Writer: Raodatul - Senin, 02 Februari 2026 11:00:11
FYPMedia.id - Musibah kebakaran kembali melanda kawasan padat aktivitas perdagangan di Kota Tangerang Selatan. Sebuah gudang dekorasi beserta empat ruko tekstil di kawasan Cipadu, Pondok Aren, dilalap api pada Minggu (1/2/2026).
Peristiwa ini menyebabkan kerusakan total dan menimbulkan kerugian materi yang ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Tangerang Selatan menyebutkan bahwa tingkat kerusakan akibat kebakaran tersebut mencapai 100 persen. Api dengan cepat membesar karena material yang terbakar didominasi bahan mudah menyala.
"Taksiran kerugian kurang lebih Rp 7 miliar," kata Kepala Dinas Damkar Kota Tangerang Selatan, Ahmad Dohiri Adam, dilansir dari detikcom, Senin (2/2/2026).
Api Mengamuk di Gudang Dekorasi dan Ruko Tekstil
Kebakaran terjadi di Jalan Pajak Raya, Cipadu, Kelurahan Juramangu Timur, Kecamatan Pondok Aren. Lokasi tersebut dikenal sebagai kawasan perdagangan tekstil dan dekorasi yang cukup ramai, terutama pada akhir pekan.
Objek yang terdampak meliputi satu gudang dekorasi dengan luas sekitar 500 meter persegi serta empat ruko yang menjual tekstil. Seluruh bangunan tersebut dilaporkan terbakar habis.
"4 ruko jual tekstil, 1 gudang dekorasi seluas lebih kurang 500 meter persegi yang membuat dahsyat api berkobar karena ada kayu dan triplek dan styrofoam untuk dibuat dekorasi," ujar Ahmad Dohiri.
Material dekorasi seperti kayu, triplek, dan styrofoam disebut menjadi faktor utama yang mempercepat perambatan api. Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan sulit dikendalikan pada fase awal kebakaran.
Baca Juga: Angin Santa Ana: Anomali Iklim Kebakaran Musim Dingin di Los Angeles
Laporan Masuk Sore Hari, Api Padam Dini Hari
Dohiri menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran pada Minggu sore, tepatnya pukul 17.52 WIB. Mendapat laporan tersebut, Damkar Tangsel langsung bergerak cepat dengan mengerahkan armada dan personel ke lokasi kejadian.
Melihat skala kebakaran yang cukup besar, Damkar Tangsel meminta bantuan lintas wilayah. Total sebanyak 29 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api.
Armada tersebut terdiri dari 10 unit mobil damkar milik Kota Tangerang Selatan, 15 unit bantuan dari Damkar Kota Tangerang, serta empat unit tambahan dari DKI Jakarta.
Selain itu, sebanyak 150 personel pemadam kebakaran dan 15 anggota relawan pemadam kebakaran (Redkar) diterjunkan ke lokasi.
Proses pemadaman berlangsung cukup lama. Petugas harus berjibaku melawan api selama hampir 11 jam hingga akhirnya api berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Setelah upaya pemadaman intensif, kebakaran baru dapat dikendalikan dan dinyatakan selesai pada Senin dini hari sekitar pukul 04.41 WIB.
Dugaan Sementara Penyebab Kebakaran
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses pendalaman. Namun, Damkar Tangsel menyampaikan dugaan awal terkait sumber api.
“Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah konsleting listrik,” imbuh Dohiri.
Meski demikian, pihaknya menegaskan bahwa penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan penyebab kebakaran secara akurat.
Pendalaman ini penting untuk mencegah kejadian serupa terulang, terutama di kawasan usaha dengan risiko kebakaran tinggi.
Tidak Ada Korban Jiwa, Damkar Alami Luka Ringan
Dalam peristiwa kebakaran ini, Damkar memastikan tidak ada korban jiwa dari warga maupun pemilik usaha. Seluruh bangunan yang terbakar dilaporkan dalam kondisi kosong saat api melalap lokasi.
Namun, di tengah proses pemadaman yang panjang dan berat, sejumlah petugas pemadam kebakaran mengalami luka ringan. Mereka terluka akibat kelelahan dan kondisi lapangan yang cukup ekstrem.
