FYP
Media
Memuat Halaman...
0%
Status Siaga! Gunung Semeru Meletus 6 Kali, Abu Vulkanik Menjulang 1 Km

News

Status Siaga! Gunung Semeru Meletus 6 Kali, Abu Vulkanik Menjulang 1 Km

Writer: Raodatul - Senin, 19 Januari 2026 13:40:57

Status Siaga! Gunung Semeru Meletus 6 Kali, Abu Vulkanik Menjulang 1 Km
Sumber gambar: Gunung Semeru erupsi dengan letusan setinggi 1 km di atas puncak pada Senin (19/1/2026) pagi. )ANTARA/HO-PVMBG)

FYPMedia.id - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu tercatat mengalami enam kali erupsi dalam kurun waktu satu pagi pada Senin (19/1/2026). 

Letusan yang terjadi memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi 300 meter hingga 1 kilometer dari puncak kawah, menandai dinamika magma yang masih sangat aktif.

Fenomena ini langsung menjadi perhatian serius Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), mengingat Gunung Semeru saat ini masih berada pada status Siaga atau Level III. 

Masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana diminta meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan yang telah dikeluarkan.

Kronologi Enam Kali Erupsi Gunung Semeru

Berdasarkan laporan resmi Pos Pengamatan Gunung Semeru, aktivitas erupsi terjadi secara beruntun sejak dini hari hingga pagi hari. Rentetan letusan ini mencerminkan tekanan gas dan magma yang masih kuat di dalam tubuh gunung api.

Dilansir Antara, erupsi pertama terjadi pada pukul 00.22 WIB, kemudian disusul secara berurutan pada pukul 00.36 WIB, 00.50 WIB, 05.19 WIB, 06.44 WIB, dan 08.36 WIB.

Dari seluruh rangkaian tersebut, satu letusan tercatat sebagai yang paling signifikan.

"Erupsi dengan letusan tertinggi terjadi pada pukul 05.19 WIB yakni dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 mdpl," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, dalam laporan tertulis.

Letusan ini memuntahkan abu vulkanik yang teramati cukup tebal dan meluas, sehingga berpotensi berdampak pada wilayah di sekitar lereng gunung.

Baca Juga: 3 Kali Erupsi Pagi Ini: Gunung Semeru Lontarkan Awan Panas Setinggi 900 Meter

Kolom Abu Mengarah ke Timur Laut

Menurut Liswanto, secara visual kolom abu letusan Gunung Semeru terpantau berwarna putih hingga kelabu, dengan intensitas sedang dan arah sebaran condong ke timur laut. 

Arah angin ini menjadi faktor penting dalam menentukan wilayah yang berpotensi terdampak hujan abu.

Sebaran abu vulkanik dapat memengaruhi kualitas udara, jarak pandang, serta kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan.

Oleh karena itu, warga di sekitar Gunung Semeru diimbau untuk menggunakan masker, membatasi aktivitas luar ruangan, serta mengamankan sumber air bersih dari kontaminasi abu.

Aktivitas Kegempaan Masih Tinggi

Selain erupsi, aktivitas kegempaan Gunung Semeru juga menunjukkan intensitas yang cukup tinggi. Dalam periode pengamatan Senin pukul 00.00–06.00 WIB, tercatat berbagai jenis gempa yang mengindikasikan pergerakan magma dan material vulkanik di dalam gunung.

Liswanto merinci data kegempaan tersebut: "Aktivitas Gunung Semeru pada Senin pukul 00.00-06.00 WIB tercatat 36 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 12-22 mm dan lama gempa 86-156 detik, kemudian tiga kali gempa guguran dengan amplitudo 4-7 mm dan lama gempa 33-73 detik," tuturnya.

Tak hanya itu, aktivitas lain juga masih terpantau.

"Gunung Semeru juga mengalami tiga kali Harmonik dengan amplitudo 10-11 mm, dan lama gempa 118-360 detik, kemudian satu kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 7 mm, S-P 19 detik dan lama gempa 39 detik," lanjut Liswanto.

