9 Permainan Jadul yang Nyaris Punah: Nostalgia Seru yang Bikin Kangen!

Permainan Legendaris yang Nyaris Punah : Nostalgia Seru yang Bikin Kangen!
(frpk/anak-anak bergembira/2024)

FYP Media – Siapa nih yang masih ingat sama permainan tradisional? yang seru, rame, bahkan bikin lupa waktu? Sekarang bagaimana kabarnya? Di era digital sekarang ini, permainan tradisional memang sudah jarang dimainkan. Anak-anak lebih memilih gadget dan game online daripada bermain di luar rumah. Dalam era digital yang serba canggih ini, permainan zaman dulu tampaknya semakin tersingkir dan nyaris terlupakan. Namun, di balik kesederhanaannya, hal ini menyimpan kenangan yang penuh kegembiraan dan kebersamaan. Berikut adalah sembilan permainan legendaris yang membangkitkan nostalgia dan bikin kangen masa kecil.

1. Petak Umpet

(pntrs/petak umpet/2024)

Siapa yang gak pernah main petak umpet? Permainan ini seru banget dimainkan rame-rame. Satu orang jadi penjaga dan menutup matanya, sementara pemain lain bersembunyi. Yang paling lama ditemukan adalah pemenangnya!

2. Engklek

(pntrs/engklek/2024)

Permainan ini juga gak kalah seru. Di tanah, digambar kotak-kotak dengan nomor 1 sampai 10. Pemain harus melompat dengan satu kaki dari kotak ke kotak sambil melempar gaco (biasanya batu pipih). Yang berhasil sampai kotak terakhir duluan adalah pemenangnya. Ini tidak hanya seru tapi juga mengasah keseimbangan dan ketangkasan. Bermain engklek, anak-anak melompat dari satu petak ke petak lainnya dengan satu kaki, menciptakan tawa dan keceriaan yang menggema di lapangan atau halaman rumah.

3. Lompat Tali

(pntrs/lompat tali/2024)

Lompat Tali ini biasanya dimainkan oleh anak perempuan. Dua orang memegang tali karet dan memutarnya, sementara pemain lain melompatinya. Tali nya pun dibuat sendiri menggunakan karet lho. Semakin tinggi dan cepat lompatannya, semakin seru!

4. Congklak

 

(pntrs/congklak/2024)

Congklak, menggunakan biji-bijian atau kerang sebagai pion, adalah salah satu permainan tradisional yang mengasah otak. Congklak ini terdiri dari 14 lubang. Di sebelah kiri 6 lubang dan di sebelah kanan 6 lubang, 2 lubang di ujung congklak. Dengan strategi dan perhitungan yang tepat, pemain harus bisa mengumpulkan biji sebanyak mungkin di lubangnya. Ini tentu tidak hanya menghibur tapi juga melatih kemampuan berpikir dan berhitung.

5. Egrang

(pntrs/enggrang/2024)

Bermain egrang atau stilt walking adalah kegiatan yang menantang sekaligus mengasyikkan. Berjalan dengan menggunakan dua batang bambu sebagai penyangga membutuhkan keseimbangan dan keberanian. Egrang sering kali menjadi pertunjukan yang menarik dalam berbagai perayaan tradisional atau upacara adat.

6. Gasing

(google/2024)

Gasing atau top adalah mainan tradisional yang dimainkan dengan cara diputar. Keunikan dari gasing ini terletak pada keahlian mengayunkan tali untuk membuat gasing berputar lama di tanah atau papan. Meski terlihat sederhana, pemain harus memiliki ketepatan dan kesabaran. Di beberapa daerah, gasing bahkan diangkat menjadi sebuah ajang kompetisi yang seru dan menegangkan. Sekarang, apa kabar? Rasanya makin jarang ditemui gasing yang diputar di jalanan atau lapangan.

7. Bola Bekel

(pntrs/bekel/2024)

Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak perempuan. Bola bekel terdiri dari beberapa bola kecil dan timbel yang bentuknya menyerupai kacang, batu kecil, kelereng atau lainnya, yang penting ukurannya pas digenggam di tangan dengan jumlah lima atau enam buah. Pemain harus memantulkan bola bekel dan mengambil satu persatu timbel dengan menggenggamnya pada tangan.

8. Kelereng

(pntrs/kelereng/2024)

Permainan kelereng atau gundu telah menjadi favorit anak-anak selama berabad-abad. Dengan berbagai cara bermain, seperti menembak kelereng lawan atau mengumpulkannya dalam lingkaran, kelereng tidak pernah kehilangan pesonanya. Permainan ini melatih ketepatan, strategi, dan sportivitas di antara para pemainnya.

9. Gobak Sodor

(pntrs/gobak sodor/2024)

Apakah ada yang masih ingat gobak sodor? Permainan ini memang butuh kerjasama tim dan strategi yang bagus. Cara bermainnya cukup mudah yaitu setiap garis akan dijaga oleh pemain yang tugasnya sebagai penjaga, pihak pemain penyerang yang masuk harus dapat melewati garis. Apabila terkena sentuh oleh pemain penjaga maka harus keluar dari permainan.

Permainan zaman dulu ini mengajarkan kita tentang pentingnya kebersamaan, kerjasama, dan sportivitas. Meski saat ini mungkin sudah jarang dijumpai, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tetap relevan dan berharga. Kembali mengingat dan bahkan memainkan permainan tradisional bisa menjadi cara menyenangkan untuk terhubung dengan sejarah dan budaya kita, sekaligus melestarikan warisan berharga bagi generasi mendatang.

Leave a Reply