Kezia, Selebgram Rohani yang Gigih

Foto Kezia Sutrisna.

FYP Media – Selasa, 5 Maret 2024 pukul 19.00 WIB,  Tim FYP Media melakukan sharing session dengan salah satu influencer, business women, sekaligus content creator yaitu Kezia Sutrisna, biasa disapa Kezia. Seorang yang selalu berorientasi pada pengaruh positif dan produktif untuk menebarkan senyum kepada semua orang. Lantas siapa sih sebenarnya Kezia Sutrisna?

Awal Karir 

Kezia adalah seorang wanita yang berusia 25 tahun. Kesibukannya saat ini adalah berjualan di online shop dan membuat konten tentang kerohanian misalkan dengan menyanyikan lagu-lagu rohani. Produk yang ia jual biasanya berupa barang-barang rohani dan pakaian.

“Barang-barang rohani biasanya aku ngambil dari supplier. Dan untuk jenis pakaian yang aku jual biasanya kayak hoddie , kaos, jaket, karena memang mamah punya usaha garmen jadi aku tinggal promo-promosiin aja sih.” Ungkapnya.

“Beres-beres rumah. Kalau lagi jualan sibuk nge pak-ng pakin sendiri, biasanya selesai jam 12/1 setelah itu bikin konten. Bikin konten tentang rohani-rohani gitu tapi tidak begitu sering sih, hanya kalau ada ide-ide atau endorsement.” Ungkapnya.

Wanita yang gemar menyanyi dan bermain gitar ini sering membuat konten positif di Instagram, TikTok, dan juga YouTubeKezia. Ia memulai karier di dunia perkontenan sudah cukup lama, yakni pada tahun 2018. Dikala itu masih belum rutin untuk membuat konten sebab harus menjalani kuliah juga di Universitas Atmajaya jurusan Ekonomi Manajemen, sementara ia mulai berbisnis dengan berjualan di ­online shop pada tahun 2022 lalu.

“Sebenarnya 2018 dulu ga pernah mikir bisa jadi seperti ini. Intinya main sosmed ingin punya dampak positif ke orang lain. Aku mikir bikin konten yang sekiranya positif. Karna ada juga orang yang gampangin buat konten, pokoknya yang penting viral.” Ujarnya.

Jalan Rohani

Tumbuh dari keluarga yang kental kerohaniannya, menjadikan Kezia antusias dalam beribadah kepada Tuhan. Sisi kerohaniannya yang kuat ia tuangkan dalam bentuk konten yang bersegmen rohani dalam lingkup Kristen.  Ia ingin orang lain dapat mengambil banyak pelajaran dari konten yang ia buat.

“Orang lain juga ngerasain ada hal-hal positif yang bisa diambil dari setiap konten ku.” Ujarnya.

Namun, tidak sedikit dari netizen yang kerap kali berkomentar tidak baik pada konten yang ia buat. Namun, demi mencapai tujuannya yaitu memberikan pengaruh positif kepada semua orang, Kezia tetap produktif membuat konten dan  menghiraukan ujaran-ujaran kebencian yang netizen sampaikan kepadanya.

Jangan dengerin omongan orang lain yang menjatuhkan diri kamu. Karna kadangkala orang itu seneng ketika kita jatuh dan yaudah itu yang mereka mau. Tapi kalau kritik atau masukan, bisa kita ambil buat upgrade diri. Fokusin apa yang jadi tujuan kamu.” Ujarnya.

Pengalaman yang mungkin kurang menyenangkan sudah sering dirinya rasakan. Disisi lain ia juga mengalami pengalaman yang sangat berkesan dari salah beberapa orang yang mengirim pesan melalui Instagramnya.

“Pernah ada orang di Kalimantan bilang kalau cover an lagu kezia banyak didenger anak-anak disana dan dijadiin motivasi buat mereka. Ada juga orang yang sakit kanker, trus bilang: “kes, lagu-lagu kamu dan konten-konten kamu, bisa nguatin aku ketika sakit gini.” Bahkan, ada lagi orang yang bilang, “pas papaku sebelum meninggal sempet pasang video cici di story wa nya.”. ungkap Kezia sambil memasang raut wajah bahagia.

Kezia sangat bersyukur kalau ada orang yang benar-benar merasa terbantu dengan kehadiran konten yang Kezia buat. Baginya, ini merupakan anugerah dari Tuhan sebab tujuan sebenarnya ia ingin menjadi konten creator akhirnya terwujud.

Cobalah Hal-Hal Baru

Kezia berpesan untuk selalu berani mencoba hal-hal baru yang belum pernah kita alami. Sebab itu akan membantu menemukan passion kita sebenarnya.

“Jangan menengok kebelakang terus. Karna kadang orang belum bisa maju karna menengok kebelakag trus. Sebenarnya tidak apa-apa tapi hanya buat evaluasi. Kalau kamu pengen jadi orang yang lebih baik pasti ada pengorbanan yang harus kamu lakukan. Coba lah selalu hal-hal baru. Toh gagal itu ga bikin kita selesai disana. Misalkan memang lagi jatuh pasti suatu saat dizinkan untuk bangkit lagi.” Ungkapnya.

Jadi, disaat ada tekanan apapun saat mencoba hal baru, jangan mudah putus asa. Sebab, bila tetap konsisten dijalankan maka kita akan semakin produktif menebarkan kebahagiaan untuk orang lain.

 

 

 

 

 

Leave a Reply