FYP
Media
Memuat Halaman...
0%
Waspada Cereulide pada Susu Formula Bayi, BPOM Minta Orang Tua Siaga

News

Waspada Cereulide pada Susu Formula Bayi, BPOM Minta Orang Tua Siaga

Writer: Raodatul - Jumat, 16 Januari 2026 12:06:47

Waspada Cereulide pada Susu Formula Bayi, BPOM Minta Orang Tua Siaga
Sumber gambar: Ilustrasi Bubuk Susu. (Foto: Getty Images/wit88_)

FYPMedia.id - Isu keamanan pangan kembali menjadi perhatian publik setelah mencuat dugaan keberadaan toksin berbahaya bernama cereulide pada produk susu formula bayi. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI pun angkat bicara dan mengimbau orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi bayi usia 0–6 bulan yang tergolong kelompok paling rentan.

Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menegaskan bahwa cereulide merupakan toksin yang memiliki karakteristik sangat berbahaya karena tahan panas. Artinya, zat ini tidak dapat dinonaktifkan meski produk telah melalui proses pemanasan, penyeduhan, atau sterilisasi.

“Cereulide ini toksin yang sangat tahan panas, sehingga tidak bisa dihilangkan dengan pemanasan atau penyeduhan,” ujar Taruna saat ditemui di Kantor BPOM, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2026).

Risiko Serius bagi Bayi Usia Dini

Menurut Taruna, risiko cereulide menjadi jauh lebih serius ketika dikaitkan dengan konsumsi susu formula bayi, khususnya yang diperuntukkan bagi usia 0–6 bulan. 

Pada fase ini, sistem pencernaan dan kekebalan tubuh bayi masih sangat belum sempurna, sehingga paparan toksin sekecil apa pun dapat berdampak besar.

Salah satu gejala medis paling umum akibat paparan cereulide adalah muntah hebat yang muncul secara tiba-tiba. Namun, dampaknya tidak berhenti di situ.

"Dia gejalanya biasanya muntah-muntah, terus kedua bisa menimbulkan bayi itu tidak mau minum lagi, padahal kan dia sangat membutuhkan. Kemudian ada gejala neurologisnya, misalnya anak itu kayak kurang sadar," jelas Taruna.

Ia menambahkan bahwa cereulide juga dapat menimbulkan gangguan lain pada sistem pencernaan bayi.

"Kemudian ada gejala lain diare. Sampai sekarang gejala-gejala ini belum ada laporan," sambungnya.

Meski hingga kini BPOM belum menerima laporan kasus klinis akibat produk yang diduga terdampak, kewaspadaan tetap harus diutamakan. BPOM menegaskan prinsip kehati-hatian menjadi kunci dalam perlindungan kesehatan bayi.

Baca Juga: BPOM Minta Nestlé Tarik Sufor Bermasalah Meski Belum Ada Korban

Imbauan BPOM: Segera Lapor Jika Muncul Gejala

BPOM RI meminta orang tua untuk tidak ragu melapor apabila bayi menunjukkan gejala mencurigakan setelah mengonsumsi produk susu formula tertentu. Laporan dapat disampaikan melalui layanan HaloBPOM di nomor 1500533.

Langkah pelaporan ini penting untuk memastikan adanya penanganan cepat, sekaligus sebagai bagian dari pengawasan keamanan pangan nasional.

“Karena ini produk untuk bayi tentu kita sangat perlu berhati-hati. Lebih bagus mencegah sebelum terjadi daripada sudah terjadi keracunan karena bisa fatal,” tegas Taruna.

Produk Terdampak Bersifat Spesifik

BPOM menekankan bahwa isu cereulide ini tidak berlaku untuk seluruh produk Nestle. Produk yang menjadi perhatian BPOM bersifat sangat spesifik, yakni:

  • S-26 Promil Gold pHPro 1. (Susu formula bayi usia 0–6 bulan)
  • Nomor izin edar: 562209063696
  • Nomor bets: 51530017C2 dan 51540017A1

Berdasarkan hasil pengujian BPOM terhadap dua nomor bets tersebut, status toksin cereulide dinyatakan nihil. Meski demikian, BPOM tetap memerintahkan penghentian distribusi dan penarikan produk sebagai langkah pencegahan.

