Writer: Ami Fatimatuz Zahro - Selasa, 13 Januari 2026 14:07:29
FYP Media - Tokoh ekonomi senior yang juga Mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Ia secara resmi ditunjuk sebagai anggota Dewan Direksi (Board of Directors) di yayasan filantropi terbesar dunia, Gates Foundation, yang didirikan oleh Bill Gates.
Pengumuman yang dirilis pada Selasa (13/1/2026) ini menandai langkah strategis yayasan dalam memperkuat tata kelola organisasi. Kehadiran Sri Mulyani, dengan rekam jejaknya sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia dan menteri keuangan wanita pertama sekaligus terlama di Indonesia, dinilai akan membawa angin segar bagi visi misi yayasan.
CEO Gates Foundation, Mark Suzman, menegaskan bahwa keahlian Sri Mulyani sangat dibutuhkan di tengah upaya yayasan melakukan reformasi besar-besaran untuk isu kemanusiaan.
"Sri Mulyani memiliki pengalaman dalam membentuk ekonomi yang adil-keahlian, (itu) sangat penting untuk mencapai tujuan jangka Panjang Yayasan," ujar Mark Suzman dalam keterangan resminya.
Misi Besar Dua Dekade ke Depan
Bergabungnya Sri Mulyani terjadi di momen yang krusial. Tahun lalu, Bill Gates selaku Ketua Yayasan telah menetapkan komitmen bersejarah untuk menghabiskan seluruh dana abadi yayasan dalam kurun waktu dua dekade mendatang.
Dana masif tersebut akan difokuskan pada tiga pilar utama: menekan angka kematian ibu dan bayi, memberantas penyakit menular yang mematikan agar generasi mendatang tumbuh sehat, serta mengangkat jutaan masyarakat global dari jurang kemiskinan menuju kesejahteraan.
Suzman meyakini kapasitas Sri Mulyani sangat relevan dengan target-target ambisius tersebut.
Baca juga: 5 Fakta Penting Reshuffle Sri Mulyani oleh Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan
"Kepemimpinan (Sri Mulyani) akan membantu memastikan sumber daya kami terus digunakan untuk memperluas kesempatan, mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan meningkatkan hasil bagi masyarakat di seluruh dunia," tambah Suzman.
Tanggapan Sri Mulyani
Bagi Sri Mulyani, penunjukan ini bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga kelanjutan dari kolaborasi yang sebenarnya telah terjalin lama. Ia mengungkapkan bahwa kemitraannya dengan Gates Foundation sudah dimulai hampir satu dekade lalu, khususnya dalam mengeksplorasi peran teknologi untuk pembangunan berkelanjutan.
"Dengan pengalaman 20 tahun memberikan dampak sebesar-besarnya bagi kehidupan mereka yang paling membutuhkan, saya merasa terhormat bergabung dengan dewan Gates Foundation guna berkontribusi pada momen penting yang penuh tantangan sekaligus peluang ini," ungkap Sri Mulyani.
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmennya untuk menerapkan keahliannya demi kemanusiaan.
"Saya sangat termotivasi untuk membawa pengalaman saya di bidang keuangan global, kebijakan ekonomi dan tata kelola yang baik ke dalam upaya-upaya penting ini untuk menyelamatkan nyawa dan meningkatkan taraf hidup," tuturnya.
Pembentukan Divisi Baru untuk Afrika dan India
Selain penunjukan dewan baru, Gates Foundation juga mengumumkan ekspansi strategis dengan membentuk Divisi Kantor Afrika dan India (AIO). Langkah ini diambil untuk menyatukan kekuatan kantor-kantor perwakilan di kedua wilayah tersebut agar suara regional lebih terdengar dalam penentuan strategi global.
Ankur Vora, yang sebelumnya menjabat sebagai kepala strategi, ditunjuk memimpin divisi ini sebagai Presiden AIO. Vora akan mengawasi operasional yayasan yang kini mencakup kantor di Etiopia, Kenya, Nigeria, Senegal, Afrika Selatan, serta kantor perwakilan India di Delhi.
Baca juga: Bill Gates: Kegagalan Microsoft di Pasar Seluler Rugikan Perusahaan Rp6.544 Triliun
"Yayasan terus meningkatkan dampaknya hingga 2045, Divisi Kantor Afrika dan India yang baru ini mencerminkan peran sentral yang dimainkan wilayah-wilayah ini dalam memajukan misi kami dan pentingnya memastikan bahwa perspektif negara terus membentuk strategi, prioritas, dan bagaimana sumber daya dialokasikan," jelas Vora.
Jajaran Dewan Direksi
Dalam menjalankan tugas barunya, Sri Mulyani akan bekerja sama dengan sederet tokoh global lainnya di jajaran Dewan Direksi, antara lain Ashish Dhawan, Helene Gayle, Strive Masiyiwa, Thomas J. Tierney, serta Mark Suzman dan Bill Gates sendiri.
Sementara itu, salah satu anggota dewan, Baroness Nemat (Minouche) Shafik, dikabarkan sedang mengambil cuti karena tengah menjalankan tugas negara sebagai kepala penasihat ekonomi untuk Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer.