FYPMedia.ID – Kopi bukan sekadar minuman yang memberikan energi, tetapi juga bagian dari budaya yang telah mengakar di berbagai negara. Dari cara penyeduhan hingga cara menikmatinya, setiap negara memiliki tradisi ngopi yang unik dan khas.
Asia, misalnya, dikenal sebagai salah satu produsen kopi terbesar di dunia, tetapi masih kalah prestise dibandingkan Amerika Latin dan Afrika. Meski begitu, berbagai negara di Asia memiliki budaya kopi yang menarik dan terus berkembang.
Tak hanya di Asia, budaya minum kopi juga memiliki makna mendalam di berbagai belahan dunia, dari Arab Saudi hingga Senegal.
6 Negara dengan Ragam Minum Kopi
Vietnam
Vietnam adalah produsen kopi terbesar kedua di dunia dan dikenal dengan produksi biji robusta yang dominan. Berbeda dengan arabika, robusta memiliki kadar kafein dua kali lebih tinggi dan cita rasa yang lebih pahit dengan sentuhan rasa tanah dan kacang.
Di Vietnam, metode penyeduhan kopi cukup unik dengan menggunakan penyaring logam kecil yang disebut phin. Kopi yang dihasilkan biasanya dinikmati dengan susu kental manis, dikenal sebagai cà phê sū’a dá.
Selain itu, ada juga cà phê trú’ng atau kopi telur, yang dibuat dengan mencampurkan kuning telur kocok, gula, dan kopi, menciptakan tekstur yang kental dan rasa yang khas.
Indonesia
Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki beragam jenis kopi yang berasal dari berbagai daerah.
Salah satu kopi yang paling terkenal adalah kopi luwak, yang proses fermentasinya melibatkan luwak. Kopi ini dikenal memiliki rasa yang lebih lembut dan rendah asam.
Selain itu, kopi Sumatra sangat populer karena rasanya yang kuat, bersahaja, dan sedikit pedas, dengan sentuhan cokelat. Metode pengolahan khas di Sumatra dikenal sebagai giling basah, yang menghasilkan kopi dengan karakter yang kaya dan rendah keasaman.
Korea Selatan
Di Korea Selatan, budaya ngopi telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Berdasarkan data Institut Ekonomi Korea-Amerika, rata-rata orang Korea mengonsumsi sekitar 12,3 cangkir kopi per minggu.
Baca juga: 5 Keuntungan Mengonsumsi Kopi di Pagi Hari untuk Kesehatan Jantung
Selain menjamurnya kafe dengan beragam konsep unik, orang Korea juga gemar menikmati kopi instan atau kopi siap saji yang tersedia di minimarket seperti 7-Eleven.
Harga kopi yang lebih terjangkau di minimarket membuatnya menjadi pilihan banyak orang dibandingkan kopi di kafe.
Turki
Turki memiliki metode penyeduhan kopi yang telah diakui oleh UNESCO sebagai bagian dari warisan budaya tak benda sejak 2018.
Kopi di Turki diseduh menggunakan pasir panas, sebuah teknik yang telah digunakan sejak abad ke-16 di era Kesultanan Ottoman.
Kopi Turki disajikan dalam cangkir kecil tanpa disaring, sehingga ampasnya tetap berada di dasar cangkir. Rasanya yang pekat dan kuat menjadikannya pengalaman ngopi yang unik bagi para pencinta kopi.
Arab Saudi
Di Arab Saudi, kopi memiliki makna lebih dari sekadar minuman. Menyajikan kopi kepada tamu adalah simbol keramahan dan penghormatan.
Dalam budaya Arab, tuan rumah harus selalu mengisi ulang cangkir tamunya ketika kosong, memastikan kopi tetap segar dan tamu merasa dihargai.
Biasanya, kopi di Arab Saudi disajikan dengan kurma sebagai pendamping. Kopi Arab dikenal memiliki rasa yang ringan, sedikit pahit, dan sering kali diberi tambahan rempah-rempah seperti kapulaga untuk meningkatkan aromanya.
Senegal
Di Senegal, kopi sering kali dinikmati dengan tambahan rempah-rempah seperti merica dan cengkeh, menciptakan cita rasa yang lebih pedas dan hangat.
Kopi dengan campuran rempah ini menjadi bagian dari tradisi yang dinikmati sepanjang tahun.