Writer: Raodatul - Jumat, 23 Januari 2026 08:00:00
FYPMedia.id - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara terbuka menyampaikan komitmen pemerintahannya dalam menjaga dan memperkuat iklim investasi Indonesia di hadapan para pemimpin dunia dan pelaku ekonomi global.
Dalam pidato kuncinya di World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia siap menjadi tujuan utama investasi dengan dua janji besar: penegakan hukum yang adil tanpa pandang bulu dan pemangkasan birokrasi yang menghambat dunia usaha.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bagi investor internasional dan domestik bahwa pemerintahan baru Indonesia bertekad menciptakan lingkungan bisnis yang aman, transparan, dan kompetitif.
Prabowo menekankan bahwa tanpa kepastian hukum dan efisiensi regulasi, tidak ada negara yang mampu menarik investasi jangka panjang.
Penegakan Hukum Jadi Fondasi Iklim Investasi
Di hadapan pegiat ekonomi, sektor swasta, dan investor dunia, Prabowo menyampaikan pandangannya bahwa hukum merupakan pilar utama dalam pembangunan ekonomi. Ia menegaskan bahwa investor hanya akan menanamkan modalnya di negara yang menjunjung tinggi supremasi hukum.
"Tidak ada iklim investasi tanpa kepastian penegakan hukum yang adil. Tidak seorang pun akan datang untuk berinvestasi di negara yang tidak taat hukum atau memiliki tradisi hukum yang meragukan," ungkap Prabowo dalam pidatonya yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, dikutip Jumat (23/1/2026).
Menurut Prabowo, kepastian hukum tidak boleh bersifat selektif atau tunduk pada kepentingan kelompok tertentu. Ia menegaskan bahwa di bawah kepemimpinannya, hukum harus ditegakkan secara konsisten demi menciptakan kepercayaan pasar.
"Saya bertekad di bawah pemerintahan saya untuk memastikan penegakan hukum. Penegakan hukum harus menang atas kepentingan pribadi apa pun," ujar Prabowo.
Pernyataan ini menjadi penegasan sikap politik yang kuat, terutama di tengah sorotan global terhadap praktik tata kelola, korupsi, dan kepastian regulasi di negara berkembang.
Baca Juga: Izin Dicabut Prabowo, Toba Pulp Lestari Klaim Belum Terima SK Resmi
Bongkar Praktik Ilegal, Sita Jutaan Hektare Lahan
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung sejumlah langkah konkret yang telah dilakukan pemerintah sebagai bukti komitmen penegakan hukum.
Ia mencontohkan terbongkarnya praktik penyalahgunaan besar dalam tata kelola bahan bakar dan minyak mentah yang selama ini merugikan negara.
Tak hanya itu, pemerintah juga melakukan tindakan tegas terhadap penggunaan kawasan hutan secara ilegal, baik untuk pertambangan maupun perkebunan.
Negara disebut telah menyita sekitar 4 juta hektare lahan hutan ilegal, sebuah langkah yang dinilai sebagai salah satu operasi penegakan hukum terbesar dalam sejarah Indonesia.
Langkah ini, menurut Prabowo, bukan hanya bertujuan melindungi lingkungan, tetapi juga memastikan bahwa aktivitas ekonomi berjalan sesuai aturan dan prinsip keberlanjutan. Penegakan hukum yang tegas dinilai akan menciptakan level playing field yang adil bagi seluruh pelaku usaha.
Pangkas Birokrasi, Hapus Regulasi Tak Masuk Akal
Selain penegakan hukum, reformasi birokrasi menjadi janji besar kedua Prabowo kepada para investor. Ia mengakui bahwa selama bertahun-tahun, Indonesia kerap dibebani oleh regulasi berlapis dan prosedur perizinan yang berbelit-belit, yang pada akhirnya menghambat masuknya investasi.
Untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan modern, Prabowo menilai investasi besar adalah keharusan. Oleh karena itu, pemerintahannya akan fokus menyederhanakan regulasi dan memangkas hambatan administratif.
"Kita telah menghapus ratusan peraturan yang tidak masuk akal. Peraturan yang menghambat keadilan, yang menciptakan budaya korupsi," ujar Prabowo.
Langkah deregulasi ini dipandang sebagai upaya serius untuk menciptakan iklim usaha yang lebih efisien, sekaligus menutup celah praktik korupsi yang kerap muncul akibat prosedur yang terlalu rumit.
Indonesia Terbuka untuk Investor Asing dan Domestik
Dalam forum bergengsi tersebut, Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia tetap membuka diri terhadap investasi asing maupun domestik. Ia menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak mungkin tercapai tanpa keterlibatan aktif sektor swasta.
"Para delegasi yang terhormat, teman-teman, pertumbuhan ekonomi membutuhkan sektor swasta yang dinamis. Indonesia selalu dan akan selalu terbuka untuk investasi asing dan domestik," papar Prabowo.
Pesan ini ditujukan untuk menepis keraguan sebagian investor terkait arah kebijakan ekonomi Indonesia ke depan.
Prabowo menekankan bahwa keterbukaan investasi akan tetap berjalan seiring dengan perlindungan kepentingan nasional dan keberlanjutan lingkungan.
Baca Juga: Digugat KLH, Toba Pulp Lestari Tegaskan Gugatan Belum Berdampak pada Usaha
Stabilitas Politik dan Ekonomi Jadi Modal Utama
Prabowo menambahkan bahwa prasyarat utama bagi masuknya investasi adalah stabilitas politik dan ekonomi, serta kepastian hukum yang dijamin oleh pemerintahan yang kuat, bersih, dan demokratis.
Ia menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia saat ini berada pada jalur yang tepat dengan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan stabilitas makroekonomi yang terjaga.
Pemerintah, kata Prabowo, akan terus memastikan bahwa kebijakan fiskal, moneter, dan struktural berjalan selaras demi menjaga kepercayaan pasar. Stabilitas ini menjadi nilai jual utama Indonesia di tengah ketidakpastian global.
Sinyal Kuat ke Pasar Global
Pidato Prabowo di World Economic Forum 2026 dinilai sebagai sinyal kuat dan strategis bagi pasar global.
Dengan menekankan penegakan hukum dan reformasi birokrasi, Indonesia ingin memposisikan diri sebagai negara tujuan investasi yang serius, kompetitif, dan berorientasi jangka panjang.
Di tengah persaingan ketat antarnegara dalam menarik modal asing, pesan Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya menawarkan potensi pasar yang besar, tetapi juga komitmen politik untuk memperbaiki tata kelola.
Bagi investor, janji penegakan hukum yang adil dan birokrasi yang lebih ramping menjadi faktor krusial dalam pengambilan keputusan.
Jika komitmen ini diwujudkan secara konsisten, Indonesia berpeluang memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi investasi utama di Asia Tenggara.