FYP
Media
Memuat Halaman...
0%
Jasa Penitipan Anak Turis Makin Populer, Jepang Optimalkan Peluang Baru

News

Jasa Penitipan Anak Turis Makin Populer, Jepang Optimalkan Peluang Baru

Writer: Raodatul - Minggu, 04 Januari 2026 09:40:50

Jasa Penitipan Anak Turis Makin Populer, Jepang Optimalkan Peluang Baru
Sumber gambar: Ilustrasi Jepang/Freepik

FYPMedia.id - Lonjakan kunjungan wisatawan asing ke Jepang tidak hanya menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, dan transportasi, tetapi juga melahirkan tren layanan baru yang kini tengah naik daun: jasa penitipan anak khusus turis mancanegara. 

Fenomena ini muncul seiring meningkatnya jumlah wisatawan keluarga yang berlibur ke Negeri Sakura bersama anak-anak mereka.

Alih-alih harus memilih antara menikmati wisata kuliner, budaya, atau terus mendampingi anak selama perjalanan, kini turis asing memiliki alternatif yang lebih fleksibel. 

Mereka dapat menitipkan anak-anak kepada pengasuh profesional berbahasa asing, sementara orang tua menikmati pengalaman wisata yang sebelumnya dianggap kurang ramah anak.

Tren ini mencerminkan bagaimana industri pariwisata Jepang semakin adaptif dalam menjawab kebutuhan wisatawan global, khususnya dari kalangan menengah ke atas yang mencari kenyamanan, keamanan, dan pengalaman berkualitas.

Lonjakan Turis Keluarga Picu Inovasi Layanan

Berdasarkan laporan Kyodo News, meningkatnya jumlah turis asing berkeluarga menjadi pendorong utama berkembangnya jasa penitipan anak di Jepang. 

Banyak wisatawan datang bersama anak usia balita hingga prasekolah, namun tetap ingin mengeksplorasi kuliner kelas atas, kuil-kuil bersejarah, atau destinasi yang membutuhkan ketenangan dan waktu panjang.

Data pemerintah Jepang menunjukkan, sepanjang tahun 2024, negara ini menyambut sekitar 36,8 juta pengunjung asing. 

Dari jumlah tersebut, sekitar 690.000 di antaranya merupakan anak-anak berusia empat tahun atau lebih muda. Angka ini menegaskan bahwa segmen wisata keluarga bukan pasar kecil, melainkan ceruk potensial yang terus berkembang.

Kondisi ini mendorong munculnya layanan penitipan anak yang dirancang khusus untuk turis asing, dengan standar keamanan tinggi dan pengalaman yang tak sekadar “menjaga anak”.

Baca Juga: 20 Makanan Jepang Populer yang Wajib Dicoba di Indonesia

Anak Tak Sekadar Dititipkan, Tapi Diberi Pengalaman

Berbeda dari layanan babysitter konvensional, jasa penitipan anak untuk turis di Jepang menawarkan konsep experiential childcare. Anak-anak tidak hanya dijaga, tetapi juga diajak beraktivitas yang edukatif dan menyenangkan.

Beberapa kegiatan yang ditawarkan antara lain membuat kerajinan tangan khas Jepang, mengunjungi taman kanak-kanak lokal, bermain di alam terbuka, hingga berlatih pernapasan tenang di kuil Zen. 

Dengan konsep ini, anak-anak justru mendapatkan pengalaman budaya tersendiri selama orang tua berwisata.

Pendekatan tersebut membuat layanan penitipan anak tidak lagi dipandang sebagai solusi darurat, melainkan bagian dari pengalaman liburan keluarga yang utuh.

Pengalaman Turis Asal California

Salah satu wisatawan yang merasakan langsung manfaat layanan ini adalah Kelvin Young, turis asal California, Amerika Serikat. Ia mencoba jasa penitipan anak saat berlibur bersama keluarganya di Tokyo pada akhir November.

Young dan istrinya memesan pengasuh melalui Synk, perusahaan jasa penitipan anak yang berbasis di Kamakura, Prefektur Kanagawa. Mereka menitipkan dua putri mereka yang berusia lima dan dua tahun di hotel selama empat jam.

Selama waktu tersebut, pasangan ini menikmati santap sushi mewah, pengalaman yang sulit dilakukan jika harus membawa anak kecil. Sementara itu, kedua putri mereka mengikuti aktivitas kerajinan tangan bersama pengasuh.

Keesokan harinya, anak-anak tersebut bahkan memamerkan hasil karya yang mereka buat, menjadikan pengalaman penitipan ini lebih bermakna dibanding sekadar dijaga.

