Writer: Raodatul - Senin, 02 Februari 2026 13:57:22
FYPMedia.id - Selama ini, stroke kerap dianggap sebagai penyakit yang hanya menyerang orang lanjut usia, terutama mereka yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi, kolesterol, diabetes, atau gaya hidup tidak sehat.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kasus stroke di usia muda semakin sering terjadi dan memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat.
Menariknya, tidak semua stroke pada usia produktif disebabkan oleh faktor gaya hidup. Dalam sejumlah kasus, pemicunya justru berasal dari kondisi medis yang sudah ada sejak lahir, salah satunya adalah jantung bocor atau secara medis dikenal sebagai Patent Foramen Ovale (PFO).
Kondisi ini kerap luput terdeteksi karena jarang menimbulkan gejala yang jelas. Banyak penderita baru mengetahui adanya kelainan jantung tersebut setelah mengalami stroke secara tiba-tiba.
Apa Itu Jantung Bocor Jenis Patent Foramen Ovale?
Patent Foramen Ovale (PFO) merupakan kondisi jantung bawaan di mana terdapat lubang kecil pada sekat (dinding) antara dua serambi jantung, yaitu serambi kanan dan serambi kiri. Pada kondisi normal, lubang ini seharusnya menutup secara alami setelah bayi lahir.
Namun, pada sebagian orang, lubang tersebut tidak menutup sempurna dan tetap terbuka hingga dewasa. Meski sering disebut sebagai “jantung bocor”, PFO berbeda dengan kelainan jantung bawaan berat lainnya karena umumnya tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.
Masalah muncul ketika lubang kecil ini menjadi jalur pintas bagi gumpalan darah, yang seharusnya disaring oleh paru-paru, untuk langsung menuju otak.
Baca Juga: Waspada! Studi Temukan Golongan Darah A Lebih Berisiko Stroke Usia Muda, Risiko 16% Lebih Tinggi
Kisah Nyata: Stroke di Usia 32 Tahun
Kondisi ini dialami oleh Airin, seorang perempuan berusia 32 tahun yang tinggal di Jakarta Selatan. Di usia yang masih tergolong muda dan produktif, Airin mengalami serangan stroke yang datang secara mendadak.
Awalnya, tidak ada faktor risiko klasik yang menonjol. Gaya hidupnya tergolong normal dan tidak memiliki riwayat penyakit kronis berat.
Namun, setelah menjalani pemeriksaan medis secara menyeluruh, dokter menemukan bahwa penyebab stroke yang dialaminya adalah Patent Foramen Ovale.
Lubang kecil di jantung Airin memungkinkan gumpalan darah dari bagian tubuh lain mengalir langsung menuju otak tanpa melewati paru-paru. Akibatnya, terjadi penyumbatan pembuluh darah di otak yang memicu stroke iskemik.
Demi mencegah serangan stroke berulang, Airin akhirnya memutuskan untuk menjalani prosedur medis berupa penutupan PFO.
"Jadi biar gumpalan darahnya nggak lari ke otak yang menyebabkan stroke gitu," ujar Airin menceritakan alasannya menjalani tindakan medis tersebut.
Mengapa Jantung Bocor Bisa Memicu Stroke?
Mengutip penjelasan dari Harvard Health, paru-paru sebenarnya memiliki peran penting sebagai penyaring alami dalam sistem peredaran darah.
Jaringan pembuluh darah di paru-paru bertugas menangkap dan menghancurkan gumpalan darah kecil sebelum darah dialirkan ke seluruh tubuh.
Namun, pada penderita PFO, mekanisme penyaringan ini bisa terlewati. Darah dari serambi kanan dapat langsung mengalir ke serambi kiri melalui lubang tersebut, tanpa melewati paru-paru terlebih dahulu.
Jika darah yang mengalir tersebut mengandung gumpalan (clot), maka gumpalan itu dapat langsung meluncur ke pembuluh darah otak dan menyebabkan penyumbatan. Inilah yang dikenal sebagai stroke iskemik.
Seorang pakar neurologi dari Massachusetts General Hospital, Dr MingMing Ning, menjelaskan bahwa ukuran lubang PFO sangat berpengaruh terhadap tingkat risiko yang dihadapi pasien.
