FYP
Media
Memuat Halaman...
0%
Resep Herbal Penguat Imun Alami ala Gen Z, Bisa Tangkal Super Flu

News

Resep Herbal Penguat Imun Alami ala Gen Z, Bisa Tangkal Super Flu

Writer: Raodatul - Senin, 12 Januari 2026 16:16:15

Resep Herbal Penguat Imun Alami ala Gen Z, Bisa Tangkal Super Flu
Sumber gambar: Ilustrasi Resep Herbal/Freepik

FYPMedia.id – Curah hujan yang tinggi di berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa pekan terakhir membawa dampak pada penurunan suhu udara. Cuaca yang lebih dingin dari biasanya ini kerap diikuti dengan meningkatnya risiko gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan seperti batuk, pilek, dan flu. 

Kondisi tersebut semakin memicu kekhawatiran masyarakat di tengah isu munculnya varian influenza baru yang dikenal luas sebagai super flu.

Perubahan cuaca ekstrem sering kali menjadi momen krusial bagi daya tahan tubuh. Saat suhu menurun, sistem imun berpotensi melemah sehingga tubuh lebih rentan terhadap serangan virus dan bakteri. 

Tidak heran jika upaya menjaga imunitas kini menjadi perhatian utama, termasuk dengan kembali memanfaatkan bahan-bahan herbal alami.

Di kalangan generasi muda, khususnya Gen Z, tren gaya hidup sehat berbasis bahan alami mulai berkembang pesat. Salah satu pendekatan yang banyak diminati adalah konsumsi ramuan herbal sederhana yang bisa dibuat sendiri di rumah. 

Selain praktis, cara ini dinilai lebih aman dan minim efek samping jika dikonsumsi dengan takaran yang tepat.

Racikan Herbal Sederhana dari Bahan Dapur

Salah satu resep herbal yang belakangan ramai dibicarakan dibagikan oleh Daniel Damaz Hadiwijaya, lulusan Ilmu Tanah Institut Pertanian Bogor (IPB) sekaligus pendiri House of Herbs. Daniel memperkenalkan racikan minuman herbal berbahan dasar rempah dapur yang umum digunakan masyarakat Indonesia.

"Ini ramuan sederhana sih, ada jahe emprit. Sebenarnya bisa pakai jahe apa saja, terus sereh, ada gula merah (gulmer) dan pandan," ujar Daniel, dilansir dari detikSore, Senin (12/1/2025).

Menurut Daniel, ramuan ini dapat menjadi alternatif alami untuk membantu tubuh tetap hangat sekaligus mendukung daya tahan tubuh, terutama saat cuaca dingin dan musim pancaroba.

Jahe dan sereh bukanlah bahan baru dalam tradisi pengobatan Nusantara. Sejak lama, kedua tanaman ini digunakan dalam jamu dan minuman tradisional karena khasiatnya yang beragam, mulai dari menghangatkan tubuh hingga membantu meredakan gejala flu ringan.

Baca Juga: 7 Manfaat Konsumsi Herbal Setiap Hari, Bikin Tubuh Makin Kuat dan Pikiran Lebih Fresh!

Konsep Antropometri untuk Takaran Herbal

Salah satu tantangan dalam mengonsumsi herbal adalah menentukan takaran yang tepat. Banyak orang khawatir penggunaan bahan herbal yang berlebihan justru dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan. Menjawab hal tersebut, Daniel memperkenalkan konsep antropometri sebagai solusi praktis.

Antropometri merupakan pendekatan yang menggunakan ukuran anggota tubuh sendiri sebagai acuan takaran. Metode ini dinilai lebih personal karena setiap orang memiliki metabolisme yang berbeda.

"Banyak juga yang nanya, 'Mas gimana sih menentukan takarannya?'. Kita mau pakai atau konsumsi herbal itu ada antropometri, jadi kita pakai satu ruas jari, satu jempol. Simpelnya dalam 200 cc atau satu gelas itu bisa pakai satu jempol jahe dan satu telunjuk sereh," jelasnya.

Dengan pendekatan ini, konsumsi herbal menjadi lebih aman dan fleksibel tanpa perlu timbangan atau alat ukur khusus.

Cara Membuat Ramuan Herbal Penambah Imun

Daniel menyarankan metode seduh sebagai cara paling sederhana dan efektif untuk mengekstraksi manfaat herbal. Metode ini dinilai mampu mempertahankan senyawa aktif dalam bahan-bahan alami tersebut.

Langkah-langkah pembuatannya sebagai berikut:

Pertama, siapkan satu ruas jempol jahe, bisa menggunakan jahe emprit maupun jahe biasa. Tambahkan satu ruas telunjuk sereh, daun pandan secukupnya untuk aroma, serta gula merah sebagai pemanis alami.

