongga rahim atau vagina, dan akan kembali keluar setelah efek siklus dingin hilang atau saat posisi berubah," lanjutnya.
Efek suhu dingin dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit sementara, sehingga aliran darah terlihat berkurang. Begitu suhu tubuh kembali normal, darah haid akan kembali mengalir seperti biasa.
Air Dingin atau Hangat, Mana yang Aman?
Dalam pandangan medis, baik air dingin maupun air hangat sama-sama aman digunakan saat mandi atau keramas selama menstruasi, selama perempuan merasa nyaman.
Air hangat bahkan kerap dianjurkan karena dapat membantu:
- Meredakan nyeri dan kram perut
- Membuat tubuh lebih rileks
- Mengurangi rasa tidak nyaman selama haid
Intinya, tidak ada larangan medis untuk keramas saat haid, baik menggunakan air dingin maupun hangat.
Keramas Saat Haid Justru Dianjurkan
Selain aman, mencuci rambut saat menstruasi justru penting untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan. Saat haid, tubuh mengalami perubahan hormon yang dapat meningkatkan produksi minyak (sebum), termasuk di kulit kepala.
Akibatnya, banyak perempuan merasa rambut lebih cepat lepek dan berminyak selama menstruasi. Jika keramas dihindari selama 2–7 hari masa haid, kotoran dan minyak akan menumpuk.
Kondisi tersebut bisa memicu:
- Kulit kepala gatal
- Ketombe
- Pertumbuhan jamur dan bakteri
- Bau tidak sedap pada rambut
Karena itu, keramas saat haid sebaiknya tetap dilakukan secara rutin, sesuai kebutuhan rambut masing-masing.
Baca Juga: 6 Mitos Terbesar dan Fakta Mengejutkan Seputar Kesehatan yang Perlu Anda Ketahui
Mitos Lain Seputar Menstruasi yang Perlu Diluruskan
Selain larangan keramas, ada pula mitos lain yang masih sering dipercaya, seperti:
- Tidak boleh mandi saat haid
- Tidak boleh berolahraga
- Tidak boleh keluar rumah
Faktanya, semua larangan tersebut tidak memiliki dasar medis. Bahkan, mandi dengan air hangat saat haid dapat membantu melancarkan peredaran darah dan mengurangi rasa nyeri.
Aktivitas fisik ringan seperti jalan santai atau yoga juga terbukti membantu mengurangi kram menstruasi dan memperbaiki suasana hati.
Tips Menjaga Kebersihan Tubuh Saat Menstruasi
Menstruasi bukan alasan untuk mengabaikan kebersihan diri. Justru, menjaga kebersihan saat haid sangat penting untuk mencegah infeksi dan menjaga kesehatan organ reproduksi.
Berikut beberapa tips yang dianjurkan:
- Gunakan pembalut dan ganti setiap 3–5 jam sekali
- Bungkus pembalut bekas sebelum dibuang ke tempat sampah
- Jika menggunakan menstrual cup atau menstrual pad yang bisa dipakai ulang, cuci bersih dan keringkan dengan baik sebelum digunakan kembali
- Tetap mandi minimal 2 kali sehari
- Keramas jika rambut terasa lepek atau berminyak
- Bersihkan area kewanitaan dengan cara yang benar, dari depan ke belakang
- Selalu cuci tangan dengan sabun setelah dari kamar mandi
Langkah-langkah sederhana ini sangat efektif untuk mencegah iritasi, bau tidak sedap, dan infeksi selama menstruasi.
Baca Juga: Benarkah Mandi Malam Berbahaya? Fakta Medis di Balik Mitos Populer
Pentingnya Edukasi untuk Menghapus Mitos
Dokter menekankan bahwa mitos seputar menstruasi seharusnya tidak lagi dipertahankan, apalagi jika bertentangan dengan ilmu kesehatan modern. Edukasi yang benar sangat penting agar perempuan tidak merasa takut atau bersalah melakukan aktivitas normal saat haid.
Ketakutan berlebihan akibat mitos justru bisa berdampak negatif, seperti:
- Mengabaikan kebersihan diri
- Menurunkan rasa percaya diri
- Menimbulkan kecemasan yang tidak perlu
Padahal, menstruasi adalah proses biologis alami yang tidak membuat perempuan “kotor” atau “lemah”.
Kesimpulan: Keramas Saat Haid Aman dan Tidak Berbahaya
Berdasarkan penjelasan medis, dapat disimpulkan bahwa:
- Keramas saat menstruasi tidak menghentikan haid
- Tidak mengganggu siklus hormon
- Tidak menyebabkan penyakit
- Justru penting untuk kebersihan dan kenyamanan
Seperti ditegaskan oleh dr Andon, siklus haid tidak akan terganggu oleh kebiasaan mandi atau keramas, selama dilakukan dengan nyaman.
Dengan memahami fakta ini, perempuan diharapkan tidak lagi ragu untuk merawat diri saat haid dan dapat meninggalkan mitos-mitos lama yang tidak berdasar.