FYP Media.ID – Cacingan pada anak di Indonesia ternyata masih menjadi masalah serius—meski sering dianggap sepele. Organisasi dunia seperti WHO bahkan menyebutnya sebagai penyakit tropis terabaikan—Neglected Tropical Disease (NTD).
Berikut 5 fakta mengejutkan yang wajib kamu tahu:
1. Lebih dari 1,5 Miliar Terinfeksi di Dunia — Anak Menjadi Korban Terbesar!
Menurut WHO, lebih dari 1,5 miliar orang di dunia terinfeksi cacing tanah—yang mayoritas adalah anak-anak prasekolah dan usia sekolah liputan6.comidaijogja.or.id. Angka ini menunjukkan betapa luas penyebaran dan dampaknya.
2. Indonesia Target Turunkan Prevalensi ke <10%, Tapi Masih Banyak yang Tertinggal
Pemerintah melalui Kemenkes menargetkan pengurangan kasus cacingan menjadi di bawah 10% di seluruh kabupaten/kota sehatnegeriku.kemkes.go.idKementerian Kesehatan. Namun faktanya, antara 2017–2021 baru 36,97 juta anak yang menerima POPM (Pemberian Obat Pencegahan Massal), dan masih ada 26 kabupaten/kota dengan prevalensi di atas 10% liputan6.com.
3. Sanitasi dan Kebiasaan: “Musuh Terbesar” Cacingan
Studi lokal di Sumatera Utara menyebut prevalensinya mencapai 57,2% pada anak sekolah. Anak yang sering bermain tanah 7,5 kali lebih berisiko terinfeksi. Sebaliknya, mencuci tangan rutin dan menggunakan jamban bisa menurunkan resiko hingga 84% PMC. Ini jadi bukti bahwa perilaku sederhana bisa jadi pembeda besar.
4. Prevalensi Variatif: dari 2,5% hingga 90% di Daerah Tertinggal
Laporan menunjukkan bahwa prevalensi infeksi STH di Indonesia sangat bervariasi—mulai dari 2,5% hingga lebih dari 60%, bahkan di Sumba mencapai 91% pada 2019 Kompas. Inilah cermin ketimpangan kerentanan kesehatan yang tak boleh diabaikan.
5. Deteksi Kurang Akurat, Riset Masih Minim — Jadikan Fokus Sekarang!
Menurut IDAI, kasus cacingan memang banyak terjadi, tapi pendanaannya rendah dan riset pun minim. Pemeriksaan buang air besar yang diperlukan sering tidak tepat sehingga hasil diagnosis menjadi meleset liputan6.com.
Ringkasan Cepat & Menyentuh
Fakta # | Insight Vital |
---|---|
1 | Lebih dari 1,5 miliar orang, kebanyakan anak, terjangkit global. |
2 | Target pemerintah <10%, tapi masih banyak wilayah dengan angka tinggi. |
3 | Perilaku bersih terbukti bisa menekan risiko hingga 84%. |
4 | Di daerah tertentu, prevalensinya menyentuh 90%—krisis nyata. |
5 | Kurangnya deteksi dan riset membuat penyelesaian jadi lambat. |
Penutup: Wujudkan Anak Sehat, Tanpa Cacingan
Cacingan bukan hanya soal perut gatel—ia bisa menghambat pertumbuhan, nutrisi, dan prestasi akademik anak. Kita tidak boleh lagi mengabaikannya.
Langkah nyata: tingkatkan POPM, perbaiki sanitasi, edukasi perilaku hidup sehat—dan yang terpenting: dorong riset dan pendanaan serius. Karena masa depan bangsa butuh generasi yang benar-benar sehat dan bebas parasit!