FYP
Media
Memuat Halaman...
0%
Urine Berbusa Jangan Diabaikan, Ini Penyebab Serius & Tanda Bahaya

News

Urine Berbusa Jangan Diabaikan, Ini Penyebab Serius & Tanda Bahaya

Writer: Raodatul - Sabtu, 17 Januari 2026 17:02:45

Urine Berbusa Jangan Diabaikan, Ini Penyebab Serius & Tanda Bahaya
Sumber gambar: Ilustrasi Urine/Freepik

FYPMedia.id - Munculnya busa atau gelembung pada urine kerap dianggap sepele oleh sebagian orang. Banyak yang mengira kondisi ini hanya disebabkan oleh aliran buang air kecil yang terlalu deras atau kandung kemih yang penuh. Dalam kondisi tertentu, anggapan tersebut memang tidak sepenuhnya keliru.

Namun, urine berbusa yang muncul terus-menerus, tampak lebih kental, berwarna putih, dan tidak cepat menghilang bisa menjadi sinyal adanya gangguan kesehatan yang lebih serius, terutama yang berkaitan dengan fungsi ginjal.

Para ahli kesehatan menegaskan bahwa membedakan gelembung normal dan urine berbusa abnormal sangat penting. Kesalahan dalam mengenali tanda awal bisa berujung pada keterlambatan diagnosis penyakit kronis yang berpotensi fatal.

Perbedaan Gelembung Normal dan Urine Berbusa

Secara normal, urine bisa menghasilkan gelembung kecil ketika dikeluarkan dengan tekanan kuat atau saat kandung kemih penuh. Gelembung ini biasanya:

  • Cepat menghilang
  • Tidak membentuk lapisan busa tebal
  • Tidak bertahan lama

Sebaliknya, urine berbusa memiliki karakteristik berbeda:

  • Busa tampak lebih tebal dan padat
  • Bertahan selama beberapa menit
  • Cenderung muncul berulang

Kondisi inilah yang patut diwaspadai, karena sering kali berkaitan dengan kandungan protein berlebih dalam urine.

Proteinuria, Akar Masalah Urine Berbusa

Secara medis, keberadaan protein dalam urine disebut proteinuria, atau dalam kasus tertentu dikenal sebagai albuminuria. Normalnya, ginjal berfungsi sebagai sistem filtrasi yang mencegah protein penting keluar bersama urine.

Namun, ketika ginjal mengalami gangguan, protein dapat lolos dan bercampur dengan urine. Saat protein bereaksi dengan udara, terbentuklah busa yang khas.

Baca Juga: 7 Fakta Penting: Frekuensi BAB yang Tak Normal Bisa Picu Risiko Ginjal & Liver

6 Penyebab Umum Urine Berbusa yang Perlu Diwaspadai

Berikut sejumlah kondisi yang diketahui dapat menyebabkan urine berbusa, mulai dari yang ringan hingga serius:

1. Neuropati Diabetik

Diabetes yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah dan sistem penyaringan ginjal. Akibatnya, protein tidak tersaring dengan baik dan ikut keluar bersama urine.

Dikutip dari laman Health, kondisi ini menyebabkan protein melewati ginjal dan terdapat di dalam urine. Neuropati diabetik sering berkembang secara perlahan dan kerap tidak disadari pada tahap awal.

2. Tekanan Darah Tinggi

Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama kerusakan ginjal. Tekanan darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah halus di ginjal dan mengganggu keseimbangan cairan tubuh.

Pada ibu hamil, keberadaan protein dalam urine bahkan bisa menjadi tanda preeklampsia, kondisi serius yang membahayakan ibu dan janin jika tidak segera ditangani.

3. Dehidrasi

Kekurangan cairan dapat membuat urine menjadi lebih pekat dan berbusa. Dalam kondisi dehidrasi, kadar air dalam urine jauh lebih sedikit dibandingkan kadar garam, gula, dan protein.

Dikutip dari laman Cleveland Clinic, jika urine berbusa dan berwarna kuning gelap, sebaiknya segera meningkatkan asupan cairan.

Gejala lain yang biasanya menyertai dehidrasi antara lain:

  • Rasa haus berlebihan
  • Mulut dan bibir kering
  • Tubuh terasa lemas
  • Bau urine lebih menyengat

4. Lupus

Lupus merupakan penyakit autoimun yang dapat menyerang berbagai organ, termasuk ginjal. Jika ginjal terdampak (lupus nefritis), fungsinya dalam menyaring darah akan terganggu.

