FYP
Media
Memuat Halaman...
0%
ASF Merebak 2026: 7 Fakta Penyakit Virus yang Bikin RI Setop Daging Babi Spanyol

News

ASF Merebak 2026: 7 Fakta Penyakit Virus yang Bikin RI Setop Daging Babi Spanyol

Writer: Astriyani Sijabat - Rabu, 07 Januari 2026 15:23:40

ASF Merebak 2026: 7 Fakta Penyakit Virus yang Bikin RI Setop Daging Babi Spanyol
Sumber gambar: https://www.liputan6.com/health/read/6252255/apa-itu-asf-penyakit-virus-yang-bikin-indonesia-larang-impor-daging-babi-dari-spanyol

FYP Media - Indonesia resmi melarang impor daging babi dan produk turunannya dari Spanyol. Kebijakan tegas ini diambil menyusul merebaknya wabah African Swine Fever (ASF) di Barcelona, yang dinilai berisiko tinggi terhadap sektor peternakan nasional.

Larangan tersebut diumumkan oleh Badan Karantina Indonesia (Barantin) sebagai langkah pencegahan dini agar virus ASF tidak masuk dan menyebar di Tanah Air. Meski tidak menular ke manusia, penyakit ini dikenal sebagai “pembunuh senyap” bagi populasi babi karena tingkat kematiannya yang nyaris mencapai 100 persen.

Kenapa Indonesia Melarang Daging Babi dari Spanyol?

Deputi Bidang Karantina Hewan Barantin, Sriyanto, menyebut larangan ini mengacu pada laporan resmi World Organisation for Animal Health (WOAH) terkait wabah ASF di Spanyol.

“Berdasarkan informasi WOAH Event ID 7065 Follow Up Report 6 tanggal 19 Desember 2025, kami menginstruksikan pengetatan lalu lintas daging babi dan produk turunannya dari Spanyol,” ujar Sriyanto dalam keterangan tertulis.

Langkah ini bukan tanpa alasan. ASF dikenal sangat cepat menyebar, sulit dikendalikan, dan berdampak besar terhadap ekonomi peternakan, terutama di negara dengan konsumsi dan produksi babi yang tinggi.

Apa Itu ASF atau African Swine Fever?

African Swine Fever (ASF) atau Demam Babi Afrika adalah penyakit virus yang sangat menular dan menyerang babi domestik serta babi hutan. Penyakit ini disebabkan oleh African Swine Fever Virus (ASFV) yang termasuk dalam keluarga Asfarviridae dan genus Asfivirus.

Menurut pakar veteriner Universitas Airlangga, Prof. Dr. Imam Mustofa, drh., M.Kes, virus ASF memiliki materi genetik berupa DNA beruntai ganda dan mampu bertahan lama di lingkungan maupun produk olahan daging.

Karena karakteristiknya tersebut, WOAH menilai ASF sebagai salah satu penyakit hewan paling berbahaya di dunia dengan potensi penyebaran lintas negara dan lintas benua.

Seberapa Berbahaya Wabah ASF?

Berbeda dengan flu babi atau penyakit zoonosis lainnya, ASF tidak menular ke manusia. Namun, dampaknya terhadap sektor peternakan bisa sangat menghancurkan.

“ASF tidak membahayakan kesehatan manusia, tetapi dampaknya bisa menghancurkan populasi babi dan perekonomian peternakan,” tulis WOAH di laman resminya.

Di banyak negara, wabah ASF telah menyebabkan:

  • Pemusnahan jutaan ekor babi
  • Kerugian ekonomi triliunan rupiah
  • Gangguan rantai pasok pangan
  • Lonjakan harga daging

Tak heran jika banyak negara, termasuk Indonesia, memilih langkah ekstrem berupa pelarangan impor demi mencegah masuknya virus.

Bagaimana Virus ASF Menyerang Babi?

Virus ASF masuk ke tubuh babi melalui tonsil atau mukosa faring dorsal, lalu menyebar ke kelenjar getah bening mandibula dan retropharyngeal. Setelah itu, virus masuk ke aliran darah dan menyebabkan viremia, yakni penyebaran virus ke seluruh tubuh.

Akibatnya, organ-organ vital babi mengalami kerusakan serius, disertai pendarahan internal masif yang berujung kematian.

Gejala ASF pada Babi yang Perlu Diwaspadai

Gejala ASF biasanya muncul 3 hingga 15 hari setelah infeksi. Berdasarkan tingkat keparahannya, ASF terbagi menjadi dua bentuk utama:

1. Bentuk Akut

  • Demam tinggi
  • Nafsu makan menurun drastis
  • Pembengkakan pada tubuh
  • Pendarahan internal
  • Kematian mendadak

Pada pemeriksaan pascakematian (autopsi), ditemukan ciri khas berupa splenomegali atau pembesaran limpa yang parah akibat pendarahan hebat.

2. Bentuk Kronis

  • Gejala lebih ringan
  • Penurunan berat badan
  • Infeksi berlangsung lama
  • Tetap berisiko tinggi menyebabkan kematian

Kedua bentuk ini sama-sama berbahaya karena belum ada pengobatan yang efektif.

Kenapa ASF Sangat Sulit Dikendalikan?

Ada beberapa alasan utama mengapa ASF disebut sebagai penyakit paling ditakuti peternak babi:

  1. Sangat menular
  2. Tingkat kematian hampir 100 persen
  3. Virus tahan lama di lingkungan dan produk daging
  4. Belum ada vaksin yang efektif secara global
  5. Bisa menyebar lewat pakan, alat, kendaraan, hingga manusia sebagai carrier pasif

Karena itu, satu kasus saja bisa memicu wabah besar jika tidak ditangani cepat.

Bagaimana Cara Penanggulangan ASF?

Hingga kini, pencegahan menjadi satu-satunya senjata utama melawan ASF. Beberapa langkah krusial yang diterapkan di berbagai negara meliputi:

  • Karantina wilayah terdampak
  • Pelacakan dan pemusnahan babi terinfeksi
  • Pengawasan lalu lintas hewan dan produk hewan
  • Sterilisasi kandang dan peralatan
  • Pembatasan impor dari negara terdampak

Deteksi dini juga menjadi kunci. Diagnosis ASF dilakukan melalui:

  • Polymerase Chain Reaction (PCR)
  • Isolasi virus
  • Uji serologi

Pemeriksaan laboratorium yang cepat dan akurat sangat menentukan keberhasilan pengendalian wabah.

Dampak ASF bagi Indonesia Jika Tak Dicegah

Jika virus ASF masuk dan menyebar luas di Indonesia, dampaknya bisa sangat serius, antara lain:

  • Anjloknya populasi babi nasional
  • Kerugian besar bagi peternak
  • Gangguan pasokan pangan
  • Tekanan ekonomi di daerah sentra peternakan

Karena itu, kebijakan larangan impor dari Spanyol dinilai sebagai langkah strategis dan preventif.

Kesimpulan: ASF Tak Menular ke Manusia, Tapi Sangat Mematikan bagi Babi

Wabah ASF di Spanyol menjadi pengingat bahwa ancaman penyakit hewan lintas negara nyata dan berbahaya. Meski tidak menular ke manusia, virus ini bisa menghancurkan industri peternakan dalam waktu singkat.

Dengan memperketat karantina dan melarang impor daging babi dari negara terdampak, Indonesia berupaya menutup pintu masuk virus ASF sejak dini demi menjaga ketahanan pangan dan ekonomi peternakan nasional.

Mau Diskusi Project Baru?

Contact Us