5 Alasan Kepala BNN Buka Peluang Larang Vape di Indonesia, Singapura Jadi Contoh!

5 Alasan Kepala BNN Buka Peluang Larang Vape di Indonesia

FYP Media.ID – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Suyudi Ario Seto membuka peluang pelarangan penggunaan vape atau rokok elektrik di Indonesia. Langkah ini mengacu pada kebijakan tegas yang sudah diambil oleh pemerintah Singapura, di mana vape dikategorikan sebagai masalah narkoba dengan penegakan hukum super ketat.

Peluang larangan vape ini mendapat perhatian luas karena meningkatnya kekhawatiran terkait bahaya vape, khususnya yang mengandung zat berbahaya dan adiktif seperti etomidate. Apa saja fakta penting di balik sikap Kepala BNN dan bagaimana kebijakan Singapura menjadi contoh yang menginspirasi?

Berikut 5 alasan kuat mengapa Indonesia bisa saja melarang vape, serta langkah yang tengah dipersiapkan BNN.

1. Kepala BNN Siap Dalami dan Evaluasi Kebijakan Vape di Indonesia

Irjen Suyudi menyatakan bahwa pihaknya belum langsung menetapkan larangan vape secara resmi. Namun, ia menegaskan perlunya pendalaman isu vape dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat melalui dialog.

“Iya, ini tentunya akan menjadi bagian dari pendalaman kita. Kita harus duduk bersama dulu, melihat situasi, data, dan dampaknya ke depan,” ujar Suyudi usai dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.

Pendekatan ini menunjukkan sikap BNN yang berhati-hati dan berbasis data, sekaligus memberi ruang bagi masyarakat untuk ikut serta dalam proses pengambilan keputusan.

2. Vape Mengandung Zat Berbahaya, Bisa Jadi Masalah Narkotika

Salah satu poin krusial yang sedang dikaji oleh BNN adalah kandungan dalam vape. Kepala BNN belum bisa memastikan apakah vape harus dimasukkan ke dalam RUU Narkotika, karena perlu dilakukan kajian mendalam soal kandungan zat di dalamnya.

Menurut Suyudi, kemungkinan vape mengandung zat berbahaya dan narkotika tetap terbuka, namun membutuhkan data valid agar keputusan yang diambil tidak terburu-buru.

“Ya, kita harus lihat data yang sesungguhnya. Tapi kemungkinan itu pasti ada saja,” tambahnya.

Hal ini penting untuk menghindari ketidaktepatan regulasi dan memastikan larangan jika dilakukan benar-benar efektif.

3. Komitmen War on Drugs untuk Kemanusiaan: Tindak Tegas Semua Narkoba

Suyudi juga menegaskan komitmennya untuk menindak tegas segala bentuk narkoba di Indonesia, termasuk jika vape terbukti mengandung zat adiktif berbahaya.

“Beri saya kesempatan untuk mendalami hal ini. Yang jelas, narkoba harus kita tindak tegas. War on drugs for humanity, kita perang melawan narkoba demi kemanusiaan,” ujarnya dengan penuh semangat.

Pernyataan ini menegaskan bahwa BNN akan bersikap tegas tanpa pandang bulu dalam memberantas segala bentuk penyalahgunaan zat yang merusak generasi muda.

4. Singapura Jadi Contoh Kebijakan Vape Paling Ketat di Dunia

Langkah Kepala BNN ini sangat relevan dengan kebijakan terbaru Singapura yang memperketat larangan vape secara ekstrem. Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mengumumkan bahwa vape akan diperlakukan sebagai masalah narkoba serius dengan sanksi yang jauh lebih berat dibandingkan denda biasa.

Singapura bahkan mengancam hukuman penjara bagi mereka yang terlibat peredaran vape dengan kandungan zat berbahaya.

“Vape itu alat pengantar. Bahaya sesungguhnya ada pada apa yang terkandung di dalamnya,” tegas Lawrence pada pidato Hari Nasional Singapura, 17 Agustus 2025.

Kebijakan ini sekaligus diiringi dengan kampanye edukasi publik besar-besaran yang menyasar sekolah dan perguruan tinggi untuk mencegah penyalahgunaan.

5. Vape Kpods Mengandung Etomidate, Obat Anestesi Berbahaya yang Menjadi Ancaman

Salah satu alasan paling mengerikan dari larangan vape di Singapura dan yang menjadi perhatian BNN adalah ditemukannya vape jenis Kpods yang mengandung etomidate.

Etomidate adalah obat anestesi intravena yang hanya digunakan dalam prosedur medis untuk induksi anestesi dan sedasi. Jika digunakan sembarangan, zat ini bisa sangat berbahaya dan menyebabkan gangguan serius.

Peredaran etomidate dalam vape menimbulkan risiko besar bagi kesehatan masyarakat, terutama anak muda yang menjadi sasaran utama vape.

Apa Selanjutnya? Dialog dan Kajian Terbuka Menjadi Kunci

Irjen Suyudi menegaskan bahwa keputusan akhir soal larangan vape di Indonesia akan melalui proses dialog terbuka, kajian ilmiah, dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

“Kita harus duduk bersama, berbicara, dan melihat fakta sebelum memutuskan kebijakan,” katanya.

Dengan pendekatan ini, BNN berusaha memastikan regulasi yang dihasilkan tidak hanya keras tapi juga adil dan tepat sasaran.

Dampak Positif Larangan Vape Bagi Kesehatan dan Keamanan Nasional

Jika larangan vape benar-benar diterapkan, dampaknya bisa sangat positif bagi Indonesia, di antaranya:

  • Melindungi generasi muda dari bahaya zat adiktif dan narkotika.

  • Mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat zat berbahaya dalam vape.

  • Menekan peredaran ilegal vape yang berpotensi menjadi jalan masuk narkoba.

  • Meningkatkan kesadaran masyarakat melalui edukasi anti-narkoba yang terintegrasi.

Kesimpulan: Waspadai Bahaya Vape, Indonesia Bisa Ikuti Jejak Singapura

Langkah Kepala BNN Irjen Suyudi Ario Seto membuka peluang larangan vape menandakan bahwa Indonesia serius menangani potensi bahaya rokok elektrik. Mengingat temuan kandungan zat berbahaya dan dampak negatif bagi generasi muda, langkah tegas sangat diperlukan.

Singapura sudah membuktikan bagaimana kebijakan ketat dan penegakan hukum yang keras mampu menekan penyalahgunaan vape. Kini giliran Indonesia untuk melangkah maju dengan regulasi yang kuat, tepat, dan berpihak pada kesehatan masyarakat.