Writer: Ami Fatimatuz Zahro - Selasa, 13 Januari 2026 15:11:15
FYPMedia - Guncangan besar terjadi di tubuh raksasa sepak bola Spanyol, Real Madrid. Manajemen Los Blancos mengambil keputusan tegas untuk mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Xabi Alonso, menyusul kekalahan menyakitkan dari rival abadi mereka, Barcelona, pada final Piala Super Spanyol di Arab Saudi.
Tanpa membuang waktu, pihak klub langsung menunjuk sosok yang sangat mengenal "DNA" Madrid, Alvaro Arbeloa, sebagai suksesor untuk menyelamatkan sisa musim kompetisi 2025/2026.
Akhir Perjalanan Singkat Xabi Alonso
Xabi Alonso, yang didatangkan dengan ekspektasi tinggi pada 1 Juni 2025 setelah sukses besar bersama Bayer Leverkusen, harus angkat kaki lebih cepat dari Santiago Bernabeu. Masa jabatannya hanya bertahan setengah musim.
Selain kegagalan di final Supercopa, performa tim yang inkonsisten dan isu ketidakharmonisan di ruang ganti antara pelatih dan pemain kunci disinyalir menjadi penyebab utama pemecatan ini. Saat ini, Madrid masih tertahan di peringkat kedua klasemen La Liga, berada di bawah bayang-bayang Barcelona.
Baca juga: Dani Olmo Bawa Barcelona Menang 1-0: No Lewandowski, No Problem
Dalam pernyataan resminya, pihak klub mengonfirmasi perpisahan tersebut.
"Real Madrid mengumumkan Xabi Alonso tidak lagi menjadi pelatih tim utama. Keputusan diambil berdasarkan kesepakatan bersama pihak klub dan pelatih," tulis pernyataan resmi klub.
Meski demikian, manajemen tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi Alonso sebagai salah satu legenda klub.
"Klub menegaskan bahwa Alonso akan selalu mendapat tempat istimewa di hati para Madridista, mengingat statusnya sebagai legenda Los Blancos yang senantiasa merepresentasikan nilai-nilai klub. Real Madrid akan selalu menjadi rumah baginya," lanjut pernyataan tersebut.
Alvaro Arbeloa: Bukan Solusi Sementara
Langkah cepat diambil manajemen dengan menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pelatih kepala. Penting untuk dicatat bahwa status Arbeloa adalah pelatih permanen, bukan caretaker atau pelatih sementara. Pria berusia 42 tahun ini dipercaya penuh untuk memimpin tim utama mengarungi sisa kompetisi La Liga, Copa del Rey, dan Liga Champions.
"Real Madrid dengan senang hati mengumumkan Alvaro Arbeloa akan menjadi pelatih tim utama yang baru," bunyi pengumuman lanjutan di situs resmi Madrid.
Kepercayaan manajemen kepada Arbeloa sebenarnya sudah terlihat sejak musim panas lalu ketika Carlo Ancelotti hengkang. Arbeloa dinilai memiliki karakter yang tepat untuk meredam gejolak internal tim saat ini.
Rekam Jejak Kepelatihan dan Mentalitas Juara
Meski belum pernah menangani tim senior di level teratas, perjalanan karier kepelatihan Arbeloa dinilai cukup menjanjikan. Ia memulai dari level akar rumput dengan melatih tim U-14 Madrid pada 2020. Kariernya menanjak pada Mei 2025 ketika ia dipercaya menggantikan Raul Gonzalez untuk memimpin Real Madrid Castilla.
Baca juga: 5 Misi Besar Xabi Alonso Bersama Real Madrid hingga 2028: Dari Reuni ke Revolusi
Statistiknya bersama tim cadangan tersebut menunjukkan progres positif. Dari 23 pertandingan, ia mencatatkan 12 kemenangan, 3 hasil imbang, dan 8 kekalahan. Meski sempat mengalami masa sulit dengan empat kekalahan beruntun pada September, Arbeloa berhasil membalikkan keadaan dengan memenangkan 10 dari 19 laga terakhir, membawa Castilla duduk di posisi empat klasemen.
Selain catatan manajerial, modal utama Arbeloa adalah statusnya sebagai legenda yang memahami tekanan di Bernabeu. Sebagai mantan bek kanan andalan pada periode 2009-2016, ia telah mempersembahkan berbagai trofi bergengsi, termasuk dua gelar Liga Champions dan satu trofi La Liga.
Di level internasional, ia adalah bagian dari generasi emas Spanyol yang memenangkan Piala Dunia 2010 serta dua kali juara Euro. Mentalitas juara inilah yang diharapkan manajemen dapat ditularkan Arbeloa ke dalam skuad utama Real Madrid saat ini.