Nestle pun telah melakukan penarikan produk secara sukarela demi menjaga keamanan konsumen.

Apa Itu Cereulide dan Mengapa Berbahaya?

Cereulide adalah racun yang dihasilkan oleh beberapa strain bakteri Bacillus cereus, bakteri yang dikenal luas sebagai penyebab keracunan makanan tipe emetik atau muntah.

Otoritas Keamanan Pangan Irlandia (Food Safety Authority of Ireland/FSAI) menjelaskan bahwa cereulide dapat terbentuk lebih dulu dalam makanan dan memiliki sifat yang sangat stabil terhadap panas dan pengolahan.

Artinya, meskipun makanan atau susu formula telah dimasak atau dipanaskan, racun ini tetap dapat bertahan.

Mengutip National Library of Medicine, konsumsi makanan yang mengandung cereulide dapat menyebabkan mual dan muntah hebat yang muncul cepat, bahkan kurang dari lima jam setelah konsumsi. Gejala biasanya berlangsung antara 6 hingga 24 jam.

Dalam kasus yang jarang tetapi serius, paparan cereulide dalam dosis tinggi dapat memicu gangguan pada berbagai organ vital.

Sejumlah penelitian mengaitkan toksin ini dengan gangguan pada:

  • Saluran pencernaan
  • Hati
  • Pankreas
  • Ginjal
  • Sistem saraf

Meski kasus berat umumnya terjadi akibat paparan dosis tinggi, bayi dan anak-anak tetap menjadi kelompok paling berisiko.

Baca Juga: Termasuk Daviena Skincare, BPOM Rilis 26 Kosmetik Berbahaya dan Risiko Ginjal Hingga Janin

Penarikan Produk Nestle di Puluhan Negara

Isu cereulide mencuat ke publik setelah Nestle melakukan penarikan sukarela terhadap produk susu formula bayi di 49 negara. Produk dengan merek SMA, BEBA, dan NAN ditarik sebagai langkah preventif.

Mengutip New Food Magazine, Nestle menyatakan bahwa penarikan dilakukan setelah terdeteksi adanya masalah kualitas pada bahan baku dari pemasok.

Perusahaan kemudian melakukan pengujian menyeluruh terhadap minyak asam arakidonat (ARA) dan campuran minyak lain yang digunakan dalam proses produksi susu formula.

"Hingga saat ini, belum ada kasus penyakit yang dikonfirmasi terkait produk yang terlibat. Nestle menanggapi semua pertanyaan konsumen dengan sangat serius dan sedang menyelidikinya," tulis Nestle dalam pernyataan resminya, Rabu (14/1).

Otoritas pangan di berbagai negara menegaskan bahwa penarikan ini murni bersifat preventif demi melindungi kesehatan masyarakat, khususnya bayi dan anak-anak.

Imbauan untuk Orang Tua dan Pengasuh

Otoritas keamanan pangan, termasuk FSAI, mengimbau orang tua, wali, dan pengasuh yang memiliki produk dari batch yang ditarik agar tidak memberikannya kepada bayi atau anak. Informasi kode batch dapat ditemukan pada bagian dasar atau sisi kemasan produk.

Jika bayi tidak menunjukkan gejala apa pun, tidak diperlukan tindakan medis lanjutan. Namun, jika muncul tanda seperti muntah hebat, nyeri perut, atau perubahan perilaku, orang tua disarankan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Nestle juga mengingatkan bahwa orang tua yang menggunakan susu formula atas rekomendasi tenaga medis sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu sebelum mengganti produk.

Pencegahan Lebih Baik dari Pengobatan

Kasus dugaan cereulide ini menjadi pengingat penting bahwa keamanan pangan, khususnya untuk bayi, harus ditempatkan sebagai prioritas utama. 

Langkah cepat BPOM dan penarikan sukarela oleh produsen dinilai sebagai upaya preventif untuk menghindari risiko yang lebih besar.

Dengan meningkatkan kewaspadaan, memahami gejala, serta segera melapor bila terjadi keluhan, orang tua dapat berperan aktif dalam melindungi kesehatan buah hati mereka dari risiko yang berpotensi fatal.

Mau Diskusi Project Baru?

Contact Us