Writer: Raodatul - Sabtu, 24 Januari 2026 17:15:42
FYPMedia.id - Fenomena mabuk “whip pink” belakangan ramai diperbincangkan di media sosial dan memicu kekhawatiran di kalangan tenaga kesehatan. Produk yang sejatinya digunakan sebagai alat dapur untuk membuat whipped cream ini mulai disalahgunakan oleh sebagian kalangan, terutama anak muda, untuk mencari sensasi euforia singkat dengan cara dihirup langsung.
Guru Besar Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Zullies Ikawati, menegaskan bahwa praktik tersebut bukan sekadar tren iseng, melainkan tindakan berisiko tinggi yang dapat berdampak serius pada kesehatan, terutama sistem saraf dan fungsi otak.
Apa Itu Whip Pink dan Mengapa Legal?
Whip pink merupakan tabung gas kecil berisi dinitrogen oksida (N₂O), senyawa yang umum digunakan dalam industri makanan sebagai bahan pembuat whipped cream agar krim mengembang dan bertekstur lembut. Dalam konteks ini, whip pink bersifat legal dan aman jika digunakan sesuai peruntukannya.
Tak hanya di dunia kuliner, dinitrogen oksida juga dikenal luas dalam dunia medis. Gas ini digunakan sebagai anestesi ringan, terutama dalam tindakan kedokteran gigi atau proses persalinan, dengan catatan dosisnya sangat terkontrol dan selalu dicampur dengan oksigen.
"Serta diawasi oleh tenaga kesehatan," sorot Prof Zullies, dilansor dari detikcom, Sabtu (24/1/2026).
Penggunaan medis tersebut, lanjut Prof Zullies, dilakukan dengan standar ketat demi mencegah efek samping berbahaya. Masalah muncul ketika zat ini digunakan di luar konteks medis dan tanpa pengawasan profesional.
Baca Juga: Cara Membesarkan Otot dengan Cepat dan Aman: Panduan untuk Pemula
Penyalahgunaan yang Berujung Bahaya
Menurut Prof Zullies, dinitrogen oksida menjadi berbahaya saat sengaja dihirup langsung untuk tujuan rekreasional. Ketika gas tersebut masuk ke tubuh, efeknya bekerja cepat pada otak dan sistem saraf pusat.
"Gas ini memengaruhi pelepasan zat kimia di otak, seperti dopamin, yang berperan dalam rasa senang dan nyaman. Inilah sebabnya pengguna bisa merasakan euforia singkat, rasa ringan, tertawa tanpa sebab, atau sensasi 'melayang'. Efek ini muncul cepat dan hilang cepat, sehingga mendorong sebagian orang untuk mengulang pemakaian," beber Prof Zullies.
Efek yang cepat hilang inilah yang membuat pengguna tergoda untuk menghirup gas tersebut berulang kali dalam waktu singkat, tanpa menyadari bahwa tubuh sedang berada dalam kondisi berbahaya.
Risiko Kekurangan Oksigen hingga Kematian Mendadak
Salah satu bahaya utama dari mabuk whip pink adalah hipoksia, kondisi ketika tubuh kekurangan oksigen. Dinitrogen oksida dapat menggantikan oksigen di paru-paru, sehingga pasokan oksigen ke organ vital berkurang drastis.
Jika kondisi ini terjadi berulang dan dalam jumlah besar, dampaknya bisa sangat serius.
Prof Zullies menjelaskan, hipoksia dapat memicu berbagai gejala mulai dari pusing, mual, hingga kehilangan kesadaran. Dalam kondisi ekstrem, kekurangan oksigen bisa menyebabkan gangguan pernapasan berat dan bahkan kematian mendadak.
Bahaya ini kerap luput disadari karena efek awal yang dirasakan pengguna cenderung terasa “ringan” dan menyenangkan. Padahal, di balik sensasi tersebut, tubuh sedang mengalami tekanan yang tidak kecil.
Ancaman Kerusakan Saraf yang Bisa Menetap
Tak hanya berisiko pada sistem pernapasan, penyalahgunaan dinitrogen oksida juga berdampak langsung pada sistem saraf. Prof Zullies mengungkapkan bahwa penggunaan gas ini secara berulang dapat mengganggu fungsi vitamin B12 dalam tubuh.
Vitamin B12 memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan saraf dan pembentukan sel darah merah. Ketika fungsinya terganggu, risiko gangguan saraf pun meningkat tajam.
