FYP
Media
Memuat Halaman...
0%
Habis Makan Langsung Minum Teh? Ini Dampak Tersembunyi bagi Tubuh

News

Habis Makan Langsung Minum Teh? Ini Dampak Tersembunyi bagi Tubuh

Writer: Raodatul - Senin, 02 Februari 2026 13:23:23

Habis Makan Langsung Minum Teh? Ini Dampak Tersembunyi bagi Tubuh
Sumber gambar: Ilustrasi Es Teh/Freepik

FYPMedia.id - Minum teh setelah makan merupakan kebiasaan yang sangat lekat dengan budaya makan masyarakat Indonesia. Di warung makan, rumah tangga, hingga restoran, segelas teh, baik teh tawar hangat maupun es teh manis, hampir selalu hadir sebagai pelengkap santapan. Rasanya segar, harganya terjangkau, dan mudah didapatkan.

Namun, di balik kebiasaan yang terlihat sepele ini, para peneliti mengingatkan adanya dampak tersembunyi terhadap kesehatan tubuh, terutama jika dilakukan secara rutin dan tanpa jeda waktu yang tepat. Pertanyaannya, apakah minum teh setelah makan benar-benar berbahaya?

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui penelitinya memberikan penjelasan berbasis riset mengenai efek konsumsi teh yang langsung diminum usai makan.

Penjelasan Peneliti BRIN: Kandungan Teh Tak Bisa Diabaikan

Kepala PR Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional BRIN, Sofa Fajriah, menjelaskan bahwa teh mengandung dua senyawa utama yang berpengaruh pada proses pencernaan dan penyerapan nutrisi, yakni tanin dan kafein.

Kedua zat tersebut bersifat aktif dan dapat memengaruhi bagaimana tubuh menyerap nutrisi penting dari makanan, terutama jika teh diminum tepat setelah makan dan dijadikan kebiasaan harian. 

Dampaknya bisa semakin besar apabila teh dikonsumsi dalam bentuk teh manis dengan kandungan gula tinggi.

Menurut Sofa, efek minum teh setelah makan tidak selalu langsung terasa, tetapi bisa berdampak perlahan dalam jangka panjang jika dilakukan terus-menerus.

Baca Juga:  Air Es dan 4 Fakta Terkait Mitos yang Merusak Ginjal: Kebiasaan Berbahaya yang Perlu Diketahui

Dampak Minum Teh Setelah Makan bagi Tubuh

Berbagai riset menunjukkan bahwa kebiasaan minum teh sesaat setelah makan dapat memengaruhi beberapa aspek kesehatan. Berikut sejumlah dampak yang perlu diperhatikan:

1. Menghambat Penyerapan Zat Besi

Salah satu dampak utama yang paling sering disorot adalah terganggunya penyerapan zat besi. Kandungan tanin dalam teh dapat mengikat zat besi non-heme yang berasal dari bahan nabati seperti sayuran hijau, tahu, dan tempe.

Jika teh diminum bersamaan atau sesaat setelah makan, zat besi dari makanan tersebut tidak dapat diserap tubuh secara optimal. 

Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko anemia, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, remaja, ibu hamil, dan individu dengan pola makan berbasis nabati.

Penelitian menunjukkan bahwa tanin dalam teh dapat menurunkan penyerapan zat besi hingga sekitar 37 persen jika dikonsumsi berdekatan dengan waktu makan.

2. Mengganggu Penyerapan Mineral Lain

Selain zat besi, tanin juga berpotensi menghambat penyerapan mineral penting lainnya seperti kalsium dan zinc. 

Kedua mineral ini memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tulang, sistem imun, serta metabolisme tubuh.

Jika kebiasaan minum teh setelah makan dilakukan setiap hari dalam jangka panjang, efek kumulatifnya dapat berdampak pada kesehatan tulang dan daya tahan tubuh.

3. Asupan Gula Bertambah Tanpa Disadari

Teh manis menjadi pilihan favorit banyak orang. Namun, konsumsi teh manis setelah makan dapat menyebabkan asupan gula harian meningkat tanpa disadari. Padahal, tubuh sebenarnya sudah mendapatkan kalori dari makanan utama.

Jika kebiasaan ini tidak dikontrol, risiko kenaikan berat badan, resistensi insulin, hingga gangguan gula darah bisa meningkat, terutama pada individu yang kurang aktif bergerak atau memiliki riwayat diabetes.

4. Berpotensi Memicu Gangguan Lambung

Kandungan kafein dalam teh dapat memicu produksi asam lambung pada sebagian orang. Risiko ini bisa meningkat jika teh diminum dalam kondisi kental, panas, atau setelah makan besar.

Beberapa keluhan yang kerap muncul antara lain perut kembung, nyeri ulu hati, rasa mual, hingga tidak nyaman di area lambung. 

