Writer: Raodatul - Selasa, 20 Januari 2026 08:00:00
FYPMedia.id - Traveling seharusnya menjadi momen menyenangkan untuk melepas penat, menjelajah tempat baru, dan menikmati pengalaman berbeda. Namun, bagi banyak orang, masalah pencernaan seperti diare, mual, sakit perut, atau mabuk perjalanan justru menjadi mimpi buruk yang bisa merusak seluruh rencana liburan.
Gangguan pencernaan saat bepergian bukan hal sepele. Selain membuat tubuh lemas, kondisi ini dapat menghambat aktivitas, memaksa wisatawan beristirahat di hotel, bahkan membutuhkan perawatan medis darurat.
Karena itu, memahami cara menjaga kesehatan pencernaan selama traveling menjadi kunci penting agar perjalanan tetap aman, lancar, dan nyaman.
Mengapa Traveling Rentan Gangguan Pencernaan?
Perubahan lingkungan, pola makan, dan rutinitas harian menjadi pemicu utama gangguan pencernaan saat traveling. Saat bepergian, tubuh harus beradaptasi dengan:
- Makanan baru yang belum tentu cocok
- Perubahan jam makan dan tidur
- Paparan bakteri atau virus dari air dan makanan
- Stres perjalanan dan kelelahan
- Kebersihan lingkungan yang berbeda dari keseharian
Tak heran, bahkan orang yang jarang sakit pun bisa mengalami diare atau gangguan perut ketika traveling, terutama ke daerah dengan standar sanitasi yang berbeda.
Baca Juga: 6 Kota Teraman di Eropa 2025, Bebas Copet & Nyaman untuk Solo Traveler!
Kenali Kondisi Tubuh Sebelum Berangkat
Ahli gastroenterologi di Endeavor Health, Chicago, Andrew Moore, menekankan pentingnya mengenali kondisi tubuh sebelum bepergian, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat gangguan pencernaan kronis.
"Perubahan rutinitas dan makanan baru bisa mengganggu pencernaan. Jadi, bawa obat untuk mual, sakit maag, diare, atau sembelit. Jika pergi ke wilayah berisiko penyakit seperti kolera atau demam tifoid, konsultasikan vaksinasi lebih awal," kata Moore dilansir dari CNA, Selasa (20/1/2026).
Bagi penderita penyakit Crohn, sindrom iritasi usus besar (IBS), atau gangguan lambung, persiapan ekstra sangat diperlukan agar perjalanan tidak berubah menjadi pengalaman menyiksa.
Riset Makanan Lokal dan Bawa Camilan Aman
Salah satu kesalahan umum traveler adalah terlalu impulsif mencoba semua jenis makanan tanpa riset. Padahal, mengenali makanan lokal yang aman dan membawa camilan sendiri dapat membantu menjaga pencernaan tetap stabil.
Camilan ringan seperti biskuit gandum, granola, atau makanan instan yang familiar dapat menjadi penyelamat saat perut mulai terasa tidak nyaman atau sulit menemukan makanan yang sesuai.
Air dan Es Batu, Sumber Masalah yang Sering Diremehkan
Kualitas air menjadi faktor krusial dalam mencegah gangguan pencernaan. Mantan direktur Water-to-Go, Paul Connolly, mengingatkan bahwa air minum yang tidak aman dapat menjadi sumber utama bakteri dan parasit.
Ia menyarankan penggunaan botol air dengan filter khusus untuk membunuh mikroba berbahaya. Selain itu, traveler disarankan memilih air kemasan dengan segel utuh atau minuman panas seperti teh dan kopi.
Es batu, meski tampak sepele, justru menjadi salah satu penyebab utama diare wisatawan karena sering dibuat dari air yang tidak matang atau kurang bersih.
Prinsip Aman Makanan: Rebus, Masak, Kupas, atau Tinggalkan
CEO Stop Foodborne Illness, Sandra Eskin, membagikan prinsip sederhana namun sangat efektif dalam memilih makanan selama traveling.