Jahe dapat dikupas atau digunakan bersama kulitnya, dengan catatan dicuci hingga benar-benar bersih. Untuk cita rasa yang lebih kuat, jahe bisa dibakar sebentar sebelum digeprek.

Masukkan seluruh bahan ke dalam gelas atau teko, kemudian tuangkan air mendidih. Diamkan selama 10 hingga 15 menit agar sari-sari herbal larut secara optimal ke dalam air.

Minuman ini paling nikmat dikonsumsi selagi hangat, terutama pada pagi atau malam hari ketika suhu udara lebih rendah.

Khasiat Jahe dan Sereh untuk Daya Tahan Tubuh

Kombinasi jahe dan sereh dikenal memiliki manfaat spesifik dalam menghadapi perubahan cuaca dan ancaman virus. Jahe mengandung senyawa aktif gingerol dan shogaol yang telah banyak diteliti secara medis.

Kedua senyawa tersebut memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan yang kuat. Antioksidan berperan penting dalam menangkal radikal bebas, sementara sifat antiinflamasi membantu meredakan peradangan dalam tubuh.

"Ini bisa untuk menghangatkan badan, melegakan tenggorokan. Jahe itu kan bagus untuk bapil (batuk pilek) dan daya tahan tubuh," tambah Daniel.

Sereh juga memiliki kandungan senyawa antimikroba yang membantu tubuh melawan infeksi. Selain itu, aroma khas sereh dan pandan memberikan efek relaksasi yang dapat membantu mengurangi stres, faktor yang juga berpengaruh pada sistem imun.

Baca Juga: Farmasi Herbal: Potensi Besar Obat Alami di Indonesia

Tanaman Herbal Lain yang Terbukti Tingkatkan Imunitas

Selain jahe dan sereh, Indonesia memiliki beragam tanaman herbal yang telah lama dimanfaatkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Beberapa di antaranya bahkan telah didukung oleh penelitian ilmiah.

Meniran

Meniran atau Phyllanthus niruri dikenal luas sebagai tanaman herbal dengan manfaat imunomodulator. Kandungan senyawa seperti phyllanthin dan tannin berperan sebagai antioksidan, antimikroba, hingga antikanker. 

Penelitian menunjukkan meniran efektif membantu meningkatkan daya tahan tubuh, terutama pada kondisi imunitas yang melemah.

Daun Kelor

Daun kelor kerap dijuluki sebagai superfood alami. Kandungan vitamin C, flavonoid, dan anthraquinon di dalamnya sangat tinggi. 

Bahkan, kadar vitamin C pada daun kelor disebut mencapai tujuh kali lipat dibandingkan jeruk, menjadikannya efektif dalam mencegah infeksi.

Kunyit

Kunyit mengandung kurkumin, senyawa aktif yang memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan. Kurkumin membantu meningkatkan sistem penyerapan nutrisi, memperbaiki pencernaan, dan mendukung kerja sistem imun.

Selain ketiga tanaman tersebut, tanaman seperti dewandaru dan kitolod juga dikenal memiliki efek antimikroba dan antioksidan, meskipun penggunaannya perlu kehati-hatian dan sebaiknya berdasarkan saran ahli.

Baca Juga: 7 Ramuan Herbal & Obat Alami untuk Tangkal Flu dan Pilek di Cuaca Tak Menentu

Gaya Hidup Sehat sebagai Kunci Imunitas

Para ahli menekankan bahwa konsumsi herbal sebaiknya diiringi dengan gaya hidup sehat. Olahraga rutin membantu melancarkan peredaran sel darah putih, sehingga tubuh lebih cepat mendeteksi dan melawan patogen.

Pola makan sehat dengan asupan sayur, buah, protein tanpa lemak, dan probiotik juga berperan besar dalam menjaga keseimbangan sistem imun. 

Selain itu, tidur yang cukup menjadi faktor penting karena saat tidur tubuh memproduksi protein yang membantu melawan infeksi.

Manajemen stres juga tidak kalah penting. Stres berkepanjangan dapat meningkatkan hormon kortisol yang berdampak negatif pada daya tahan tubuh. 

Teknik relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam, dan aktivitas hobi dapat membantu menjaga kesehatan mental.

Waspada, Herbal Bukan Pengganti Pengobatan Medis

Meski herbal memiliki banyak manfaat, masyarakat tetap diimbau untuk tidak menjadikannya sebagai pengganti pengobatan medis, terutama bagi penderita penyakit tertentu. 

Konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap diperlukan sebelum mengonsumsi herbal dalam jangka panjang atau dalam bentuk suplemen.

Dengan pendekatan yang tepat, ramuan herbal alami dapat menjadi pendukung efektif untuk menjaga imunitas tubuh. 

Di tengah cuaca dingin dan ancaman penyakit musiman, kembali ke alam dengan bijak bisa menjadi langkah sederhana namun berdampak besar bagi kesehatan.

Mau Diskusi Project Baru?

Contact Us