Writer: Raodatul - Kamis, 15 Januari 2026 13:45:40
FYPMedia.id - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (KemenImipas) menunjukkan langkah nyata solidaritas kemanusiaan dengan mendonaskan seluruh hasil penjualan Panen Raya Serentak kepada masyarakat terdampak bencana banjir di sejumlah wilayah Sumatera.
Bantuan tersebut disalurkan untuk korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, daerah yang belakangan dilanda banjir besar akibat cuaca ekstrem.
Melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), KemenImipas mengerahkan potensi produktif dari lembaga pemasyarakatan (lapas) di seluruh Indonesia.
Total hasil Panen Raya Serentak periode Januari 2026 mencapai 123.557 kilogram, meliputi sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan.
Langkah ini tidak hanya mencerminkan kepedulian sosial, tetapi juga menjadi bukti bahwa lapas mampu berkontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus membantu masyarakat di tengah situasi darurat.
Seluruh Hasil Panen Didonasikan Tanpa Sisa
Direktur Jenderal Pemasyarakatan KemenImipas, Mashudi, menegaskan bahwa seluruh hasil panen tersebut disalurkan sepenuhnya untuk membantu korban bencana. Bantuan tidak hanya berupa bahan pangan, tetapi juga diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
"Hasil panen didonasikan kepada masyarakat yang terdampak bencana alam di wilayah Aceh, Sumut, Sumbar. (Bantuan) antara lain pembangunan sumur bor dan kebutuhan dasar lainnya sebagai wujud solidaritas dan kepedulian sosial Pemasyarakatan," ujar Mashudi saat Panen Raya di Lapas Kelas I Cirebon, Jawa Barat, dilansir dari detikcom, Kamis (15/1/2026).
Menurut Mashudi, keputusan mendonasikan seluruh hasil panen merupakan kesepakatan bersama jajaran Ditjenpas sebagai bentuk empati terhadap penderitaan warga yang terdampak bencana banjir.
Baca Juga: Cara Beternak Ulat Jerman untuk Pemula agar Cepat Panen
Menteri Imipas Tekankan Keikhlasan
Panen Raya Serentak ini dipimpin langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, yang memusatkan kegiatan di Lapas Kelas I Cirebon. Dalam suasana penuh kebersamaan, Menteri Agus secara khusus menekankan pentingnya nilai keikhlasan dalam aksi kemanusiaan tersebut.
Dialog singkat namun sarat makna terjadi antara Menteri Agus dan Dirjenpas Mashudi, yang disaksikan seluruh jajaran pemasyarakatan.
"Terima kasih Pak Dirjen. Kalau tadi disampaikan, ini semua hasilnya atau keuntungannya aja yang mau disumbangkan," tanya Menteri Agus.
"Seluruhnya, Pak," jawab Mashudi.
"Ikhlas?" tanya Menteri Agus memastikan.
"Ikhlas," jawab Mashudi dan para pegawai Ditjenpas.
Penegasan tersebut menjadi simbol bahwa donasi dilakukan tanpa paksaan, murni atas dasar kemanusiaan dan tanggung jawab sosial.
Dukungan Serentak dari Seluruh Indonesia
Kegiatan Panen Raya Serentak ini diikuti oleh seluruh unit pelaksana teknis Ditjenpas dan lapas se-Indonesia secara virtual. Menteri Agus bahkan kembali mengulang pertanyaan serupa kepada para kepala kantor wilayah (kakanwil) dan kepala lapas (kalapas) dari berbagai daerah.
"Ini teman-teman yang ikut secara virtual benar-benar ikhlas atau enggak ini? Yang panen udang Vaname ikhlas enggak ini? Yang di Nusakambangan ikhlas nggak yang disumbangkan nanti panen parsialnya? Ikhlas?" tanya Menteri Agus.
"Ikhlas, Pak," jawab para kakanwil dan kalapas serentak.
Respons serempak tersebut menggambarkan soliditas internal KemenImipas dalam menjalankan misi sosial di luar tugas utamanya sebagai institusi penegak hukum dan pembinaan warga binaan.
Panen Lapas, Lebih dari Sekadar Program Pembinaan
Panen Raya Serentak ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan pemasyarakatan. Melalui kegiatan pertanian, peternakan, dan perikanan, warga binaan dibekali keterampilan produktif yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti.
Namun dalam momentum ini, hasil kerja tersebut juga diarahkan untuk kepentingan kemanusiaan yang lebih luas.
Di tengah bencana banjir yang melanda Sumatera, kontribusi lapas menjadi simbol bahwa institusi pemasyarakatan tidak terisolasi dari persoalan masyarakat.
Baca Juga: Mentan Amran Ajukan Tambahan Rp5,1 Triliun Pulihkan Sawah Rusak Sumatera
Rincian Lengkap Hasil Panen Raya Ditjenpas
Adapun rincian hasil Panen Raya Serentak Ditjenpas KemenImipas periode Januari 2026 adalah sebagai berikut:
1. Sektor Pertanian dan Perkebunan
Meliputi padi, jagung, hortikultura, singkong, kelapa, serta berbagai komoditas perkebunan lainnya.
Total: 99.930 kilogram
2. Sektor Peternakan
Terdiri dari ayam pedaging, ayam petelur, ayam kampung, bebek, kambing, dan domba.
Total: 4.019 kilogram
3. Sektor Perikanan
Meliputi ikan lele, nila, patin, gurame, mujair, serta udang vaname.
Total: 19.608 kilogram
Jumlah keseluruhan hasil Panen Raya Serentak se-Indonesia: 123.557 kilogram.
Bantuan untuk Daerah Terdampak Banjir
Wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam beberapa waktu terakhir menghadapi banjir yang merusak infrastruktur, lahan pertanian, serta sumber air bersih.
Karena itu, bantuan dari KemenImipas tidak hanya difokuskan pada pangan, tetapi juga pada pembangunan sumur bor dan pemenuhan kebutuhan dasar.
Langkah ini dinilai strategis karena menyasar kebutuhan jangka pendek dan menengah masyarakat terdampak bencana.
Negara Hadir Lewat Pemasyarakatan
Aksi donasi hasil panen ini memperlihatkan wajah lain dari sistem pemasyarakatan Indonesia. Di balik tembok lapas, terdapat aktivitas produktif yang mampu memberi manfaat langsung bagi masyarakat luas.
KemenImipas menegaskan bahwa pemasyarakatan bukan sekadar soal pembinaan warga binaan, tetapi juga tentang kontribusi sosial, empati, dan solidaritas nasional.
Kesimpulan
Donasi penuh hasil Panen Raya Serentak KemenImipas menjadi contoh kuat bagaimana institusi negara dapat hadir di tengah krisis kemanusiaan.
Dengan total lebih dari 123 ton hasil panen, bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban korban banjir di Sumatera.
Lebih dari sekadar angka, aksi ini menegaskan nilai keikhlasan, gotong royong, dan kepedulian sosial, sekaligus menunjukkan bahwa pemasyarakatan Indonesia mampu berkontribusi nyata bagi bangsa, bahkan di luar tembok lapas.