Writer: Raodatul - Senin, 26 Januari 2026 16:38:42
FYPMedia.id - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi membuka tahun 2026 dengan menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) ritel pertama. Instrumen tersebut hadir dalam bentuk Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI029 yang ditawarkan kepada masyarakat luas dengan target ambisius, yakni menghimpun dana hingga Rp25 triliun untuk membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
Penerbitan ORI029 menjadi langkah strategis pemerintah dalam menjaga kesinambungan pembiayaan negara sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam pembangunan nasional.
Di tengah dinamika ekonomi global dan tantangan fiskal, SBN ritel kembali menjadi pilihan investasi aman, stabil, dan terjangkau bagi investor pemula maupun berpengalaman.
SBN Ritel Pertama di 2026, ORI029 Hadir Dua Tenor
ORI029 ditawarkan dalam dua seri, yakni ORI029T3 dengan tenor tiga tahun dan ORI029T6 dengan tenor enam tahun. Keduanya menggunakan skema kupon tetap (fixed rate) yang dibayarkan secara rutin setiap bulan langsung ke rekening investor.
Pelaksana Tugas Direktur Surat Utang Negara (SUN) Kemenkeu, Novi Puspita Wardani, menjelaskan bahwa ORI029 mulai dipasarkan kepada masyarakat sejak Senin, 26 Januari 2026.
"Jadi tepatnya pukul 09.00 WIB tadi, investor sudah bisa membeli ORI029. Kita menawarkan dua tenor sekaligus sehingga investor yang ingin beli tenornya lebih panjang silakan, atau mau yang tenor pendek silakan juga," kata Novi dalam media briefing di Kemenkeu, Jakarta Pusat, dilansir dari detikcom, Senin (26/1/2026).
Masa penawaran ORI029 dibuka mulai 26 Januari 2026 pukul 09.00 WIB dan akan ditutup pada 19 Februari 2026 pukul 10.00 WIB. Selama periode tersebut, masyarakat dapat melakukan pemesanan melalui mitra distribusi resmi yang telah ditunjuk pemerintah.
Baca Juga: Dominasi Investor Ritel Menguat, OJK Dorong Perlindungan Pasar Modal
Imbal Hasil Menarik dengan Kupon Tetap
Dari sisi imbal hasil, ORI029 menawarkan tingkat kupon yang kompetitif di tengah kondisi suku bunga yang masih fluktuatif.
Seri ORI029T3 memiliki kupon tetap sebesar 5,45% per tahun, sementara ORI029T6 menawarkan kupon lebih tinggi, yakni 5,80% per tahun.
Untuk ORI029T3, instrumen ini akan jatuh tempo pada 15 Februari 2029. Nilai pemesanan minimum ditetapkan sebesar Rp1 juta, dengan batas maksimum Rp5 miliar per investor. Kupon dibayarkan setiap tanggal 15 setiap bulan, dengan pembayaran pertama pada 15 April 2026.
Setelah melewati masa holding period satu kali pembayaran kupon, investor sudah dapat memperjualbelikan ORI029T3 di pasar sekunder mulai 16 April 2026.
Sementara itu, ORI029T6 memiliki jatuh tempo lebih panjang hingga 15 Februari 2032. Minimal pemesanan tetap Rp1 juta, namun batas maksimal pembelian diperbesar hingga Rp10 miliar. Skema pembayaran kupon dan holding period sama dengan seri tenor tiga tahun.
"Kalau yang 6 tahun kuponnya 5,8% per tahun sampai dengan nanti 15 Februari 2032. Kalau yang 3 tahun, 5,45% sampai 15 Februari 2029," jelas Novi.
Kenapa Ada Batas Maksimal Pembelian?
Penetapan batas maksimum pembelian ORI029 bukan tanpa alasan. Pemerintah ingin memastikan instrumen SBN ritel benar-benar dapat diakses secara merata oleh masyarakat luas, bukan hanya didominasi investor bermodal besar.
"Kenapa kita batasi ada maksimumnya? Karena kalau tidak dibatasi, terus kemudian ada investor-investor besar yang mereka juga ingin membeli SBN Ritel ini, yang investor individu yang mungkin mau belajar, yang punyanya cuma Rp 1 juta jadi nggak kebagian. Makanya kita di sini ada maksimum pembelian," ujar Novi.
Dengan kebijakan ini, ORI029 diharapkan dapat menjadi pintu masuk investasi yang inklusif, terutama bagi generasi muda dan investor pemula yang baru mulai mengenal pasar keuangan.
