Writer: Riyadz Aqsha - Rabu, 07 Januari 2026 08:11:47
Jakarta – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) resmi membuka rekrutmen calon prajurit Tamtama Prajurit Karier (PK) tahun 2026. Pendaftaran dilakukan secara gratis dan online, memberikan kesempatan luas bagi generasi muda Indonesia yang ingin mengabdi kepada negara melalui jalur militer.
Rekrutmen Tamtama TNI AD 2026 menjadi salah satu jalur masuk TNI yang paling diminati karena tidak mensyaratkan pendidikan tinggi. Namun demikian, proses seleksi tetap dilakukan secara ketat dan berlapis untuk memastikan calon prajurit yang terpilih memiliki fisik, mental, dan ideologi yang kuat.
Jadwal Pendaftaran Tamtama TNI AD 2026
Pendaftaran Tamtama PK TNI AD 2026 telah dibuka sejak akhir Desember 2025 dan akan berlangsung hingga akhir Januari 2026. Calon peserta diwajibkan mendaftar melalui sistem online sebelum mengikuti tahapan seleksi berikutnya di tingkat daerah.
Secara garis besar, tahapan jadwal rekrutmen meliputi:
Pendaftaran online
Validasi atau daftar ulang di tingkat daerah
Seleksi tingkat daerah
Sidang pemilihan akhir (Pantukhir)
Pembukaan pendidikan dasar militer
Setiap tahapan memiliki batas waktu tertentu dan bersifat wajib. Peserta yang tidak mengikuti salah satu tahapan akan dinyatakan gugur.
Syarat Umum Pendaftaran
TNI AD menetapkan sejumlah persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh calon peserta Tamtama PK 2026. Persyaratan ini bertujuan untuk memastikan calon prajurit memenuhi standar dasar sebagai anggota TNI.
Beberapa syarat umum tersebut antara lain:
Warga Negara Indonesia
Setia kepada Pancasila, UUD 1945, dan NKRI
Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Sehat jasmani dan rohani
Tidak memiliki catatan kriminal
Tidak pernah diberhentikan secara tidak hormat dari instansi mana pun
Berkelakuan baik dan siap mematuhi aturan militer
Calon peserta juga tidak diperbolehkan memiliki tato dan tindik yang tidak sesuai dengan ketentuan TNI AD.
Batas Usia dan Tinggi Badan
Selain syarat umum, terdapat ketentuan khusus terkait usia dan postur tubuh. Untuk rekrutmen Tamtama TNI AD 2026, batas usia pendaftar umumnya berkisar minimal 17 tahun 10 bulan hingga maksimal 24 tahun saat pembukaan pendidikan.
Sementara itu, tinggi badan minimal yang dipersyaratkan adalah sekitar 158 cm, dengan berat badan yang proporsional sesuai ketentuan kesehatan militer. Ketentuan ini menjadi salah satu faktor penting yang diperiksa sejak awal seleksi.
Dokumen yang Harus Disiapkan
Calon peserta wajib menyiapkan dokumen administrasi sebagai bagian dari proses seleksi. Dokumen tersebut antara lain:
Akta kelahiran
Kartu Tanda Penduduk (KTP)
Kartu Keluarga (KK)
Ijazah terakhir dan transkrip nilai
Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)
Pas foto terbaru
Seluruh dokumen akan diverifikasi oleh panitia saat tahap validasi di tingkat daerah. Kelengkapan dan keabsahan dokumen menjadi syarat mutlak untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.
Tahapan Seleksi Tamtama TNI AD
Seleksi Tamtama TNI AD dilakukan dengan sistem gugur. Artinya, peserta harus lulus setiap tahapan untuk bisa melanjutkan ke tahap berikutnya. Tahapan seleksi meliputi:
Pemeriksaan administrasi
Memastikan seluruh dokumen lengkap dan sesuai persyaratan.Pemeriksaan kesehatan tahap I dan II
Meliputi pemeriksaan fisik luar dan dalam, termasuk penglihatan, pendengaran, jantung, serta organ vital lainnya.Tes kesamaptaan jasmani
Menguji kebugaran fisik melalui lari, push-up, sit-up, shuttle run, dan renang.Tes mental ideologi dan wawasan kebangsaan
Menilai pemahaman peserta terhadap nilai-nilai kebangsaan dan loyalitas terhadap NKRI.Tes psikologi
Mengukur kemampuan intelektual, kepribadian, serta stabilitas emosi.Sidang pemilihan akhir (Pantukhir)
Tahap penentuan kelulusan sebelum peserta dinyatakan diterima dan mengikuti pendidikan dasar militer.
Tips Menghadapi Seleksi
Agar peluang lolos seleksi semakin besar, calon peserta disarankan mempersiapkan diri sejak dini. Latihan fisik rutin, menjaga pola makan, serta istirahat yang cukup sangat penting. Selain itu, calon peserta juga perlu mempersiapkan mental dan memahami nilai-nilai dasar keprajuritan.
Masyarakat juga diimbau untuk waspada terhadap oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu. Proses rekrutmen TNI AD tidak dipungut biaya dan dilakukan secara transparan.