"Selain itu, penggunaan berulang dapat mengganggu fungsi vitamin B12, yang penting bagi saraf, sehingga berisiko menimbulkan kesemutan, mati rasa, gangguan berjalan, hingga kerusakan saraf yang bisa menetap," lanjutnya.
Dalam beberapa kasus, kerusakan saraf akibat defisiensi vitamin B12 tidak selalu bisa dipulihkan sepenuhnya, terutama jika penyalahgunaan berlangsung dalam jangka panjang.
Baca Juga: 4 Fakta Penting Cacar Air: Gejala, dan Pentingnya Vaksinasi untuk Mengurangi Risiko Komplikasi
Bukan Narkoba, Tapi Tetap Zat Psikoaktif Berbahaya
Salah satu alasan whip pink kerap diremehkan adalah statusnya yang bukan termasuk narkotika atau psikotropika. Karena dijual bebas sebagai alat dapur, banyak orang menganggap gas ini aman dan tidak berbahaya.
Namun, Prof Zullies menegaskan bahwa anggapan tersebut keliru.
"Karena dijual bebas sebagai alat dapur, gas ini sering dianggap aman dan 'bukan narkoba'. Padahal, meskipun bukan narkotika, N₂O tetap merupakan zat psikoaktif yang berbahaya bila disalahgunakan. Efeknya mungkin terasa ringan di awal, tetapi dampaknya terhadap kesehatan bisa berat dan tidak selalu bisa dipulihkan," wanti-wanti Prof Zullies.
Zat psikoaktif adalah senyawa yang dapat memengaruhi fungsi otak, suasana hati, dan perilaku. Dalam konteks ini, dinitrogen oksida memiliki potensi bahaya yang nyata ketika digunakan di luar tujuan aslinya.
Tren Media Sosial yang Menyesatkan
Maraknya konten di media sosial yang menampilkan mabuk whip pink sebagai sesuatu yang lucu, aman, atau sekadar hiburan menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya penyalahgunaan.
Prof Zullies menilai tren semacam ini sangat berbahaya karena dapat menormalisasi perilaku berisiko.
Ia mengingatkan bahwa efek kesehatan tidak selalu muncul secara instan. Banyak dampak serius baru terasa setelah penggunaan berulang dalam jangka waktu tertentu, ketika kerusakan sudah terlanjur terjadi.
Fenomena ini mirip dengan penyalahgunaan zat lain yang awalnya dianggap “ringan”, namun pada akhirnya memicu masalah kesehatan jangka panjang.
Imbauan Keras untuk Masyarakat
Prof Zullies mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak tergoda mengikuti tren berbahaya hanya demi sensasi sesaat.
Menurutnya, efek euforia singkat yang ditawarkan whip pink sama sekali tidak sebanding dengan risiko kesehatan yang mengintai.
Ia juga mendorong orang tua, pendidik, dan lingkungan sekitar untuk lebih waspada serta aktif memberikan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan zat legal yang memiliki potensi risiko tinggi.
Kesadaran kolektif, kata dia, menjadi kunci untuk mencegah meluasnya praktik berbahaya ini.
Baca Juga: 100 Gram Ceker Ayam Mengandung 84 mg Kolesterol—Ahli Jelaskan Risikonya
Perlu Edukasi dan Pengawasan Lebih Ketat
Meski whip pink berstatus legal, Prof Zullies menilai perlu ada edukasi yang lebih masif mengenai fungsi dan risiko penggunaannya.
Edukasi ini penting agar masyarakat memahami bahwa legalitas suatu produk tidak otomatis menjadikannya aman dalam segala konteks.
Pengawasan penjualan, terutama kepada kelompok usia rentan, juga dinilai perlu diperketat agar penyalahgunaan tidak semakin meluas.
Pesan Penting dari Ahli Farmasi
Menutup peringatannya, Prof Zullies kembali menekankan bahwa dinitrogen oksida bukanlah mainan. Gas ini memiliki manfaat besar jika digunakan sesuai aturan, namun bisa berubah menjadi ancaman serius bila disalahgunakan.
Ia mengingatkan bahwa kesehatan otak dan saraf adalah aset jangka panjang yang tidak tergantikan. Kerusakan yang terjadi akibat keputusan impulsif hari ini bisa berdampak seumur hidup.
Dengan meningkatnya tren mabuk whip pink, peringatan dari kalangan akademisi dan tenaga kesehatan menjadi alarm keras agar masyarakat tidak terlena oleh sensasi sesaat yang berujung petaka.