Akibatnya, protein bocor ke dalam urine dan memicu terbentuknya busa. Kondisi ini memerlukan pemantauan medis ketat karena berisiko menyebabkan gagal ginjal.

Baca Juga: Waspada! 7 Pemicu Sumbatan Usus yang Bisa Sebabkan Kematian, Dokter UI Ungkap Fakta Mengejutkan

5. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Infeksi saluran kemih juga dapat menyebabkan munculnya protein dalam urine. Bahkan, hingga 80 persen penderita ISK diketahui memiliki protein dalam urine selama infeksi berlangsung.

Kabar baiknya, setelah infeksi sembuh dan ditangani dengan tepat, kandungan protein dalam urine biasanya akan menghilang dengan sendirinya.

6. Efek Samping Obat-obatan

Beberapa jenis obat diketahui dapat memengaruhi fungsi ginjal, khususnya dalam proses penyerapan kembali protein. Obat yang dimaksud antara lain:

  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID/OAINS)
  • Phenazopyridine untuk infeksi saluran kencing
  • Lithium untuk gangguan bipolar

Urine berbusa akibat obat-obatan umumnya bersifat sementara dan dapat membaik setelah penggunaan obat dihentikan sesuai anjuran dokter.

Penyebab Lain yang Lebih Jarang

Selain enam kondisi utama di atas, urine berbusa juga dapat dikaitkan dengan beberapa kondisi medis lain, seperti:

  • Ejakulasi retrograde
  • Amiloidosis
  • Penyakit hati
  • Multiple myeloma
  • Penyakit celiac

Pada ejakulasi retrograde, air mani masuk ke kandung kemih sehingga urine tampak keruh dan berbusa setelah ejakulasi.

Sementara itu, amiloidosis merupakan kondisi langka akibat penumpukan protein abnormal (amiloid) di organ tubuh, termasuk ginjal, yang dapat memicu gangguan serius.

Baca Juga: 9 Penyebab Sering Pipis Tengah Malam dan Tanda Gagal Ginjal, inI Kata Dokter

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Meski tidak selalu berbahaya, urine berbusa tidak boleh diabaikan jika terjadi berulang atau disertai gejala lain. Segera konsultasikan ke dokter apabila urine berbusa muncul bersamaan dengan:

  • Sering buang air kecil
  • Pembengkakan pada kaki, tangan, wajah, atau perut
  • Tekanan darah tinggi
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kelelahan berlebihan
  • Nyeri punggung atau perut bawah
  • Perubahan warna urine menjadi keruh, cokelat gelap, atau berdarah
  • Nyeri saat buang air kecil

Gejala-gejala tersebut bisa menjadi pertanda bahwa ginjal tidak berfungsi secara optimal dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Bagaimana Dokter Menentukan Diagnosis?

Untuk mengetahui penyebab pasti urine berbusa, dokter biasanya akan melakukan:

  • Wawancara riwayat kesehatan (diabetes, hipertensi, konsumsi obat)
  • Tes urine untuk menilai kadar protein, darah, dan bakteri
  • Tes darah untuk mengevaluasi fungsi ginjal
  • Pemeriksaan tambahan jika diperlukan

Langkah ini penting agar penanganan dilakukan secara tepat sesuai penyebab yang mendasarinya.

Penanganan Tergantung Penyebab

Penanganan urine berbusa sangat bergantung pada kondisi yang mendasari:

  • Jika disebabkan dehidrasi, meningkatkan asupan cairan bisa menjadi solusi sederhana.
  • Jika terkait obat-obatan, dokter dapat menyesuaikan dosis atau mengganti obat.
  • Jika disebabkan penyakit ginjal, diabetes, atau hipertensi, diperlukan terapi jangka panjang dan pemantauan rutin.

Penanganan yang tepat sangat krusial untuk mencegah komplikasi serius, termasuk kerusakan ginjal permanen.

Jangan Anggap Sepele Sinyal dari Tubuh

Urine berbusa mungkin tampak sepele, namun dalam banyak kasus, kondisi ini merupakan peringatan dini dari tubuh. 

Mengenali tanda-tanda awal dan segera mencari pertolongan medis dapat membuat perbedaan besar dalam menjaga kesehatan ginjal dan kualitas hidup jangka panjang.

Jika kondisi ini muncul terus-menerus, jangan menunda untuk memeriksakan diri. Deteksi dini adalah kunci utama mencegah dampak yang lebih fatal.

Mau Diskusi Project Baru?

Contact Us