Writer: Raodatul - Kamis, 08 Januari 2026 17:28:11
FYPMedia.id - Mata yang tampak sayu atau sering disebut “mata ngantuk” kerap dianggap sebagai tanda kurang tidur, kelelahan, atau sekadar faktor usia. Namun di balik penampilan yang terlihat sepele tersebut, dunia medis mencatat ada beragam penyebab serius yang perlu diwaspadai, mulai dari gangguan otot kelopak mata, penyakit autoimun, hingga gangguan saraf.
Fenomena mata ngantuk tidak selalu berkaitan dengan kebiasaan begadang. Dalam beberapa kasus, kondisi ini justru menjadi tanda awal gangguan kesehatan yang berpotensi mengganggu penglihatan hingga kualitas hidup seseorang jika tidak ditangani dengan tepat.
Apa Itu Mata Ngantuk dalam Dunia Medis?
Dalam istilah medis, mata yang terlihat turun atau sayu sering kali berkaitan dengan kondisi ptosis.
Mengacu pada penjelasan American Academy of Ophthalmology, ptosis adalah keadaan ketika kelopak mata bagian atas turun hingga menutupi sebagian mata, bahkan bisa menghalangi penglihatan secara menyeluruh.
Kondisi ini dapat terjadi pada satu atau kedua mata, dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Pada kasus ringan, ptosis mungkin hanya mengganggu penampilan.
Namun pada kondisi berat, penglihatan bisa terganggu signifikan dan memerlukan tindakan medis segera.
Meski ptosis menjadi penyebab yang paling dikenal, para ahli menegaskan bahwa mata ngantuk tidak selalu identik dengan ptosis. Ada sejumlah kondisi lain yang juga dapat memicu kelopak mata tampak turun.
Beragam Penyebab Mata Ngantuk yang Perlu Diwaspadai
Berikut sejumlah penyebab mata ngantuk yang telah diidentifikasi secara medis:
Baca Juga: 6 Keajaiban Air Mata saat Mengangis yang Mungkin Belum Kamu Ketahui
1. Dermatochalasis: Kulit Kelopak Mata Mengendur
Dikutip dari Mayo Clinic, dermatochalasis merupakan kondisi di mana kulit kelopak mata menjadi kendur, berlebih, dan melorot akibat hilangnya elastisitas kulit.
Kondisi ini sering ditemukan pada orang dewasa dan lanjut usia. Berbeda dengan ptosis, dermatochalasis bukan disebabkan oleh kelemahan otot pengangkat mata, melainkan oleh penuaan alami pada jaringan kulit.
Akibatnya, kelopak mata terlihat berat, turun, dan memberikan kesan mata selalu lelah atau mengantuk. Pada kondisi tertentu, kulit yang terlalu berlebih bahkan dapat mengganggu lapang pandang.
2. Myasthenia Gravis: Penyakit Autoimun yang Licik
Salah satu penyebab mata ngantuk yang cukup serius adalah myasthenia gravis, penyakit autoimun yang menyerang hubungan antara saraf dan otot.
Pada kondisi ini, sistem kekebalan tubuh menyerang reseptor saraf, sehingga otot-otot yang dikendalikan secara sadar menjadi lemah. Kelopak mata termasuk otot yang paling sering terdampak.
Ciri khas myasthenia gravis adalah kelemahan otot yang fluktuatif. Mata bisa tampak normal di pagi hari, tetapi semakin terlihat turun atau mengantuk pada sore dan malam hari setelah beraktivitas.
Selain ptosis, penderita juga bisa mengalami:
Penglihatan ganda
Kelemahan lengan dan tungkai
Kesulitan bicara, menelan, hingga bernapas
Kondisi ini membutuhkan penanganan medis serius karena dapat berkembang menjadi krisis pernapasan.
3. Sindrom Horner: Gangguan Saraf yang Langka
Penyebab lain mata ngantuk adalah Sindrom Horner, sebuah gangguan neurologis langka yang memengaruhi satu sisi wajah.
Sindrom ini terjadi akibat kerusakan jalur saraf simpatik yang menghubungkan otak dengan mata dan wajah. Akibatnya, muncul kombinasi gejala khas berupa:
Kelopak mata turun (ptosis ringan)
Pupil mengecil
Berkurangnya keringat di satu sisi wajah
Sindrom Horner sering kali menjadi petunjuk adanya penyakit serius lain, seperti stroke, tumor, atau cedera saraf, sehingga memerlukan pemeriksaan lanjutan.