Traveler disarankan hanya mengonsumsi makanan yang:
- Direbus
- Dimasak matang
- Dikupas sendiri
Jika tidak memenuhi salah satu kriteria tersebut, sebaiknya makanan tersebut dihindari, terutama makanan jalanan yang kebersihannya sulit dipastikan.
Baca Juga: 7 Tren Liburan 2026 yang Mengubah Cara Traveler Menikmati Dunia
8 Cara Efektif Mencegah Diare Saat Traveling
Berikut langkah-langkah penting yang direkomendasikan para ahli untuk mencegah diare dan gangguan pencernaan saat bepergian:
1. Selalu Cuci Tangan
Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum makan, setelah ke toilet, dan setelah menyentuh benda di tempat umum. Jika air bersih tidak tersedia, gunakan hand sanitizer berbahan alkohol.
2. Konsumsi Makanan yang Dimasak Matang
Pastikan daging, ayam, telur, dan ikan dimasak hingga benar-benar matang untuk menghindari bakteri seperti Salmonella dan E. coli.
3. Hindari Buah yang Belum Dikupas
Buah yang belum dikupas rentan terkontaminasi kuman. Pilih buah yang bisa dikupas sendiri atau pastikan sudah dicuci bersih dengan air matang.
4. Gunakan Air Minum Kemasan
Gunakan air kemasan bersegel untuk minum dan menyikat gigi, terutama di wilayah dengan sanitasi rendah.
5. Waspadai Es Batu:
Hindari es batu jika tidak yakin sumber airnya. Lebih aman mengonsumsi minuman tanpa es.
6. Selalu Bawa Tisu Basah dan Hand Sanitizer
Keduanya berguna untuk membersihkan tangan, ponsel, atau peralatan makan saat tidak ada akses air bersih.
7. Jaga Kebersihan Botol Minum dan Alat Makan:
Pastikan botol minum dan peralatan makan pribadi selalu bersih sebelum digunakan.
8. Siapkan Oralit:
Oralit sangat penting untuk mencegah dehidrasi jika diare terjadi. Cairan rehidrasi ini mudah dibawa dan sangat membantu saat darurat.
Mabuk Perjalanan Juga Bisa Ganggu Pencernaan
Selain diare, mabuk perjalanan sering kali memicu mual dan muntah. Mantan pramugari Pan Am, Sara West, menyarankan beberapa langkah sederhana untuk mengurangi risiko mabuk perjalanan.
Tipsnya antara lain:
- Fokuskan pandangan ke cakrawala
- Hindari makanan berminyak dan minuman berkarbonasi
- Bernapas perlahan dan dalam
- Cari udara segar bila memungkinkan
Baca Juga: Yuk, Simak Kisah Perjalanan dari kak Fiqih Cupriana menjadi Traveller Content Creator!!
Jika Terlanjur Sakit, Jangan Panik
Mayoritas kasus diare wisatawan atau keracunan makanan ringan akan membaik dalam waktu 1–2 hari. Tetap terhidrasi, istirahat cukup, dan konsumsi makanan ringan yang mudah dicerna.
Namun, segera cari pertolongan medis jika muncul gejala berat seperti:
- Demam tinggi
- Tinja berdarah
- Tubuh sangat lemas
- Tidak bisa makan atau minum
Kesimpulan: Liburan Nyaman Dimulai dari Perut Sehat
Gangguan pencernaan memang sering terjadi saat traveling, tetapi bukan berarti tidak bisa dicegah.
Dengan persiapan yang matang, pemilihan makanan dan minuman yang bijak, serta membawa perlengkapan kesehatan dasar, risiko masalah pencernaan dapat ditekan secara signifikan.
Mengenali tubuh sendiri, menjaga kebersihan, dan mengikuti prinsip aman dalam konsumsi makanan menjadi kunci utama agar liburan tetap menyenangkan tanpa gangguan perut.