"Semakin besar ukuran lubang PFO, semakin tinggi pula risiko stroke yang dihadapi pasien," kata Dr Ning.
Baca Juga: Risiko Naik Drastis! Minuman Harian Ini Diam-Diam Picu Stroke
PFO Sering Tak Bergejala, Ini yang Berbahaya
Salah satu alasan mengapa PFO berbahaya adalah karena kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala fisik yang jelas. Banyak orang hidup bertahun-tahun tanpa menyadari bahwa mereka memiliki lubang kecil di jantungnya.
Sebagian besar penderita baru mengetahui adanya PFO setelah mengalami:
- Stroke mendadak di usia muda
- Serangan migrain berat yang tidak biasa
- Gangguan saraf tanpa sebab yang jelas
Dr Ning menambahkan bahwa PFO memungkinkan zat-zat berbahaya yang seharusnya tersaring di paru-paru justru masuk ke sirkulasi darah utama.
"PFO memungkinkan zat berbahaya yang tidak tersaring masuk ke sirkulasi darah, yang mempermudah terbentuknya gumpalan," jelas Dr Ning.
Gejala Stroke pada Usia Muda yang Tidak Boleh Diabaikan
Stroke pada usia muda sering kali tidak disangka karena dianggap sebagai kelelahan atau gangguan ringan. Padahal, gejalanya bisa muncul secara tiba-tiba dan progresif.
Beberapa tanda stroke yang perlu diwaspadai antara lain:
- Bicara mendadak pelo atau tidak jelas
- Mati rasa atau kesemutan di wajah, tangan, atau kaki
- Kelemahan mendadak pada satu sisi tubuh
- Gangguan penglihatan secara tiba-tiba
- Sakit kepala hebat tanpa sebab yang jelas
Jika gejala-gejala tersebut muncul, terutama pada usia muda, pemeriksaan medis harus segera dilakukan.
Pentingnya Deteksi Dini Lewat Pemeriksaan Jantung
Bagi individu usia muda yang mengalami stroke tanpa faktor risiko klasik, para ahli menyarankan untuk melakukan pemeriksaan jantung secara menyeluruh, salah satunya melalui echocardiogram.
Pemeriksaan ini memungkinkan dokter untuk melihat struktur jantung dan mendeteksi adanya lubang atau kebocoran pada sekat jantung.
Dengan diagnosis yang tepat, risiko stroke berulang dapat ditekan melalui pengobatan atau tindakan medis lanjutan.
Baca Juga: 5 Fakta Mengejutkan: Tidur dengan Lampu Menyala Bisa Naikkan Risiko Penyakit Jantung hingga 56%
Pilihan Penanganan PFO
Tidak semua kasus PFO memerlukan tindakan operasi. Penanganan biasanya disesuaikan dengan kondisi pasien, ukuran lubang, serta riwayat stroke yang dialami.
Beberapa opsi penanganan antara lain:
- Terapi obat pengencer darah untuk mencegah pembentukan gumpalan
- Pemantauan rutin jika risiko dinilai rendah
- Prosedur penutupan PFO menggunakan alat khusus melalui kateter
Keputusan penanganan harus dilakukan berdasarkan evaluasi dokter spesialis jantung dan saraf.
Kesadaran Stroke Usia Muda Perlu Ditingkatkan
Meningkatnya kasus stroke di usia produktif menjadi pengingat bahwa penyakit ini tidak mengenal usia. Faktor bawaan seperti PFO dapat menjadi pemicu serius meski tanpa gejala sebelumnya.
Kesadaran untuk mengenali tanda stroke, melakukan pemeriksaan lanjutan, serta tidak menyepelekan keluhan neurologis sangat penting untuk mencegah dampak jangka panjang yang lebih berat.
Kesimpulan
Jantung bocor jenis Patent Foramen Ovale mungkin tampak sepele karena jarang menimbulkan gejala.
Namun, pada sebagian orang, kondisi ini bisa menjadi pemicu stroke yang mengancam kualitas hidup di usia muda.
Deteksi dini, edukasi kesehatan, serta penanganan yang tepat menjadi kunci untuk mencegah risiko yang lebih besar. Stroke bukan hanya soal usia, melainkan tentang kewaspadaan dan pemahaman terhadap kondisi tubuh sendiri.