Target Rp25 Triliun untuk APBN 2026
Pemerintah menargetkan penjualan ORI029 mampu menghimpun dana sekitar Rp25 triliun. Seluruh dana yang terkumpul akan digunakan untuk membiayai kebutuhan APBN 2026, mulai dari pembangunan infrastruktur, layanan publik, hingga program-program strategis nasional.
"Dari penjualan ORI029 ini pemerintah incar Rp 25 triliun untuk APBN," ujar Novi.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa investasi di ORI bukan hanya soal keuntungan pribadi, tetapi juga memiliki dampak sosial yang besar.
"Jadi selain memperoleh keuntungan secara finansial atau pribadi, bisa juga mendukung APBN. Jadi secara sosial bisa didapatkan di sini. Artinya kalau beli SBN, turut membiayai APBN," tutur Novi.
Baca Juga: Satgas PKH Usut Dugaan Pidana 28 Perusahaan, Izin Dicabut Prabowo
ORI029 Cocok untuk Investor Pemula
Dengan nilai minimum pemesanan hanya Rp1 juta, ORI029 dinilai sangat ramah bagi investor pemula, termasuk generasi muda yang baru belajar mengelola keuangan dan investasi.
"Minimalnya adalah Rp 1 juta rupiah. Ini saya rasa kalau untuk teman-teman yang generasi muda yang baru belajar investasi, it is affordable," imbuh Novi.
Selain itu, ORI029 bersifat tradable, artinya dapat diperjualbelikan di pasar sekunder setelah masa holding period berakhir. Fitur ini memberikan fleksibilitas tambahan bagi investor yang ingin mencairkan investasinya sebelum jatuh tempo atau memanfaatkan peluang capital gain.
"ORI ini tradable. Jadi kalau holding period sudah selesai hanya satu kali kupon sudah bisa diperdagangkan. Ada potensi keuntungan juga kalau harga jualnya lebih tinggi," kata Novi.
Keunggulan ORI Dibanding Instrumen Lain
Sebagai SBN ritel, ORI029 memiliki sejumlah keunggulan utama. Pertama, instrumen ini dijamin penuh oleh negara berdasarkan Undang-Undang, sehingga risiko gagal bayar praktis nol.
Kedua, kupon tetap memberikan kepastian pendapatan bulanan, cocok bagi investor yang menginginkan arus kas stabil. Ketiga, proses pembelian mudah karena dapat dilakukan secara online melalui mitra distribusi resmi.
Dengan karakteristik tersebut, ORI029 sering diposisikan sebagai alternatif investasi yang lebih aman dibandingkan saham, sekaligus lebih menarik dibandingkan tabungan atau deposito konvensional.
Baca Juga: Emiten Boy Thohir Disorot Global, EMAS Dikabarkan IPO di Hong Kong
28 Mitra Distribusi Siap Layani Investor
Untuk memudahkan akses masyarakat, pemerintah menunjuk 28 mitra distribusi resmi yang terdiri dari bank umum, perusahaan efek, dan platform digital.
Sebanyak 18 bank umum yang menjadi mitra distribusi ORI029 antara lain BNI, BRI, Bank Mandiri, BTN, BCA, Bank Mega, Danamon, Permata Bank, HSBC, OCBC, CIMB Niaga, Panin Bank, SMBC, DBS, Bank Victoria, UOB, Standard Chartered, dan Maybank.
Selain itu, enam perusahaan efek yang ditunjuk meliputi Mandiri Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas, BNI Sekuritas, Trimegah Sekuritas, Panin Sekuritas, serta Phillip Sekuritas Indonesia.
Adapun empat platform digital yang ikut memasarkan ORI029 adalah Bibit, Bareksa, Tanamduit, dan FUNDtastic.
Partisipasi Publik dalam Pembiayaan Negara
Penerbitan ORI029 kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk melibatkan masyarakat secara aktif dalam pembiayaan negara. Melalui SBN ritel, masyarakat tidak hanya berperan sebagai investor, tetapi juga sebagai bagian dari solusi pembangunan nasional.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, ORI029 hadir sebagai instrumen investasi yang menggabungkan unsur keamanan, imbal hasil kompetitif, serta kontribusi nyata bagi negara.
Dengan target Rp25 triliun, pemerintah optimistis minat masyarakat terhadap SBN ritel akan tetap tinggi, seiring meningkatnya literasi keuangan dan kesadaran investasi di Tanah Air.