Baca Juga: 6 Tanda Kolesterol Tinggi di Mata yang Wajib Kamu Waspadai Sejak Dini
4. Penyalahgunaan Obat-obatan
Mata yang tampak mengantuk juga dapat disebabkan oleh efek zat tertentu yang menekan sistem saraf pusat.
Penyalahgunaan opioid, misalnya, dapat menimbulkan kelopak mata terkulai, wajah tampak lemas, serta pupil yang sangat kecil atau dikenal sebagai miosis.
Sementara itu, obat penenang seperti benzodiazepin dapat memperlambat aktivitas motorik, membuat ekspresi wajah terlihat kuyu dan mata tampak selalu mengantuk.
Kondisi ini tidak hanya memengaruhi penampilan, tetapi juga menandakan adanya risiko gangguan kesehatan serius.
Mengenal Lebih Dalam Ptosis, Gangguan Kelopak Mata
Secara spesifik, ptosis adalah istilah medis untuk menggambarkan kelopak mata atas yang turun secara abnormal. Meski sering tidak menimbulkan rasa nyeri, ptosis tidak boleh dianggap remeh.
Pada kasus berat, kelopak mata bisa menutupi pupil dan menghambat penglihatan, bahkan meningkatkan risiko kebutaan bila tidak ditangani.
Ptosis dapat muncul:
Sejak lahir (ptosis kongenital)
Berkembang perlahan seiring usia
Muncul tiba-tiba akibat gangguan saraf atau otak
Ptosis yang muncul secara mendadak patut diwaspadai karena bisa menjadi tanda stroke, tumor otak, aneurisma, atau gangguan saraf serius lainnya.
Gejala Ptosis yang Sering Diabaikan
Selain mata terlihat sayu, penderita ptosis sering mengalami gejala tambahan, seperti:
Harus mendongakkan kepala agar bisa melihat jelas
Sering mengangkat alis untuk membuka mata
Nyeri leher dan sakit kepala akibat posisi kepala yang tidak alami
Mata cepat lelah saat membaca atau bekerja
Jika ptosis disebabkan oleh penyakit tertentu seperti myasthenia gravis, gejala sistemik lain juga bisa menyertai, termasuk kelemahan otot dan gangguan bicara.
Penyebab Ptosis dari Sisi Medis
Pada dasarnya, ptosis terjadi ketika otot levator palpebra, yaitu otot pengangkat kelopak mata, mengalami kelemahan atau peregangan.
Kondisi ini dapat disebabkan oleh:
Gangguan perkembangan otot sejak lahir
Faktor penuaan
Penyakit autoimun seperti myasthenia gravis
Distrofi otot
Stroke, tumor, atau aneurisma otak
Sindrom Horner
Cedera mata
Efek samping operasi mata
Efek suntikan botox di sekitar mata
Baca Juga: Bahaya Membaca di Tempat Gelap bagi Kesehatan Mata
Pemeriksaan dan Penanganan Ptosis
Karena penyebabnya beragam, penanganan ptosis harus disesuaikan dengan faktor pemicunya. Dokter mata akan melakukan wawancara medis, pemeriksaan mata menyeluruh, dan tes tambahan bila diperlukan.
Jika ptosis disebabkan oleh penyakit di luar mata, pasien biasanya akan dirujuk ke spesialis lain agar penyebab utama dapat ditangani terlebih dahulu.
Pada ptosis bawaan, operasi sering dianjurkan sejak dini untuk mencegah komplikasi seperti mata malas (ambliopia) atau mata juling yang dapat mengganggu perkembangan penglihatan anak.
Sementara pada orang dewasa, tindakan yang umum dilakukan meliputi:
Operasi kelopak mata untuk memperkuat otot
Pengangkatan kulit berlebih
Penggunaan kacamata khusus penyangga kelopak mata
Jangan Anggap Sepele Mata Ngantuk
Meski sering dianggap hanya masalah estetika atau tanda kelelahan, mata ngantuk bisa menjadi alarm dini gangguan kesehatan serius. Oleh karena itu, pemeriksaan medis sangat dianjurkan jika kelopak mata turun:
Terjadi tiba-tiba
Disertai gangguan penglihatan
Disertai kelemahan otot lain
Memburuk dari waktu ke waktu
Kesimpulan
Mata yang terlihat ngantuk tidak selalu disebabkan oleh kurang tidur atau kelelahan biasa. Ada berbagai kondisi medis di baliknya, mulai dari ptosis, dermatochalasis, penyakit autoimun, gangguan saraf, hingga efek obat-obatan.
Mengenali penyebab mata ngantuk sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi serius.
Jika keluhan ini muncul terus-menerus atau disertai gejala lain, segera konsultasikan ke dokter mata agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.