Orang dengan riwayat gangguan asam lambung disarankan lebih berhati-hati terhadap kebiasaan ini.

Baca Juga: Benarkah Minum Air Es Setelah Olahraga Bisa Picu Jantung? Ini Fakta dan 4 Manfaat Kesehatan yang Wajib Diketahui

Jika Jadi Kebiasaan, Risiko Kesehatan Bisa Meningkat

Jika minum teh setelah makan dilakukan sesekali, dampaknya mungkin tidak terlalu signifikan. Namun, jika kebiasaan ini dilakukan setiap hari dan dalam jangka panjang, risiko gangguan kesehatan bisa meningkat.

Selain anemia dan gangguan pencernaan, ketidakseimbangan nutrisi akibat penyerapan mineral yang terganggu dapat memengaruhi kualitas kesehatan secara keseluruhan.

Kapan Waktu Terbaik Minum Teh?

Meski memiliki potensi efek samping, teh bukanlah minuman yang harus dihindari sepenuhnya. Kuncinya terletak pada waktu dan cara konsumsi.

Berdasarkan rekomendasi riset, waktu terbaik untuk minum teh adalah:

  • Sekitar 1 jam setelah makan, agar tubuh memiliki waktu yang cukup untuk menyerap zat besi dan nutrisi lain secara optimal
  • Sekitar 30 menit sebelum makan, untuk membantu hidrasi dan membantu mengontrol porsi makan

Selain itu, konsumsi teh sebaiknya dibatasi maksimal 2–3 gelas per hari untuk menghindari efek samping akibat kafein dan tanin berlebihan.

Alternatif Minuman yang Lebih Aman Setelah Makan

Sebagai alternatif, air putih menjadi pilihan paling aman setelah makan. Air tidak mengganggu penyerapan zat gizi dan justru membantu proses pencernaan serta menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Pilihan lain adalah jus buah segar tanpa tambahan gula, yang dapat memberikan asupan vitamin dan antioksidan alami. Namun, tetap perlu memperhatikan porsi agar asupan gula alami tidak berlebihan.

Teh Tetap Punya Manfaat Jika Dikonsumsi Bijak

Di sisi lain, teh juga memiliki sejumlah manfaat kesehatan berkat kandungan katekin dan flavonoid yang bersifat antioksidan. Jika dikonsumsi dengan bijak, teh dapat membantu menjaga kesehatan metabolisme dan jantung.

Menurut Sofa Fajriah, teh justru bisa memberi dampak positif jika diminum dengan cara yang tepat.

Teh diketahui dapat membantu mengatur metabolisme lemak setelah makan, mengurangi stres oksidatif dalam tubuh, serta menjaga kesehatan pembuluh darah.

Baca Juga: 6 Keajaiban Air Mata saat Mengangis yang Mungkin Belum Kamu Ketahui

Kesadaran Tubuh Jadi Kunci Utama

Sofa menekankan bahwa kunci utama dalam menjaga kesehatan bukanlah menghindari makanan atau minuman tertentu secara ekstrem, melainkan memahami kebutuhan dan respons tubuh masing-masing.

"Kesadaran akan kondisi tubuh kita sangatlah penting. Dengan memahami tubuh sendiri, kita dapat lebih bijak dalam memilih makanan yang layak dikonsumsi maupun dihindari, menentukan takaran yang sesuai, serta memperhatikan cara mengonsumsinya. Sikap ini bukan hanya menjaga kesehatan, tetapi juga menjadi Langkah sederhana untuk hidup lebih seimbang dan berkualitas," kata Sofa dikutip dari laman Instagram BRIN, Senin (2/2/2026).

Siapa yang Perlu Lebih Waspada?

Beberapa kelompok disarankan lebih berhati-hati dalam kebiasaan minum teh setelah makan, antara lain:

  • Penderita anemia defisiensi besi
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Anak-anak dan remaja dalam masa pertumbuhan
  • Individu dengan gangguan lambung atau asam lambung
  • Orang dengan pola makan dominan nabati

Bagi kelompok ini, konsultasi dengan dokter atau ahli gizi sangat dianjurkan untuk menentukan pola konsumsi teh yang paling aman.

Kesimpulan

Minum teh setelah makan bukanlah kebiasaan yang sepenuhnya salah atau harus dihindari total. Namun, tanpa pengaturan waktu dan jumlah yang tepat, kebiasaan ini bisa membawa dampak kesehatan yang tidak disadari.

Dengan memberi jeda waktu, membatasi konsumsi, memilih teh tawar, serta memahami kondisi tubuh, teh tetap bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat.

Kebiasaan kecil yang dilakukan dengan bijak dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan jangka panjang.

Mau Diskusi Project Baru?

Contact Us