Writer: Raodatul - Jumat, 23 Januari 2026 13:43:10
FYPMedia.id - Bencana banjir kembali melanda wilayah Kota Tangerang. Tanggul Kali Angke jebol akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut sejak malam hari, menyebabkan ratusan rumah di Perumahan Pinang Griya, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, terendam banjir.
Dampak dari kejadian ini memaksa 550 kepala keluarga (KK) dengan total sekitar 1.800 jiwa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Peristiwa ini terjadi pada Jumat (23/1/2026) pagi dan langsung memicu kepanikan warga. Luapan air sungai yang tak tertahan menghantam dinding rumah warga, bahkan merobohkan tembok di sejumlah titik. Air dengan cepat menggenangi permukiman yang berada persis di bantaran sungai.
Ratusan Warga Mengungsi ke Balai Warga dan Rumah Kerabat
Kapolsek Pinang, Iptu Adityo Wijanarko, mengatakan warga yang terdampak telah dievakuasi dan diminta meninggalkan rumah demi keselamatan. Sebagian besar warga mengungsi ke balai warga, sementara lainnya memilih menumpang ke rumah kerabat terdekat.
"Di RW 6 Kelurahan Pinang total 550 KK dengan total jiwa 1.800," kata Kapolsek Pinang Iptu Adityo Wijanarko, Jumat (23/1/2026).
Dalam video yang dibagikan pihak kepolisian, terlihat warga membawa barang seadanya, termasuk perlengkapan bayi dan dokumen penting, meninggalkan rumah yang sudah terendam air. Petugas keamanan turut membantu proses evakuasi untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal.
"Sementara seluruh warga untuk meninggalkan lokasi mencari tempat tinggal di tempat kerabat terdekat dan balai warga," imbuhnya.
Langkah evakuasi ini dilakukan sebagai tindakan darurat untuk mengantisipasi kemungkinan luapan air susulan, mengingat curah hujan masih berpotensi tinggi.
Baca Juga: Banjir Jakarta Makin Meluas, 45 RT dan 22 Jalan Lumpuh Sore Ini
Kronologi Tanggul Kali Angke Jebol
Menurut keterangan kepolisian, tanggul Kali Angke jebol pada sekitar pukul 05.30 WIB. Hujan deras yang turun sejak malam membuat debit air sungai meningkat drastis. Tekanan air yang terus bertambah akhirnya merobohkan tanggul yang berada tepat di sisi rumah warga.
"Jadi jarak rumah sama tanggul itu nempel. Karena ada ruang kosong, air masuk ke rumah," kata Adityo, dikutip dari detikcom, Jumat (23/1/2026).
Kondisi permukiman yang sangat dekat dengan bantaran sungai membuat air dengan mudah masuk ke area perumahan. Bahkan, derasnya arus air menyebabkan tembok rumah warga jebol dan memperparah genangan banjir.
Ratusan Rumah Terendam, Tembok Rumah Jebol
Banjir merendam ratusan rumah di Perumahan Pinang Griya dengan ketinggian air yang bervariasi. Di beberapa titik, air mencapai setinggi pinggang orang dewasa. Perabotan rumah tangga rusak, kendaraan terendam, dan aktivitas warga lumpuh total.
Luapan Kali Angke juga mengakibatkan tembok rumah jebol, terutama pada bangunan yang berada paling dekat dengan tanggul. Air yang masuk dengan tekanan tinggi merusak struktur bangunan dan meninggalkan lumpur tebal di dalam rumah.
Meski demikian, aparat memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
"Itu rumah kosong, tidak ada penghuninya," imbuh Adityo.
Rumah yang temboknya jebol diketahui dalam kondisi tidak berpenghuni saat kejadian, sehingga tidak menimbulkan korban.
Kondisi Pengungsian dan Kebutuhan Mendesak Warga
Di lokasi pengungsian, warga membutuhkan bantuan logistik dasar seperti makanan siap saji, air bersih, selimut, serta perlengkapan bayi dan lansia. Balai warga yang dijadikan tempat pengungsian dipenuhi keluarga yang harus berbagi ruang terbatas.
Beberapa warga mengaku khawatir akan kondisi rumah mereka yang terendam air cukup lama. Selain kerusakan bangunan, banjir juga berpotensi menimbulkan penyakit akibat air kotor dan lumpur yang terbawa dari sungai.
Pemerintah setempat bersama aparat keamanan mulai melakukan pendataan rumah terdampak untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran.
Baca Juga: Status Siaga! Gunung Semeru Meletus 6 Kali, Abu Vulkanik Menjulang 1 Km
Ancaman Banjir Berulang di Bantaran Kali Angke
Peristiwa tanggul jebol di Kali Angke kembali menyoroti persoalan lama terkait permukiman padat di bantaran sungai. Kawasan ini memang kerap dilanda banjir saat curah hujan tinggi, terutama ketika debit air sungai tidak mampu ditampung tanggul yang ada.
Warga berharap adanya perbaikan tanggul secara permanen serta normalisasi sungai agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Selain itu, sistem peringatan dini dan penataan ulang kawasan bantaran sungai dinilai penting untuk meminimalkan risiko bencana.
Aparat Siaga, Warga Diminta Tetap Waspada
Kapolsek Pinang memastikan aparat keamanan tetap bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi perkembangan situasi. Warga diminta tidak kembali ke rumah sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang.
Petugas juga terus memantau kondisi tanggul yang jebol dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk langkah penanganan darurat, termasuk pemasangan penahan sementara guna mencegah luapan air susulan.
Dengan cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, masyarakat diimbau tetap waspada dan segera melapor jika melihat tanda-tanda kerusakan tanggul atau kenaikan debit air sungai.