Synk, Pelopor Layanan Penitipan Anak Turis

Synk merupakan salah satu pemain yang paling menonjol dalam tren ini. Perusahaan yang didirikan pada April lalu tersebut telah menangani lebih dari 50 permintaan dari turis asing hanya dalam waktu beberapa bulan.

Synk mempekerjakan sembilan pengasuh anak bersertifikasi nasional yang fasih berbahasa Inggris, serta seorang perawat profesional. Layanan ini dipasarkan sebagai solusi premium dengan standar keamanan tinggi.

Tarif yang ditawarkan mulai dari ¥54.000 atau sekitar Rp 5,7 juta untuk durasi tiga jam. Harga tersebut mencerminkan segmen pasar menengah ke atas yang mengutamakan kualitas layanan.

Selain penitipan di hotel, Synk juga menyelenggarakan berbagai kegiatan tambahan, seperti:

  • Jalan-jalan santai di alam

  • Sesi bermain terarah

  • Kunjungan ke kuil

  • Aktivitas budaya interaktif

Presiden Synk, Saya Sugahara, menegaskan bahwa fokus perusahaan bukan hanya menjaga anak, tetapi menciptakan pengalaman yang seimbang bagi seluruh keluarga.

"Dengan menyediakan pengalaman khusus bagi anak-anak, kami ingin orang tua menikmati waktu mereka tanpa ragu," kata Sugahara, seperti dilaporkan The Straits Times.

Baca Juga: Disiplin ala Jepang vs. Kreativitas ala Finlandia: Mana yang Lebih Cocok untuk Indonesia?

Bisnis Lain Ikut Bergerak

Tren ini tidak hanya dimanfaatkan oleh Synk. Penyedia layanan penitipan anak lain di Tokyo, seperti Poppins, juga mulai meningkatkan perekrutan pengasuh yang mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris maupun bahasa asing lainnya.

Langkah ini diambil untuk menjawab permintaan wisatawan asing yang membutuhkan komunikasi lancar dan rasa aman saat menitipkan anak.

Industri perhotelan pun ikut menyesuaikan diri. Hotel Nagoya Marriott, misalnya, telah mulai menawarkan sistem reservasi online untuk layanan penitipan anak. Dengan sistem ini, tamu asing dapat memesan pengasuh bahkan sebelum tiba di Jepang.

Kolaborasi antara hotel dan penyedia jasa penitipan anak ini menunjukkan bagaimana sektor pariwisata Jepang semakin terintegrasi dan berorientasi pada kenyamanan wisatawan.

Jawaban atas Tantangan Wisata Keluarga

Berwisata bersama anak kecil sering kali menjadi tantangan, terutama di destinasi yang padat aktivitas seperti Jepang. Banyak restoran, kuil, dan lokasi wisata yang menuntut ketenangan atau waktu kunjungan panjang.

Layanan penitipan anak menjadi solusi praktis bagi orang tua yang ingin tetap menikmati destinasi tersebut tanpa mengorbankan kenyamanan anak. Dengan pengasuh profesional dan aktivitas terstruktur, anak-anak tetap aman dan terhibur.

Konsep ini juga menjawab kebutuhan wisatawan modern yang menginginkan fleksibilitas, personalisasi, dan pengalaman premium.

Baca Juga: 5 Fakta Mengejutkan di Balik Demam Matcha yang Goyang Tradisi Jepang!

Potensi Bisnis dan Masa Depan Layanan

Melihat tingginya jumlah wisatawan asing dan meningkatnya minat terhadap wisata keluarga, jasa penitipan anak diprediksi akan terus berkembang di Jepang. 

Apalagi, pemerintah Jepang sendiri tengah mendorong pemulihan dan pertumbuhan sektor pariwisata pascapandemi.

Layanan seperti ini berpotensi menjadi standar baru dalam industri pariwisata ramah keluarga, tidak hanya di Jepang, tetapi juga di negara tujuan wisata populer lainnya.

Dengan kombinasi profesionalisme, keamanan, dan pendekatan budaya, Jepang sekali lagi menunjukkan kemampuannya beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan wisatawan global.

Kesimpulan

Naiknya popularitas jasa penitipan anak untuk turis asing menandai babak baru dalam industri pariwisata Jepang. 

Layanan ini bukan sekadar solusi praktis, tetapi juga refleksi dari strategi Jepang dalam menangkap peluang pasar wisata keluarga global.

Dengan pengalaman yang aman, edukatif, dan berorientasi kenyamanan, jasa penitipan anak kini menjadi bagian tak terpisahkan dari ekosistem pariwisata modern di Negeri Sakura.

Mau Diskusi Project Baru?

Contact Us