FYP Media.ID – Suasana duka menyelimuti kediaman almarhum Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online (ojol) yang menjadi korban tewas setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat aksi demonstrasi pada 28 Agustus 2025. Dalam momen yang penuh haru, Presiden Prabowo Subianto hadir langsung untuk melayat ke rumah duka dan menyampaikan belasungkawa.
Kehadiran Prabowo ke rumah duka di Jalan Blora, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat malam pukul 21.16 WIB, meninggalkan kesan mendalam bagi keluarga dan masyarakat. Ini bukan sekadar kunjungan protokoler, melainkan gestur kemanusiaan yang penuh empati dan keseriusan negara dalam menangani insiden memilukan ini.
Berikut adalah 5 momen mengharukan Prabowo saat melayat ke rumah duka Affan Kurniawan, yang menunjukkan sisi kemanusiaan, komitmen terhadap keadilan, dan simpati mendalam seorang kepala negara.
1. Peluk Haru untuk Ayah Affan: “Turut Berbelasungkawa Ya”
Begitu tiba di rumah duka, Presiden Prabowo langsung disambut keluarga Affan. Ia merangkul erat ayah Affan sambil menyampaikan belasungkawa. Kalimat sederhana yang diucapkannya, “Turut berbelasungkawa ya,” menggambarkan kesedihan dan rasa hormat yang tulus kepada keluarga korban.
Sang ayah tampak menahan tangis saat memeluk Presiden. Tidak ada jarak, tidak ada formalitas yang kaku – hanya pelukan manusiawi antara seorang ayah yang kehilangan anak dan pemimpin negara yang turut berduka.
2. Tangis Ibu Pecah, Prabowo Peluk dan Elus Pundaknya
Saat menyambut Prabowo, ibu Affan, Herlina, tidak mampu menahan air mata. Dalam pelukan Prabowo, ia menangis tersedu-sedu sambil berkata, “Anak saya udah enggak ada, Pak.”
Momen ini membuat banyak orang yang hadir ikut terharu. Prabowo mengelus pundak Herlina dengan lembut, menenangkannya, dan berkata, “Baik-baik ya, Bu. Saya turut berbela sungkawa. Saya juga sangat menyesali.”
Ungkapan Prabowo menunjukkan bahwa negara hadir, bukan hanya sebagai pengatur kebijakan, tetapi juga sebagai pelipur lara bagi warganya yang sedang berduka.
3. Prabowo: “Kasus Affan Akan Diusut Tuntas dan Transparan”
Dalam konferensi pers sebelumnya, Presiden Prabowo menyampaikan sikap tegas: kasus yang menewaskan Affan akan diusut secara tuntas dan transparan. Ia mengaku terkejut dan kecewa atas tindakan berlebihan dari petugas.
“Saya sudah perintahkan agar insiden ini diusut secara tuntas dan transparan,” ujar Prabowo tegas.
“Petugas yang terlibat akan ditindak sesuai hukum jika ditemukan melanggar,” tambahnya.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan kekerasan aparat terjadi tanpa akuntabilitas.
4. Janji Pemerintah: “Keluarga Affan Akan Dijamin Kehidupannya”
Tak hanya berhenti pada empati, Prabowo juga menegaskan bahwa pemerintah akan bertanggung jawab terhadap kehidupan keluarga almarhum.
“Pemerintah akan menjamin kehidupan keluarganya dan memberi perhatian khusus kepada orang tua, adik, dan kakak-kakaknya,” kata Prabowo dalam pernyataan resminya.
Bentuk kepedulian ini menjadi penting karena Affan adalah tulang punggung keluarga, dan kehilangan dirinya tak hanya menyisakan luka emosional, tetapi juga beban ekonomi.
5. Harapan Keadilan dari Keluarga, “Ini Takdir, Tapi Mohon Keadilan Ditegakkan”
Salah satu momen paling menyentuh terjadi saat ayah Affan mengatakan kepada Prabowo, “Kita percaya sama Bapak. Nggak nyangka Bapak bisa datang ke sini.”
Keluarga juga menyampaikan permohonan agar kasus Affan diusut hingga tuntas:
“Ini sudah takdir, tapi keadilan, kami keluarga mohon ditegakkan,” ucap keluarga almarhum.
Prabowo menjawab dengan tegas dan penuh keyakinan, “Pasti. Pasti.”
Jawaban ini menggambarkan bahwa negara hadir bukan hanya sebagai pengamat, melainkan sebagai penegak keadilan.
Affan Kurniawan: Korban Ketimpangan dan Simbol Perjuangan
Affan Kurniawan bukan pejabat, bukan tokoh publik, melainkan seorang pejuang harian – pengemudi ojol yang menghidupi keluarganya dengan penuh dedikasi. Ia menjadi korban dalam peristiwa 28 Agustus 2025, saat kerusuhan demo berujung pada insiden kendaraan Brimob melindasnya.
Insiden ini memicu gelombang simpati dan kemarahan publik. Banyak yang menyayangkan mengapa warga sipil tak bersenjata bisa menjadi korban dalam situasi demonstrasi.
Prabowo Serukan Kewaspadaan terhadap Provokator
Dalam pernyataannya, Presiden Prabowo juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh kelompok yang ingin memecah belah bangsa.
“Kita harus waspada. Kita tidak boleh mengizinkan kelompok-kelompok membuat huru-hara.”
Pesan ini penting agar kesedihan keluarga Affan tidak dimanfaatkan oleh pihak yang memiliki agenda tersembunyi, serta agar proses hukum dapat berjalan dengan adil dan damai.
Kesimpulan: Dari Dukacita ke Tindakan Nyata
Momen Prabowo melayat ke rumah duka Affan Kurniawan bukan hanya aksi simbolik. Itu adalah pesan kuat bahwa negara tidak tinggal diam. Dari pelukan haru, janji keadilan, hingga jaminan hidup keluarga korban – semua adalah bentuk kehadiran negara yang sesungguhnya.
Namun dukungan tak hanya datang dari pemimpin. Kita sebagai masyarakat juga memiliki peran penting untuk terus menyuarakan keadilan, menjaga kedamaian, dan tidak lupa bahwa di balik semua ini, ada keluarga yang kehilangan anak, saudara, dan tumpuan hidupnya.