"Hambatan radio komunikasi, senter dan masyarakat berkerumun. Personil Damkar yang terlibat 150 orang, anggota Redkar 15 orang," ujar Ahmad Dohiri.
Pada kesempatan lain, Dohiri juga menyebutkan bahwa satu anggota damkar dilaporkan mengalami luka ringan saat menjalankan tugas pemadaman api.
Baca Juga: 22 Korban Tewas Kebakaran Ruko Terra Drone Berhasil Diidentifikasi Tanpa Tes DNA
Hambatan di Lapangan Saat Pemadaman
Proses pemadaman kebakaran di Cipadu tidak berjalan mulus. Petugas menghadapi sejumlah kendala yang cukup menghambat kerja di lapangan.
“Hambatan di lapangan antara lain radio komunikasi, senter, masker, serta masyarakat yang berkerumun,” ucap Dohiri.
Keterbatasan alat komunikasi dan penerangan menjadi tantangan tersendiri, terutama saat proses pemadaman berlangsung hingga malam hari. Selain itu, banyaknya warga yang berkerumun di sekitar lokasi juga menyulitkan pergerakan armada dan personel damkar.
Meski menghadapi berbagai kendala, petugas tetap bekerja maksimal hingga api benar-benar padam dan tidak menyisakan potensi kebakaran ulang.
Kerusakan Total, Aktivitas Usaha Lumpuh
Kebakaran ini menyebabkan seluruh bangunan yang terdampak mengalami kerusakan total. Gudang dekorasi dan empat ruko tekstil tersebut dipastikan tidak bisa digunakan kembali dalam waktu dekat.
Kerugian material yang ditaksir mencapai Rp 7 miliar menjadi pukulan berat bagi para pemilik usaha. Selain kerusakan bangunan, seluruh stok barang dagangan, bahan dekorasi, dan perlengkapan usaha turut hangus terbakar.
Kawasan Cipadu sendiri dikenal sebagai sentra perdagangan tekstil dan dekorasi yang menopang roda perekonomian warga sekitar. Kebakaran ini diperkirakan berdampak pada terganggunya aktivitas ekonomi di lingkungan tersebut.
Lokasi Dinyatakan Aman
Setelah proses pemadaman selesai, petugas Damkar melakukan pendinginan dan pengecekan menyeluruh untuk memastikan tidak ada titik api tersisa.
Dohiri memastikan bahwa hingga saat ini, lokasi kebakaran telah dinyatakan aman dan tidak ditemukan potensi api kembali menyala.
Langkah pengamanan dilakukan untuk mencegah kebakaran susulan, terutama mengingat masih banyak material sisa bangunan yang mudah terbakar.
Baca Juga: 4 Orang Tewas dalam Kebakaran Hebat di Tebet, Diduga Korsleting Listrik
Imbauan Waspada Bahaya Korsleting Listrik
Menanggapi kejadian ini, Damkar Tangsel kembali mengimbau masyarakat, khususnya pelaku usaha, agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran akibat korsleting listrik.
Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, penggunaan peralatan sesuai standar, serta penyediaan alat pemadam api ringan (APAR) dinilai penting untuk meminimalkan risiko kebakaran.
Kawasan usaha dengan material mudah terbakar seperti kayu, kain, dan styrofoam disebut memiliki tingkat risiko kebakaran yang lebih tinggi, sehingga memerlukan sistem pengamanan ekstra.
Penutup: Kebakaran Jadi Pengingat Kewaspadaan
Peristiwa kebakaran gudang dekorasi dan ruko tekstil di Cipadu, Tangerang Selatan, menjadi pengingat penting akan bahaya kebakaran di kawasan usaha padat.
Meski tidak menelan korban jiwa, kerugian materi yang mencapai Rp 7 miliar menunjukkan betapa besarnya dampak yang ditimbulkan.
Dengan upaya cepat dan kerja keras ratusan petugas, api berhasil dipadamkan setelah hampir 11 jam. Kini, fokus beralih pada proses penyelidikan penyebab kebakaran serta pemulihan pascakejadian.
Damkar Tangsel menegaskan akan terus meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat demi melindungi keselamatan warga dan aset usaha di wilayah Tangerang Selatan.