FYP Media.id – Pada Selasa, 25 Maret 2025 – Dunia literasi Indonesia berduka atas kepergian salah satu penulis berbakat, Chandra Bientang. Penulis yang dikenal melalui karya-karyanya di genre thriller ini meninggal dunia pada Selasa, 25 Maret 2025, pukul 00.11 WIB di RS Hermina Kemayoran, Jakarta Pusat.
Kabar duka ini menyebar luas melalui berbagai platform media sosial, terutama di kalangan komunitas pencinta buku. Pihak penerbit Noura Publishing, yang menaungi beberapa karyanya, juga telah mengonfirmasi berita ini.
Baca juga: Aktris Senior dan Pemeran Squid Game 2 Lee Joo Sil Meninggal Dunia di Usia 80 Tahun
Meskipun usianya masih tergolong muda, Chandra telah meninggalkan jejak yang berharga dalam dunia literasi Indonesia. Berikut lima fakta tentang perjalanan hidup dan kariernya sebelum berpulang.
1.Berpulang di Usia 36 Tahun
Chandra Bientang meninggal dunia dalam usia yang masih relatif muda, yakni 36 tahun. Informasi mengenai kepergiannya diumumkan secara resmi melalui pernyataan dari pihak keluarga.
“Telah berpulang dengan damai Selasa, 25 Maret 2025, pukul 00.11 WIB di RS Hermina Kemayoran Ny. Chandra Bientang Anggarie tutup usia 36 tahun. Disemayamkan di Rumah Duka Carolus lantai 6,” demikian pernyataan yang diterima dari keluarga almarhumah.
Berita ini mengejutkan banyak pihak, terutama mereka yang mengikuti perjalanan kariernya. Banyak pembaca dan rekan sesama penulis mengungkapkan rasa kehilangan atas kepergian sosok yang selama ini dikenal sebagai penulis cerdas dan penuh dedikasi.
2. Isyarat Perpisahan di Acara Buku
Kepergian Chandra terasa semakin memilukan karena ia sempat memberikan isyarat yang kini dianggap sebagai perpisahan. Dalam sebuah acara diskusi buku yang bertajuk “Bincang-Bincang Batu Berkaki” di Kongsi 8 pada 16 Maret 2025, Chandra menyatakan keinginannya untuk beristirahat sejenak dari dunia kepenulisan.
“Ketika bertemu di acara tersebut, beliau menyatakan akan istirahat dulu, bahwa Batu Berkaki adalah buku terakhirnya, setidaknya untuk tahun ini,” ujar CEO Noura Publishing, Suhindrati Shinta.
Saat itu, tak ada yang menyangka bahwa pernyataannya akan menjadi pesan terakhir bagi dunia literasi Indonesia. Banyak pihak yang kini mengenang momen tersebut sebagai bentuk perpisahan yang tidak disadari saat itu.
3. Karier Cemerlang di Dunia Thriller
Nama Chandra Bientang mulai dikenal luas sejak memenangkan penghargaan emerging writers di ajang Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) pada tahun 2019. Kiprahnya sebagai penulis thriller semakin bersinar setelah menerbitkan novel Dua Dini Hari dan Sang Peramal, yang membawanya meraih IKAPI Awards 2022 sebagai rookie of the year atau penulis pendatang baru terbaik.
Sebagai seorang penulis, Chandra memiliki ciri khas dalam membangun alur cerita yang penuh teka-teki dan kejutan. Dengan gaya menulisnya yang detail dan mendalam, ia berhasil menciptakan ketegangan yang membuat pembaca sulit berhenti membaca hingga halaman terakhir.
Di tengah industri literasi Indonesia yang tidak banyak memiliki penulis thriller, Chandra berhasil membangun identitasnya sendiri sebagai penulis yang konsisten dengan genre tersebut. Keberaniannya dalam mengeksplorasi tema-tema misteri dan psikologis membuatnya memiliki tempat tersendiri di hati para pembaca.
4. Buku Terakhir yang Dirilis pada 2024
Pada November 2024, Chandra merilis novel Batu Berkaki, yang kembali mempertegas kemampuannya sebagai penulis urban thriller yang menjanjikan. Dalam rangka promosi bukunya, ia sempat mengunjungi kantor detikcom untuk berbagi cerita mengenai karya terbarunya.
Dalam wawancara tersebut, Chandra mengungkapkan bahwa ketertarikannya terhadap cerita misteri dan detektif sudah dimulai sejak kecil.
“Saya sudah baca Lima Sekawan dan buku misteri lainnya sejak kecil. Mau nggak mau, gaya menulis saya pun terbawa ke arah yang serupa. Kalau menulis genre lain, rasanya nggak bisa seekspresif ini. Saya memang suka menulis teka-teki,” ujarnya pada 19 Desember 2024.
Batu Berkaki menjadi buku terakhir yang ia persembahkan kepada para pembaca. Novel ini mendapat sambutan hangat di kalangan pencinta buku thriller dan semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu penulis terbaik di genre ini.
5. Kehilangan Besar bagi Dunia Literasi Indonesia
Kepergian Chandra Bientang meninggalkan duka mendalam bagi para pembaca dan komunitas literasi Indonesia, khususnya bagi para pencinta novel thriller. Kecintaannya terhadap genre ini serta dedikasi dalam menulis telah memberikan warna tersendiri dalam industri perbukuan Tanah Air.
“Beliau adalah penulis yang cerdas, tekun, dan rendah hati. Semoga inspirasi dari karya-karyanya akan terus hidup di hati para pembacanya,” kata perwakilan dari Noura Publishing.
Baca juga: Liam Payne Meninggal Akibat Jatuh dari Balkon Hotel
Selain meninggalkan karya-karya yang akan selalu dikenang, Chandra juga menginspirasi banyak penulis muda yang ingin berkecimpung di dunia literasi, khususnya dalam genre thriller. Konsistensinya dalam menulis cerita penuh misteri dan ketegangan menjadi warisan berharga yang akan selalu dikenang.
Dunia literasi Indonesia kehilangan salah satu talenta terbaiknya, tetapi warisan yang ia tinggalkan akan terus hidup dalam halaman-halaman buku yang telah ia tulis.
Selamat jalan, Chandra Bientang. Karyamu akan selalu dikenang.