Writer: Redaksi - Selasa, 03 Februari 2026 23:36:15
Publik internasional kembali dikejutkan dengan rilis jutaan halaman dokumen penyelidikan Jeffrey Epstein oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ). Dokumen tersebut memuat korespondensi, catatan internal, hingga arsip multimedia yang berkaitan dengan kasus kejahatan seksual dan perdagangan manusia yang menjerat Epstein.
Jeffrey Epstein, taipan keuangan asal Amerika Serikat, ditangkap kembali pada 6 Juli 2019 atas tuduhan perdagangan seks anak di Florida dan New York. Ia kemudian ditemukan meninggal dunia di sel tahanan Manhattan pada 10 Agustus 2019. Meski secara resmi dinyatakan bunuh diri, kematiannya hingga kini masih memicu berbagai teori konspirasi.
Lebih dari 3 Juta Halaman Dokumen Dirilis
Di tengah tekanan publik yang meningkat, pada 30 Januari 2026, DOJ AS merilis lebih dari 3 juta halaman dokumen, termasuk sekitar 2.000 video dan 180.000 gambar. Rilis ini dilakukan sebagai bentuk kepatuhan terhadap Epstein Files Transparency Act, undang-undang yang ditandatangani Presiden AS Donald Trump pada 19 November 2025.
Dokumen tersebut mengungkap jaringan sosial Epstein yang luas, mencakup tokoh politik, pebisnis global, miliarder teknologi, mantan kepala negara, hingga figur publik internasional. Namun, DOJ menegaskan bahwa kemunculan nama dalam dokumen tidak serta-merta berarti keterlibatan pidana.
Tokoh-Tokoh Terkenal yang Namanya Muncul
Sejumlah nama besar yang tercantum dalam dokumen antara lain:
Andrew Mountbatten-Windsor (Pangeran Andrew)
Disebut dalam berbagai catatan dan email Epstein. Ia dituduh oleh Virginia Giuffre melakukan pelecehan seksual saat korban masih di bawah umur, tuduhan yang terus ia bantah. Raja Charles III telah mencabut seluruh gelar kehormatannya.Sarah Ferguson
Mantan istri Pangeran Andrew, disebut dalam email tahun 2011 saat meminta saran Epstein terkait penampilan publiknya.Elon Musk
Pendiri Tesla dan pemilik X disebut dalam korespondensi terkait undangan liburan ke Karibia pada 2012–2014. Musk menyatakan tidak pernah mengunjungi pulau Epstein dan menolak undangan tersebut.Richard Branson
Pendiri Virgin Group tercatat pernah bertukar email dengan Epstein terkait undangan ke pulau pribadinya. Pihak perusahaan menyebut hubungan tersebut bersifat lama dan terbatas.Donald Trump
Namanya muncul dalam sejumlah referensi sosial dan catatan internal. Tidak ada dokumen yang secara langsung menuduh keterlibatan kriminal. Trump menyebut rilis dokumen justru “membersihkannya”.Bill Clinton
Mantan Presiden AS ini tercatat beberapa kali menggunakan jet Epstein, namun membantah mengetahui kejahatan Epstein dan menyatakan telah memutus hubungan sejak 2006.Bill Gates
Namanya muncul dalam email internal Epstein berisi klaim yang tidak terverifikasi. Juru bicara Gates menyebut tuduhan tersebut tidak benar dan absurd.Steve Bannon, Sergey Brin, Jeff Bezos, Ehud Barak, Larry Summers, Howard Lutnick, Steven Tisch, Casey Wasserman, Kathryn Ruemmler, hingga Dr. Mehmet Oz juga tercantum dalam berbagai dokumen, umumnya dalam konteks korespondensi, undangan, atau interaksi sosial.
DOJ Ingatkan Publik Tidak Berspekulasi
Departemen Kehakiman AS menegaskan bahwa sebagian dokumen memuat informasi yang belum diverifikasi, bahkan ada yang dinilai tidak akurat. Oleh karena itu, publik diminta tidak menyimpulkan keterlibatan pidana hanya berdasarkan kemunculan nama.
Rilis besar-besaran ini dinilai sebagai salah satu upaya transparansi terbesar dalam sejarah hukum AS, sekaligus membuka kembali diskusi global soal akuntabilitas elite dan keadilan bagi korban.