Data ini menegaskan bahwa aktivitas internal Gunung Semeru masih sangat dinamis, sehingga potensi erupsi susulan tetap perlu diwaspadai.

Baca Juga: Aktivitas Beberapa Gunung Vulkanik Meningkat, Masyarakat Diminta Tetap Tenang dan Waspada

Status Siaga Level III Tetap Berlaku

Hingga saat ini, status Gunung Semeru masih Siaga (Level III). Status ini menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik meningkat dan erupsi dapat terjadi sewaktu-waktu, meski belum masuk kategori awas.

PVMBG menegaskan bahwa status siaga mengharuskan pembatasan ketat aktivitas masyarakat di zona-zona rawan, terutama yang berada di jalur aliran awan panas dan lahar.

Zona Berbahaya dan Larangan Aktivitas Warga

Sebagai langkah mitigasi, PVMBG kembali menekankan sejumlah larangan dan rekomendasi penting yang wajib dipatuhi masyarakat.

Liswanto menyampaikan bahwa masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara Gunung Semeru, khususnya di sepanjang Besuk Kobokan, dengan radius 13 kilometer dari puncak sebagai pusat erupsi.

"Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi)," katanya.

Larangan tersebut diperluas ke area sempadan sungai.

"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," jelasnya.

Radius Kawah dan Ancaman Batu Pijar

Selain potensi awan panas dan lahar, ancaman lain yang perlu diwaspadai adalah lontaran batu pijar dari kawah. Oleh sebab itu, PVMBG dengan tegas melarang aktivitas warga dalam radius tertentu.

Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru, karena wilayah tersebut sangat rawan terkena lontaran material pijar yang dapat mengancam keselamatan jiwa.

Wilayah Aliran Sungai Rawan Bencana

PVMBG juga mengingatkan bahwa potensi bahaya tidak hanya berasal dari erupsi langsung, tetapi juga dari guguran lava dan aliran lahar yang dapat terjadi kapan saja, terutama saat hujan.

Warga diminta mewaspadai sungai dan lembah yang berhulu di Gunung Semeru, antara lain:

  • Besuk Kobokan
  • Besuk Bang
  • Besuk Kembar
  • Besuk Sat

Selain itu, potensi lahar juga dapat mengancam sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Baca Juga: Gunung Merapi Muntahkan Guguran Lava Hingga 1,8 Kilometer!

Peringatan Dini dan Kesiapsiagaan Warga

Pemerintah daerah bersama aparat terkait terus melakukan pemantauan intensif, sosialisasi, serta koordinasi dengan desa-desa di sekitar Gunung Semeru. Sistem peringatan dini disiagakan untuk mengantisipasi perubahan aktivitas vulkanik yang bisa meningkat secara cepat.

Masyarakat diimbau untuk:

  • Mengikuti informasi resmi dari PVMBG dan BPBD
  • Tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi
  • Menyiapkan tas siaga bencana
  • Segera mengungsi jika ada perintah dari petugas

Gunung Semeru dan Riwayat Aktivitasnya

Sebagai gunung api paling aktif di Pulau Jawa, Gunung Semeru memang memiliki sejarah panjang erupsi. 

Aktivitas vulkaniknya yang hampir terus-menerus menjadikan kawasan ini sebagai salah satu wilayah dengan tingkat risiko bencana tinggi di Indonesia.

Meski demikian, dengan kedisiplinan masyarakat dan koordinasi lintas instansi, dampak erupsi dapat diminimalkan.

Kesimpulan

Rentetan enam kali erupsi Gunung Semeru dengan kolom abu mencapai 1 kilometer menjadi pengingat bahwa aktivitas vulkanik di kawasan ini masih sangat aktif. Status Siaga Level III menuntut kewaspadaan tinggi, namun tidak perlu disikapi dengan kepanikan.

Kepatuhan terhadap rekomendasi PVMBG, kesiapsiagaan masyarakat, serta pemantauan berkelanjutan menjadi kunci utama untuk menjaga keselamatan bersama di tengah dinamika alam Gunung Semeru.

Mau Diskusi Project Baru?

Contact Us