6 Stasiun MRT Jakarta Tutup Sementara Imbas Demo, Layanan Dibatasi Sabtu Ini

6 Stasiun MRT Jakarta Tutup Sementara Imbas Demo, Layanan Dibatasi Sabtu Ini

FYP Media.ID – PT MRT Jakarta resmi mengumumkan penyesuaian layanan menyusul situasi yang belum kondusif di sejumlah titik pusat kota. Hal ini merupakan imbas dari aksi demonstrasi pada Jumat (29/8/2025) yang berujung kericuhan dan berlanjut hingga dini hari.

Dalam keterangan resmi yang dirilis pada Sabtu pagi, Plt Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta, Ahmad Pratomo, mengungkapkan bahwa mulai Sabtu, 30 Agustus 2025, layanan MRT Jakarta hanya beroperasi dari Stasiun Lebak Bulus Grab hingga Stasiun Blok M BCA.

Short Loop MRT Jakarta: 6 Stasiun Tidak Melayani Penumpang

Demi menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna MRT, PT MRT Jakarta menerapkan skema short loop. Dalam skema ini, kereta hanya berhenti di stasiun-stasiun tertentu, dan tidak melayani rute penuh hingga Bundaran HI seperti biasanya.

Berikut adalah daftar 6 stasiun yang ditutup sementara:

  1. Stasiun ASEAN

  2. Stasiun Senayan Mastercard

  3. Stasiun Istora Mandiri

  4. Stasiun Bendungan Hilir

  5. Stasiun Setiabudi Astra

  6. Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta

Artinya, kereta tidak akan melayani naik-turun penumpang di stasiun-stasiun tersebut. Pengguna MRT yang biasa naik atau turun di titik-titik ini diminta mengatur ulang rute perjalanan mereka.

Jam Operasional Tetap, Tapi Headway Diperpanjang

Meski layanan MRT dibatasi, PT MRT Jakarta memastikan bahwa jam operasional tetap dimulai pukul 06.00 WIB. Namun, ada penyesuaian pada headway atau jarak waktu antar kereta, yaitu menjadi setiap 10 menit sekali.

“Kami tetap menjalankan layanan mulai pukul 06.00 WIB dengan pola short loop dan headway 10 menit,” jelas Ahmad Pratomo dalam keterangan tertulis.

Dengan headway ini, pengguna diminta untuk lebih bijak dalam merencanakan waktu perjalanan agar terhindar dari antrean atau kepadatan di stasiun yang masih beroperasi.

Evaluasi Situasi Tiap Jam: MRT Bisa Kembali Normal Jika Kondusif

PT MRT Jakarta menegaskan bahwa evaluasi terhadap situasi keamanan dilakukan secara berkala. Jika dinilai memungkinkan, layanan MRT akan kembali dibuka secara penuh, namun dengan skema skip station.

Dalam skema skip station, kereta akan kembali melintas dari Lebak Bulus ke Bundaran HI, namun tidak akan berhenti di Stasiun Senayan Mastercard dan Stasiun Istora Mandiri, dua titik yang paling terdampak oleh aksi massa.

“Kami memantau kondisi lapangan secara intensif. Apabila memungkinkan, pola short loop akan diubah ke skip station,” tambah Ahmad.

Namun jika situasi belum stabil, pola short loop akan tetap diberlakukan hingga akhir operasional hari ini.

Koordinasi Ketat dengan Aparat: Keselamatan Penumpang Prioritas Utama

Dalam menghadapi situasi yang penuh dinamika ini, PT MRT Jakarta mengungkapkan bahwa mereka berkoordinasi ketat dengan aparat keamanan dan otoritas transportasi terkait.

“Kami berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik dengan mengutamakan keselamatan dan kenyamanan seluruh pengguna MRT Jakarta,” tegas Ahmad.

Langkah preventif ini diambil mengingat sejumlah kawasan seperti Polda Metro Jaya hingga Istora Senayan masih dinilai rawan akibat sisa konsentrasi massa dan potensi konflik.

Kondisi di Lapangan Masih Dinamis, Warga Diminta Pantau Informasi Real Time

Situasi di pusat kota Jakarta masih sangat dinamis, terutama pasca kerusuhan yang terjadi dalam aksi demonstrasi 29 Agustus 2025. Karena itu, PT MRT Jakarta mengimbau masyarakat untuk:

  • Memantau informasi resmi dari akun media sosial @mrtjakarta

  • Mengunduh aplikasi MRT-J untuk update real-time

  • Menghindari stasiun yang ditutup sementara

  • Menggunakan moda transportasi alternatif jika diperlukan

Warga juga disarankan untuk tidak memaksakan perjalanan ke area terdampak demi keselamatan bersama.

Dampak Penutupan MRT Jakarta: Mobilitas Warga Terhambat

Penutupan 6 stasiun ini jelas berdampak pada ribuan penumpang MRT setiap harinya, khususnya mereka yang beraktivitas di pusat kota dan kawasan perkantoran Sudirman-Thamrin.

Dengan tertutupnya Stasiun Bundaran HI dan kawasan elite seperti Istora dan Senayan, maka masyarakat harus mencari moda transportasi lain, seperti:

  • Transjakarta (yang juga dibatasi operasinya)

  • Ojek online

  • Taksi konvensional

  • Moda pribadi

Namun patut diingat bahwa lalu lintas di sekitar kawasan tersebut juga terpantau padat, terutama karena pengalihan arus dan penutupan jalan akibat demo.

Respons Publik: Ada yang Dukung, Ada yang Kecewa

Penyesuaian layanan MRT Jakarta ini memicu berbagai reaksi dari masyarakat di media sosial. Beberapa memaklumi karena kondisi keamanan, namun ada pula yang menyuarakan kekecewaan.

“MRT jadi penyelamat saat macet, sekarang harus muter karena stasiun langganan tutup,” tulis akun @arifin_mtr di X (Twitter).

“Keselamatan lebih penting. Terima kasih MRT sudah cepat ambil keputusan,” komentar pengguna Instagram @vivi_melati.

Kesimpulan: MRT Jakarta Pilih Keselamatan Daripada Risiko

Keputusan MRT Jakarta untuk membatasi layanan dan menutup 6 stasiun bukan tanpa alasan. Dalam situasi genting seperti saat ini, keselamatan penumpang adalah yang utama. Dengan pengawasan ketat dan evaluasi real-time, diharapkan layanan bisa segera kembali normal.

Namun hingga saat itu tiba, masyarakat diimbau untuk lebih fleksibel dan waspada, serta memanfaatkan informasi resmi dari MRT Jakarta agar tidak terjebak dalam kebingungan saat bepergian